Senin, 08 Februari 2016

SEKOLAH TINGGI SYIAH MENGADAKAN LOMBA, SEKOLAH SUNNI IKUT MENJADI PESERTA

Salah satu sekolah tinggi syiah di Indonesia, Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra (STFI Sadra) menyelenggarakan Lomba Tahfidz Nasional dan diikuti oleh berbagai kampus dan sekolah yang ada di Pulau Jawa, Jumat (05/02)
Lomba Tahfidz adalah satu di antara berbagai macam lomba yang diadakan. Sebanyak 17 peserta yang berasal dari berbagai instansi ini mencoba untuk mengadu pengalamannya di kampus yang baru resmi kurang dari 5 tahun tersebut. Adapun beberapa instansi yang mengikuti perlombaan ini ialah Madinatul Ilmi, Hawzah Imam Ash-Shidiq as Y, Hawzah Condet, SMP YAPI, Ponpes Al-Hadi, dan tentunya STFI Sadra selaku tuan rumah. Semua sekolah di atas adalah jaringan sekolah syiah di Indonesia.
Menurut Jawad Al-Habsyi, peserta dari Ponpes Al-Hadi Pekalongan, mengikuti lomba ini tujuannya bukan hanya sekedar untuk menjadi juara, tapi momen ini dijadikan sebagai ajang menyambung silaturahmi sekaligus mengasah pengalaman. Namun berbeda dengan Harkaman, peserta dari STFI Sadra sendiri. Motivasinya mengikuti perlombaan ini adalah untuk bertemu dengan orang-orang yang berbeda dan tentu saja ingin menjadi sang juara.






PEMENANG OLIMPIADE AL QUR'AN NASIONAL SEKOLAH TINGGI FILSAFAT ISLAM SADRA
STFI Sadra, Minggu 07/02. Dengan brakhirnya acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW siang ini, maka panitia mengumumkan berakhirnya penyelenggaraan Olimpiade Al Qur'an Nasional STFI Sadra. Panitia juga mengumumkan nama-nama para pemenang dari seluruh cabang lomba di event Olimpiade ini. Berikut Nama-nama para pemenang :
Pidato Bahasa Arab :
Juara I Muhammad Husen Ba’bud, Yapi
Juara II Afendi Nur Cahya, STFI Sadra
Juara III Fikri Maula Hizbullah Pesantren Siddiqiyah Az-zahra
Pidato Bahasa Inggris :
Juara I Afendi Nur Cahya, STFI Sadra
Juara II Hanafi Muhammad Pesantren Ashidiqoh Az-Zahra
Juara III Sukiman, STFI Sadra
Tilawah :
Juara I Mawadah Khairiyah, IIQ Jakarta (Sunni)
Juara II Mashlahatul Ummah, IIQ Jakarta (Sunni)
Juara III Adiansyah, STFI Sadra
Juara Harapan I Zulham Efendi, STAISA (Sunni)
Juara Harapan II Ayub , PTIQ (Sunni)
Juara Harapan III Hendra, STFI Sadra
Tahfiidz 3 Juz :
Juara I Faisal Akbar, Pesantren Al-Hadi
Juara II Mustofa Aqil, STFI Sadra
Juara III Jamaluddin, STFI Sadra
Tahfiidz 5 Juz :
Juara I Harkaman, STFI Sadra
Juara II Ali Akbar Al-Kaff, Yapi
Juara III Siti Aisyah, STFI Sadra


Mahasiswa STDI sadra sedang melaksanakan solat berjamaah. mereka solat dengan cara sunni

