Rabu, 19 Agustus 2015

IRANIAN CORNER MENJAMUR, CARA SYIAH MENYEBARKAN IDEOLOGINYA


Per Agustus 2015 ini, setidaknya sudah ada 13 IC alias iranoan corner menurut penelusuran tim fakta syiah. Syiah memang sudah merancang strategi dakwah kampus dengan berbagai cara. Cara yang paling lazim adalah dengan menyusupkan dosen dan yang liberal. Cara yang tidak kalah busuk adalah dengan jalan memasukkan dosen beraqidah syiah menjadi pengajar di Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia. 

Cara yang secara kasat mata, dengan berkedok mengenalkan budaya Iran atau budaya Persia kepada para mahasiswa, padahal ada misi yang lebih besar dari itu adalah mengkampanyekan ideology syiah kepada para mahasiswa. Kalau hanya sekedar budaya, mengapa yang diletakkan di dalam Iranian corner bukan foto-foto kegiatan budaya persi atau iran, tapi justru buku-buku karangan tokoh syiah yang tujuannya menyebarkan paham syiah tersebut.

Padahal dalam risalah Aman yang mereka gembar-gemborkan ada kesepakatan bahwa tidak boleh menyebarkan ajaran syiah ke masyarakat sunni. Tampak mereka hanya siasat saja. Maka tidak heran jika Syaikh Yusuf Al Qardawi menarik dukungannya terhadap risalah tersebut karena syiah berbuat curang.

13 Iranian Corner di Perguruan Tinggi Islam
1.       UIN Riau Pekan Baru
2.       UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (berdiri tahun 2005)
3.       Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)
4.       UIN Bandung
5.       Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (berdiri Nov 2007)
6.       Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
7.       UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
8.       Universitas Muhammadiyah Malang.
9.       UIN Malang
10.     STAIN Pekalongan
11.     Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar (September 2012)
12.     Unhas Makassar
13.     UIN Alauddin Makassar

Ada beberapa IC yang gagal didirikan setelah rector maupun para dosen sadar bahwa IC tersebut ada tujuan tersembunyi. Berikut Ic yang gagal didirikan setelah ada penolakan dari dosen maupu mahasiswa.
1.       Iain Surakarta (Mei 2014, digagalkan Ormas Islam)
2.       Universitas Andalas (Rektor menolak karena masih terjadi Pro-kontra, Juni 2014)
Berikut salah satu ulasan tentang IC yang dimuat di salah satu web resmi Universitas di Indonesia.


"Iranian Corner" Sediakan Informasi Tentang Iran
Penulis: Jamilah
Siang itu, di ruangan seluas 14 x 18 meter persegi yang berada di lantai dua Fakultas Usuluddin dan Filsafat nampak beberapa mahasiswa sedang serius membaca buku. Di ruangan ini terdapat buku-buku yang berasal dari Iran yang berisi tentang ajaran syi’ah, filsafat, teologi, akhlak, dan kebudayaan Iran. Buku-buku itu ditulis dalam beragam bahasa seperti Parsi, Arab, Indonesia dan Inggris. Di dinding ruangan itu juga terpampang foto tokoh revolusi islam Iran Ayatullah Khomeini, pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khomenei dan foto presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadi Nejad.
Ruangan ini juga digunakan untuk berdiskusi dan Resos mengenai Ahlulbait, filsafat, akhlak dan logika. Selain itu, Iranian Corner juga memiliki program kursus bahasa Arab dan Persia gratis yang dilaksanakan pada hari senin sampai kamis. Kursus yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas ini sudah berjalan sejak berdirinya Iran Corner pada 2005.
Rata-rata pengunjung Iran Corner perhari mencapai 20-30 orang. Setiap hari jumat, para pengunjung diberi kesempatan untuk menonton film-film dokumenter mengenai Islam dan Iran. Iranin Corner juga memnyediakan TV dengan cenel internasional, VCD player dan Internet.
Iranian Corner ini merupakan bentuk kerjasama antara Fakultas Usuluddin, Islamic Cultural Center (ICC) dan Kedutaan Besar Iran.
Iranian Corner UIN Jakarta merupakan pusat Iranian Corner yang ada di seluruh Indonesia. Saat ini Iranian Corner sudah ada 12 Universitas diantaranya adalah di Universitas Muhammadiyah Jakarta, UIN Malang, UIN Bandung, dan UIN Riau.
Iranian Corner yang diresmikan langsung oleh Duta Besar Iran ini bertujuan untuk memperkenalkan Iran secara benar ”pasalnya ada pandangan bahwa Iran anti demokrasi dan intoleran.” jelas pengelola Iran Corner Masyhar, MA.
Alasan lain dibukanya Iran Corner karena di fakultas Usuluddin dan filsafat terdapat jurusan akidah filsafat yang sangat relevan dengan kebudayan iran yang masih mempertahankan filsafat. ”Karena Iran merupakan satu-satunya negara yang tetap eksis mempertahankan filsafat yang sudah banyak ditinggalkan oleh negara lain.” ujar kepala perpustakaan FUF Agus Rifai.