Tahfiidz 10 Juz :
Juara I Syed Mohd Husein Huseini, Yapi
Juara II M. Randi Muslimin, STFI Sadra
Juara III Fatimah Isti Karimah, STFI Sadra
Tahfidz 30 Juz :
Juara I Ayuna Faizatun Fiqriyah, IIQ Jakarta (Sunni)
Juara II Habibi, Institut PTIQ, (Sunni)
Juara III Azizan Habri, Institut PTIQ, (Sunni)
Qiraatul Kutub :
Juara I Muhammad Muslihin , STFI Sadra
Juara II Hanafi Muhammad, Hauzah Ashidiqoh Az-Zahro
Juara III Haedar Hasan Bagir, Yapi
Shalawat/Nasyid :
Juara I Pesantren Imam Shodiq, Yapi
Juara II Ahanna Voice, STFI Sadra
Juara III Rasul A’dzam, Pesantren Ashidiqoh Az-Zahro
Harapan I Sadrian, STFI Sadra
Selamat kepada para pemenang dan semoga senantiasa semangat mengembangkan diri.


Ini menjadi kampanye sekolah syiah dalam berkiprah kepada masyarakat. Sudah semestinya sekolah sunni tidak mengikuti lomba tersebut. Sekolah ini memang tidak terang-terangan mengakui sebagai sekolah syiah. Informasi yang kami dapat, para mahasiswa dari sekolah ini kebanyakan adalah sunni. Hanya karena tertarik dengan program beasiswanya maka siswa sunni rela bersekolah ke sekolah tersebut. Mari sadarkan generasi penerus kita dari ajran syiah. Ajaran yang penuh laknat dan dusta.

Selasa, 12 Januari 2016

RITUAL SYIAH PENGHUJUNG TAHUN 2015 ARBAIN, KETUA MUI KENA FAHAM TASYAYU'

Disaat MUI Jawa Timur dan MUI daerah yang lain berjuang membentngi umat, oknum MUI Jepara malah mengelar acara bersama syiah. Entah apa maksudnya, MUI selalu hadir dalam ritual sesat syiah. Apakah karena fulus atau karena pergaulan, sehingga oknum MUI ini dengan bangganya, hadir di acara-acara sesat syiah.

Dimana para kyai dan tokoh  ulama di Jepara. Tidakkah mereka sadar bahwa, syiah adalah aliran yang oleh para imam madzhab dikatakan sesat. Jika ulama tidak bersatu dengan masyarakat dan menolak syiah, maka tidak lama lagi, Indonesia bisa akan menjadi Iran atau Suriyah, karena gerakan syiah secara ideologi adalah menyerang jika mampu dan lemah lembut disaat lemah. Masyarakat Jepara harus waspada.

Peringatan Arbain Imam Husein (40 hari meninggalnya Imam Husein) oleh Jemaah Syiah se-Jawa Tengah berjalan dengan hikmat. Acara dilaksanakan di Gedung Wanita Jln. HOS Chokroaminoto, Jepara. Acara bertemakan “Spirit Cinta Tanah Air dan Perjuangan Bangsa”.
Pada acara tersebut juga dilaksanakan aksi donor darah yang dibantu oleh anggota PMI setempat. Jemaah tampak antusias dengan kegiatan bakti sosial tersebut.
Ustadz Migdad selaku mewakili Ketua Panitia (Sayyid Ali Bin Al Attas) dalam sambutannya menyampaikan kepada lebih dari seribu jemaah yang hadir bahwa kita adalah orang indonesia, kita harus mendukung NKRI. NKRI harga mati. Jangan sampai negeri ini hancur oleh orang-orang intoleran.
Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Mashudi (Ketua MUI Kab. Jepara) “Pancasila dan NKRI harga mati. Maka kita harus usung bersama-sama. Maka dari itu, kami menyampaikan mari kita jadikan Pancasila sebagai ideologi negara. Jangan dengan mudah digantikan dengan ideologi yang belakangan ini beredar. Akhir-akhir ini, ada oknum yang ingin menggantikan Pancasila. Entah itu khalifah atau yang lain.”
Selanjutnya acara inti, ialah ceramah dari Ustadz Usman Sihab. “Mengapa setiap tahun kita melakukan Arbain? Kenapa setiap tahun kita merenung kejadian ini? Itu semua karena Alqur’an lah yg memerintahkan. Dukanya Rasul harusnya duka kita, begitu juga kegembiraannya. Apalagi Husein adalah bagian dari diriku,” ujarnya dengan semangat.
“Keberadaan kita bukan bid’ah, keberadaan kita ialah menyempurnakan sunnah. Oleh karena itu bersabarlah,” tambahnya.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan renungan wafatnya Imam Husein oleh Ustadz Reza Assegaf (Pengurus Syiah Kota Pekalongan) dan diakhiri pembacaan syair-syair serta pemanjatan do’a untuk menutup acara peringatan Arbain Imam Husein.(fr)