IC di Solo
13 Iran Corner di perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Hal itu diungkapkan oleh peneliti gerakan Syiah di Indonesia, Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA. menanggapi batalnya peresmian Iran Corner di IAIN Surakarta pada Rabu, 21 Mei 2013.

IC di Jogjakarta
Iranian Corner UAD: Kesempatan Belajar Bahasa Persia dan Jalan-Jalan Gratis ke Iran
Iranian Corner Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyelenggarakan kursus bahasa Persia tahap II. Kursus yang dimulai akhir Maret 2010 ini menghadirkan Amir Rostam Dokht, seorang native speaker dari Iran, sebagai pengajar. Jumlah pertemuan yaitu 20 kali dan peserta terbatas hanya 20 orang. Kursus berlangsung selama kurang lebih 3 bulan dan menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris. Setiap mahasiswa UAD yang memenuhi syarat dan lolos seleksi dapat mengikuti kursus dengan membayar biaya administrasi sebesar Rp. 100.000.

Selain UAD, Universitas Islam Negeri Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta juga telah bekerjasama dengan Kedubes Iran untuk menyelenggarakan kursus. Iranian Corner UAD berpusat di kampus I UAD, terbentuk sejak tahun 2007 dan sebelumnya telah menyelenggarakan kursus bahasa Persia tahap I. Kursus ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa UAD untuk belajar bahasa Persia, tetapi juga kesempatan untuk jalan-jalan gratis ke Iran selama seminggu bagi peserta kursus terbaik.
Dalam kursus bahasa Persia tahap I, telah terpilih 4 peserta kursus terbaik dari kurang lebih 50 peserta dari UIN, UAD, dan UMY. Juara I, III dan IV dari UIN, sementara Juara II dari UAD. Jika tidak ada halangan maka pada bulan Agustus mendatang, keempat peserta terbaik tersebut akan terbang ke Iran untuk mengenal lebih jauh negara tersebut.

Dwi Puji Lestari, mahasiswa semester IV Pendidikan Bahasa Inggris UAD, ketika ditanya tentang perasaannya saat mengetahui dia menjadi Terbaik II mengungkapkan bahwa dirinya kaget dan tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan tersebut. Ketika awal mengikuti kursus, mahasiswa yang juga aktif di UKM Karate dan Debating Community ini sama sekali tidak memiliki basic bahasa Arab, bahkan sempat minder sebab banyak peserta lain yang telah memiliki basic bahasa Arab sebelumnya. Akan tetapi, berkat usaha kerasnya untuk selalu datang di setiap pertemuan dan terus belajar, kini ia didaulat menjadi peserta terbaik dari UAD.