Sumber : gerakan.com 


Pematerinya tokoh nasional syiah Othman Syihab, 






Rabu, 30 Desember 2015

BUKTI MASYARAKAT INDONESIA MENOLAK SYIAH

Masyarakat indonesia sudah mulai cerdas. Ketika ada aliran sesat masuk, maka mereka diberitahu oleh para kyai dan para ulama segera. Ibarat rumah yang sedang kebakaran, maka dengan segera warga bahu membahu memadamkan api tersebut.
Demikian juga dalam masalah aqidah. Ketika ada aliran sesat syiah, mencoba menyebarkan ajarannya ditengah masyarakat, maka warga yang sudah mendapatkan ilmu dari para ulama sadar. Ini adalah bagian dari kebatilan yang harus ditolak.
Berawal dari revolusi syiah iran yang banyak mengundang simpati para pemuda indonesia. banyak yang tertarik dengan pemimpin syiah. Setelah mereka tahu bahwa pada hakikatnya adalah bukan revolusi islam tapi revolusi syiah, sebagian mereka sadar. Bahwa simpati kepada perjuangan orang iran boleh, tapi aqidah tidak perlu ikut.
Sekarang banyak pemuda yang hampir terjatuh ke aliran syiah hanya karena suka dengan imam khomaini.
Penolakan masyarakat :
Pesantren Al Hadi Putri Di Batang Jawa Tengah
Warga batang dan pekalongan pernah membakar pesantren syiah Al Hadi, karena mereka mendirikan pesantren baru ditengah pemukiman sunni. Masyarakat prihatin jika kedepan pesantren akan membawa pengaruh dan menimbulkan gesekan karena aqidah syiah yang telah menyimpang dari ajrann murni islam
Pengusiran Warga Syiah Di Sampang Madura
Warga geram karena dakwah syiah sudah terang-terangan mencela sahabat. Mereka dengan militan mengirim kader-kadernya ke pusat2 pendidikan syiah, baik di jateng, jatim bahkan ke pusat syiah dunia yaitu iran. Sampe sekarang mereka terusir karena bandel dengan sangsi masyarakat. Kalau syiah beralasan dengan risalah aman, maka konsekwensi dari risalah tersebut adalah syiah tidak boleh menyebarkan pahamnya ke masyarakat islam.
Acara acara asyuro di sebagian kantong komunitas syiah didemo
Ini bukti dan fakta bahwa masyarakat sudah semakin dewasa dan sadar. Keberadaan dakwah syiah akan menimbulkan keresahan

Muslim Jakarta menolak ritual syiah 


warga dan pemerintah bogor menolak syiah


warga bandung menolak syiah 


warga tasik malaya menolak syiah 


warga Purwakarta menolak syiah 


warga semarang menolak syiah


warga masyarakat Magelang terhadap syiah




warga masyarakat Jogjakarta terhadap syiah



warga masyarakat Balik Papan terhadap syiah



warga masyarakat Makassar terhadap syiah




oleh karena itu, jika syiah dibiarkan dengan dakwah dan ritual sesatnya maka masyarakat awam bisa tersejurumus dan penasaran dengan kegiatan mereka. syiah termasuk kelompok yang rajin sekali mengadakan ritual. 
sudah menjadi kita sebagai bagian dari umat yang sudah tahu akan bahayanya syiah, maka kita harus menyadarkan kepada Umat.
( Ahmad Hasyim, tim Fakta syiah )