”Selama mengikuti kursus saya mengalami kesulitan terutama dalam bahasa tulis sebab saya kurang bisa membaca tulisan Arab gundul, tapi untunglah pengajarnya memahami kesulitan saya sehingga saat mengajar, selain menulis dengan Arab gundul dia juga menerjemahkannya dengan tulisan latin” ungkapnya. Selain kesulitan dalam bahasa tulis, dwi, begitu gadis ini akrab dipanggil, juga harus melakukan persiapan ekstra sebelum tes akhir kursus sebab kursus di UAD ketinggalan sesi sehingga dia, yang telah bertekad keras untuk menyelesaikan kursus ini dengan baik, rela untuk mengejar ketertinggalan materi dengan datang langsung ke rumah pengajar dan mengikuti beberapa sesi kursus di UIN dan UMY. Semua itu dilakoninya dengan senang hati dan akhirnya jalan-jalan ke Iran bulan Agustus mendatang sepertinya akan menjadi agenda liburan semester yang tidak akan terlupakan baginya. Bukan sekedar untuk jalan-jalan, tetapi lebih kepada pengetahuan dan pengalaman baru yang luar biasa yang akan didapatkannya.

Thanthowi, S.Ag., selaku Direktur Iranian Corner Universitas Ahmad Dahlan, menyampaikan bahwa latar belakang terbentuknya Iranian Corner adalah dari keinginan Kedubes Iran untuk menjalin kerjasama kebudayaan, pendidikan dan ilmu pengetahuan, serta memperkenalkan kebudayaan Iran kepada masyarakat Indonesia. Di seluruh Indonesia kurang lebih ada 10 Iranian Corner, salah satunya yaitu di UAD. Kegiatan yang dilakukan oleh Iranian Corner UAD antara lain dialog, seminar, kursus bahasa Persia, Pentas musik Iran, dan kegiatan seni dan budaya lainnya. Iranian Corner UAD sendiri merupakan lembaga di bawah LPSI (Lembaga Pengembangan dan Studi Islam) yang secara rutin menyelenggarakan pembinaan membaca Al-Qur'an, murotal, tilawah, bahasa Arab dan kajian (dwi_tt/danang).
Sumber : http://uad.ac.id/content/iranian-corner-uad-kesempatan-belajar-bahasa-persia-dan-jalan-jalan-gratis-ke-iran, diunduh 1 April 15.

Iranian yang gagal :
Peresmian Iranian Corner dan Simposium yang akan digelar di IAIN Surakarta atas kerja sama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta dan Kedutaan Besar Republik Islam Iran, yang di jadwalkan Kamis (22/05/2014), berhasil digagalkan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS).

Rencananya, Peresmian Iranian Corner dan Simposium dengan tema “Al-Qur’an and the World Without Violence” itu akan mendatangkan tiga narasumber, Mahmoud Farazandeh (Duta Besar Negara Iran untuk Indonesia), Hajjatollah Ebrahimian,Ph.D (Konsulat Kebudayaan Kedubes Iran), dan Prof Dr. H. Usman Abu Bakar, MA (Guru Besar IAIN Surakarta).

Penyusun : Ahmad Hasyim.

lampiran : 


 IRANIAN CORNER UMY


 IRANIAN CORNER UIN JAKARTA


 PENOLAKAN IRANIAN CORNER UNIV ANDALAS


 IRANIAN CORNER UNIV AHMAD DAHLAN JOKJA, DIRESPON POSITIF MAHASISWA


 KETUA IC UNHAS MAKASSAR


BUKTI BAHWA IC SUDAH ADA DI PEKALONGAN


PENOLAKAN IC DI UNIV ANDALAS SUMATRA


BANNER PENDIRIAN IC YANG DIGAGALKAN ORMAS ISLAM


Senin, 27 Juli 2015

CARA SALAT SYIAH :Shalat Idul Fitri dan Idul Adha

Dalam buku Fiqih Imam Jafar Shadiq karya Muhammad Jawad Mughniyah (terbitan Lentera, 2004, halaman 250-252) disebutkan Imam Jafar Shadiq as berkata: “Shalat dua hari raya adalah wajib, begitu juga shalat kusuf.” Beliau as juga berkata: “Tidak ada shalat pada dua hari raya kecuali bersama imam. Jika kamu shalat sendiri tidak apa-apa.”