Rabu, 23 Desember 2015

KEG SYIAH DES : ARBAIN KE KARBALA IRAQ, KOTA PUSAT SYIAH DUNIA

Kejadian seputar gerakan syiah indonesia selama desember 2015 :
Syiah mengadakan acara Ritual Tahunan secara global, yang disebut longmarch, di Iran sampai Iraq. Sepanjang puluhan kilo meter. Ritual itu diikuti seluruh pengikut syiah militan dan awam dari seluruh Indonesia. dari Indonesia ada tiga kelompok besar.
a.       Ada Ring Jakarta, mereka berangkat dalam rombongan kecil. Ada grupnya OASE, yang dipimpin Emilia Renita, yang belum lama cerai dengan suaminya yaitu Jalaludin Rahmat. Emilia kali ini bersama beberapa aktifis OASE dan juga simpatisan lainnya. Grup lain dari Jakarta, ada rombongannya Hisyam Sulaiman, yang memang rutin ke acara Arbain. Kelompoknya Hisam relativ sedikit, dan mereka mempunyai travel sendiri, yaitu sebuah travel syiah yang berkantor di Gedung Binawan Jakarta Timur, dekat PGC. Tampak beberapa foto, muncul muka dari Hisyam Sulaiman tersebut.


b.      Ring Jateng. Mereka berjumlah 30 an orang.  Bahkan mereka sempat heboh karena sempat dicurigai oleh petugas imigrasi Malaysia dan dicurigai sebagai pengikut Isis yang hendak ke Suriyah dan bergabung dengan ISIS. Hanya belakangan mereka rupanya rombongan syiah yang hendak ke Iraq, dan transit di Malaysia. Mereka datang dari basis syiah di Jateng, diantaranya dari Solo, Jepara, Pekalongan, Semarang dan Purwokerto.
c.       Ring Jatim. Kelompok ini lebih besar dibanding dengan Ring Jateng. Karena ada rombongan Kalimantan yang berangkat dari Surabaya. Mereka lebih dari 80 orang. Perjalanan mereka relatif lancar dan tanpa hambatan. Mereka saat ini sudah pulang ke rumah masing-masing.



Berikut nama mereka :
Data Wni Yang Hadir Pada Acara Arbain Internasional Di Iraq 2015