Imam Jafar Shadiq menerangkan bahwa dalam shalat Idul Fitri dan Idul Adha tidak ada azan dan iqamah, hanya panggilan berupa: Ash-sholaah (sebanyak tiga kali). Shalat dilakukan sebelum khutbah Idul Fitri.
Imam Abu Jafar Shadiq (Imam Muhammad Al-Baqir as) berkata: “Dalam shalat dua hari raya, seseorang mengucapkan takbir sekali untuk membuka shalat. Kemudian membaca ummul kitab (fathihah) dan surah. Lalu takbir lima kali sambil membaca doa qunut di antara takbir tersebut. Setelah itu takbir sekali untuk rukuk. Pada rakaat kedua membaca ummul kitab dan surah. Rakaat pertama membaca surah Al-A’la dan rakaat kedua membaca surah Asy-Syams.  (Selesai membaca surah Asy-Syams) bertakbir empat kali dengan membaca qunut di antara setiap takbirnya. Lalu takbir sekali untuk rukuk.”
Rangkaian shalat Idul Fitri dan Idul Adha adalah: Takbir, baca fathihah kemudian membaca surah al-A’la, takbir lima kali dengan membaca doa qunut di antara takbir, takbir lagi kemudian rukuk, I’tidal, sujud, iftirasy (duduk di antara dua sujud), sujud, dan kembali berdiri untuk rakaat kedua. Selesai baca fathihah kemudian membaca surah Asy-Syams. Takbir empat kali dengan membaca doa qunut di antara takbir, takbir lagi kemudian rukuk, I’tidal, sujud, iftirasy (duduk di antara dua sujud), sujud, dan tasyahud hingga salam.
Para fuqaha dari Syiah Imamiyah atau mazhab Ahlulbait sepakat bahwa wajibnya shalat idul fitri dan idul adha ketika Imam Maksum hadir. Namun, di antara fuqaha juga ada yang menyatakan mustahab dilakukan masa gaibnya Imam Mahdi as.
Sebagaimana disampaikan oleh Ayatulllah Sayid Ali Khamenei (Istiftaat Imam Ali Khamenei, al-shia.org yang diterjemahkan dan dimuat dalam situs Hauzah Maya) bahwa:
 “Pada saat ini, para wakil (mumatstsil) wali faqih yang diberi izin untuk menyelenggarakan shalat id. Demikian pula para imam jumat yang ditunjuk olehnya boleh mendirikan shalat id berjamaah. Ada pun selain mereka, sesuai ahwath, hendaknya melaksanakan shalat id secara furada (perorangan), dan boleh melakukannya secara berjamaah dengan niat raja’, tidak dengan niat wurud (dengan hanya berharap dan tanpa memastikan bahwa hal itu benar-benar diajarkan dalam syari’at, pent.). Namun bila maslahat menuntut hanya satu shalat id diselenggarakan di satu kota, maka sepatutnya selain imam Jumat yang ditunjuk oleh wali faqih tidak mendirikannya.”
Demikian tata cara shalat Idul Fitri dan Idul Adha menurut mazhab Ahlulbait (Syiah Imamiyah/Dua Belas Imam). 

SUMBER : situs syiah aliran IJABI

Kamis, 09 Juli 2015

INIKAH LASYKAR SEMI MILITER SYIAH




Syiah sebagai sebuah aliran yang berbasis ideologi, memiliki komponen untuk mendirikan sebuah negara. Contoh negara yang sudah ada adalah negara Iran. Maka tidak heran jika revolusi Iran sebagai model penyebaran syiah dalam menguasai suatu negara. 
Tidak kalah juga, ada yang model milisi, seperti di Lebanon. Milisi yang secara resmi dan legal, bisa memiliki senjata dan bisa menjalankan programnya, mendukung dakwah syiah di kawasan tersebut.
Di Indonesia, Syiah juga sudah melakukan persiapan dan tahapan tersebut. Berkenaan dengan laskar, maka syiah sudah punya persiapan yang rapi. kita bisa melihat laskar mereka, jika sedang diadakan ritual resmi syiah. Tim fakta syiah, menemukan bahwa laskar syiah ditiap wilayah sudah terbentuk. basis mereka adalah organisasi kepemudaan syiah dan lembaga-lembaga pendidikan syiah. Laskar syiah biasa dipasok dari almuni YAPI Bangil, AlHADI pekalongan, Madinatul ILMI depok dll.