1.    Abdillah -Pasuruan 
2.    Abdul Kadir DJafar -Pasuruan 
3.    Abdurahman Laqif (Laki-laki asal Solo)
4.    Abdurrachman Hadi Jufri (Laki-laki asal Solo)
5.    Abdurrahman Hasan Lutfi (Laki-laki asal Solo)
6.    Abullah Kamal Mulachela (Laki-laki asal Solo)
7.    Achmad Chaedar (Laki-laki)
8.    Achmad insan Aljawwad -Pasuruan 
9.    Achmad Zaki Alwi Mulachela (Laki-laki asal Jepara)
10.  Afifah al gadri -Lawang 
11.  Agus Merdeka Kusnan -Malang 
12.  Ahmad Aalaydrus (Laki-laki asal Semarang)
13.  Ahmad -
14.  Akmad Mudhofar Masdur (Laki-laki asal Jepara)
15.  Ali Haneman-Pasuruan 
16.  Ali Ridho Al Habsyi-Pasuruan 
17.  Ali ridho hasan Assegaf -Pasuruan 
18.  Alwi (Laki-laki asal Solo)
19.  Alwi Abdullah Assegaf-Pasuruan 
20.  Alwi Saleh Assegaf (Laki-laki asal Solo)
21.  Alwiyah Hamid Alaydrus -Pasuruan 
22.  Alwiyah Husni Al Hamid-Malang 
23.  Aminah Alaydrus (Perempuan asal solo)
24.  Aminah Alhadad Idrus-Pasuruan 
25.  Aminah Muhammad Al Muhdar-Bondowoso 
26.  Anis Mohamad Al Hadad -Lawang 
27.  Ayik Anis
28.  Bagir Segaf Jufri (Laki-laki asal Solo)
29.  Choiruman-Malang 
30.  Dina Aminah Hamid Ibrahim -Pasuruan 
31.  Ekana Rudhianto 
32.  Endri nilamsari
33.  Evi Anggraeni Dwi Dasawati -
34.  Faridah (Perempuan asal Semarang)
35.  Fatimah Rahman Aldjufri (Perempuan asal Kudus)
36.  Fuad (Laki-laki asal Pekalongan)
37.  Hadi Wafi ((Laki-laki asal Semarang)
38.  Hafsah Al Kaff -Jember 
39.  Hamid Ibrahim Al Idrus 
40.  Hasan - 
41.  Hasan Almuchdor- Pasuruan
42.  Hasan Lutfi Mohamad Sahab (Laki-laki asal Kudus)
43.  Hasan Umar Al Musawa (Laki-laki asal Solo)
44.  Husain Alawiy -Bondowoso 
45.  Husain umar Bahagil-Malang 
46.  Jafar Sodiq -Malang 
47.  Khambali reji ngaiman- 
48.  Lubna Abdurrahman -Banjarmasin 
49.  Luluk Fatimah Azzahroh (Perempuan asal Kudus)
50.  Maimunah Alhabsyi -Malang
51.  Mohammad khatami Mehdivikia -Pasuruan 
52.  Muchamad (Laki-laki asal Semarang)
53.  Mudhofir Mashudi kasiman -Pasuruan 
54.  Muhamad Ali Alwi (Laki-laki asal Solo)
55.  Muhamad Haidar ali -Pasuruan no 
56.  Muhamad Umar Munawar (Laki-laki asal Pekalongan)
57.  Muhammad Danuri Abdul Kamal -Malang 
58.  Muhammad Hamid Ibrahim -Banjarmasin 
59.  Muhammad -
60.  Muhani Achmad -
61.  Muniroh Yahya Hasyim (Perempuan asal Pekalongan)
62.  Mustofa Kamal 
63.  Mustofa Segaf Al Jufri (Laki-laki asal Solo)
64.  Noor Nasuhah
65.  Pulung Hidayat (Laki-laki asal Semarang)
66.  Retno Ayu Hariningtyas -Malang .
67.  Retno Hariyanto -Probolinggo
68.  Reza Mahdawi 
69.  Ruqoiyah Al Hasni -Pasuruan
70.  Rusdi Hasan Lutfi (Laki-laki asal Kudus)
71.  Sakinah Alhabsi (Perempuan asal Semarang)
72.  Sakinah
73.  Sakinah
74.  Salmah Al Idrus Ahmad (Perempuan)
75.  Sayid Muhamad Jufri (Laki-laki asal Solo)
76.  Sofian -
77.  Soraya Zaenal Abidin (Perempuan asal Kudus)
78.  Sri Amining Saeri -Pasuruan 
79.  Syaref Zaki Aldjufri (Laki-laki asal Solo)
80.  Syarif Husaini -
81.  Syarifah Maryam Said Muhdar -Banjarmasin 
82.  Umar Fauzi Abdul (Laki-laki asal Solo)
83.  Yahya Al Idrus (Laki-laki asal Cilacap)
84.  Zaenab (Perempuan asal Jepara)
85.  Zaenal Abidin Al Edrus (Laki-laki asal Jepara)
86.  Zahir Yahya 


Minggu, 29 November 2015

WNI MILITAN MELAKUKAN LONGMARCH ALA SYIAH DI IRAQ, MEREKA KADER TULEN

Setelah sempat dicurigai di Malaysia saat mereka transit beberapa hari lalu, maka kini mereka sudah sampai Irak. dalam ritual syiah, untuk memperingati kesyahidan imam Husain mereka mengadakan longmasrch. Di Indonesia, longmarch ini pernah dilakukan oleh pengikut syiah di Bandung beberapa tahun lalu. kalo yang punya uang, mereka akan ke iraq berkumpul bersama jutaan pengikut syiah lainnya mengadakan ritual sesat tersebut.

Mereka ada ciri khas dalam pakaian. biasanya mereka membawa surban hijau. tokoh oase emilia, juga tahun ini (2015) ke karbala untuk ritual juga.