Ini adalah penampkan laskar pada acara pengamanan acara wajib syiah yaitu Asyuro. Mereka adalah laskar yang diterjunkan untuk mensukseskan misi mereka menjalankan ritual sehingga acara berlangsung khidmad tanpa ada gangguan dari umat Islam.(Tim Fakta Syiah)










Selasa, 30 Juni 2015

TOKOH SYIAH IRAN BLUSUKAN KE CIKARANG DAN BANGKA BELITUNG



Setelah kemarin dihebohkan dengan kunjungan dai syiah ke Kupang NTT, dan akhirnya ada reaksi dari MUI dan Tokoh masyarakat setempat ( lihat : http://www.syiahindonesia.com/2015/06/targetkan-kupang-syiah-berencana-adakan-safari-ramadhan.html ), maka di pelosok negeri pun syiah merajalela.
Tim kami memantau, ternyata para dai syiah tidak hanya ke lokasi yang sudah terdeteksi masyarakat. Mereka juga mengadakan kunjungan dan safari dakwah ke propinsi yang lain. Menurut sumber syiah yang kami ikuti, ada satu dedengkot syiah yang blusukan ke daerah BANGKA BELITUNG. 

DAI SYIAH DARI IRAN BLUSUKAN KE BANGKA BELITUNG
Memang di BABEL, kegiatan syiah relative aman, karena kondisi masyarakat yang relative cuek dengan kondisi sekitar. Di situ strategi syiah dimainkan. Berikut bukti nyata bahwa syiah sudah diimpor dari Iran langsung. Tidak hanya ajarannya, tapi sak orang-orangnya sekalian. Mari, bangkit tolak syiah di bumi nusantara yang damai ini ini, atau akan terjadi banyak konflik dikemudian hari.




























DAI SYIAH DARI IRAN BLUSUKAN KE CIKARANG
Dipinggiran ibu kota tidak luput dari sasaran dakwah syiah. tim kami mendeteksi, kyai syiah dari Iran, blusukan juga ke daerah Cikarang. Tokoh kesesatan tersebut menyambangi rumah salah satu pengikut syiah militant di kawasan Cikarang. Mereka dengan bangganya mengadakan ritual Ramadan khas syiah. solat disertai doa-doa. Tidak ada salat tarawih tentunya, karena menurut syiah, tarawih adalah bid’ah.







Tarawih secara sejarah, hanya dilakukan sejak jaman Umar Ra, menurut mereka. Mereka tidak bisa menjawab, ketika Rasul pernah menjalankan tarawih berjamaah dengan para sahabat, lalu menghentikannya karena dikhawatirkan kelak akan diwajibkan, sedang para sahabat Ra melanjutkan sunnah tersebut dan Rasul SAW tidak mengingkarinya. Ini bukti bahwa Rasul saw menyetujui apa yang dilakukan oleh para sahabatnya RA. ( Ahmad Hasyim- Faktasyiah )

Senin, 29 Juni 2015

Syiah mendirikan pesantren baru di Sulawesi tahun ini (2015)



Kaum muslimin dikejutkan dengan pembuatan pesantren syiah di daerah Sulawesi Selatan. Dalam rangka peletakan batu pertamanya, direktur ICC (pusat penyebaran syiah di Indonesia) Sayyid Musawi, turun langsung ke lapangan.
Berkat wakaf dari salah seorang warga Sulawesi Selatan, maka syiah mengambil langkah strategis terkait pengkaderan. Jika di situ ada pesantren, sudah pasti akan ada ustadnya dan yayasan yang kelak akan menjadi corong penyebaran syiah.
Maka kami prihatin jika masyarakat Sulawesi tidak sadar, maka kedepan akan terjadi gesekan, jika mereka sudah kuat dan melakukan ritual-ritual yang melaknat sahabat dan mengajak warga sekitar agar meninggalkan ajaran Islam menuju ajaran syiah. 5 tahun mendatang sudah pasti mereka akan mulai mengajak ke ajaran tersebut. selain direktur ICC, tampak juga tokoh syiah dari Jakarta dan juga pemberi wakaf tanah ikut hadir dalam peletakan batu pertama tersebut. Kejadian ini terjadi masih di tahun 2015.