Kamis, 19 Oktober 2017

SIKAP MUHAMMADIYAH TERHADAP SYIAH

Klarifikasi Majalah Tabligh Terkait Tulisan “Sikap Resmi Muhammadiyah Terhadap Syiah”

oleh : Buya Risman Muchtar


Assalamu’alaikum Wr wb, karena menyebut-nyebut Majalah Tabligh sebagai sumber berita dan memang banyak media yang menjadikan Majalah Tabligh sebagai rujukan berkenaan dengan berita sikap resmi Muhammadiyah tentang Syiah, bersama ini saya sebagai wakil pemimpin umum menyampaikan resmi sebagai berikut:
Pertama; berita resmi tersebut kami muat dari sumber pertama Bapak Prof. DR. H. Yunahar Ilyas, MA yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tarjih, Tajdid dan Pemikiran Islam. Adalah Saudara Agus Trisundani yang pada waktu itu yang melakukan chek and recheck, dan setelah itu Saudara Firmansyah saya tugaskan untuk melakukan wawancara dengan Prof. DR Yunahar Ilyas, MA.
Saya ingin menegaskan bahwa apa yang dimuat oleh Majalah Tabligh tentang Sikap Resmi Muhammadiyah terhadap Syiah berasal dari sumber yang valid dan terpercaya. Bila ada pihak-pihak yang meragukan, silahkan konfirmasi langsung kepada sumber pertama.
Kedua; berita tersebut kami muat untuk menjawab kegelisahan dan kekhawatiran warga Muhammadiyah yang mengikuti pergerakan Syiah di Indonesia, sementara ada tokoh-tokoh Muhammadiyah yang membuat pernyataan yang isinya seolah-olah Syiah tidak ada masalah. Selain itu juga hdisinyalir ada oknum kader Muhammadiyah yang terindikasi syiah dan menjadi orang kepercayaan Syiah di Indonesia. Di beberapa PTM berdiri Iran Corner yang juga membuat kecurigaan masyarakat dan warga Muhammadiyah bahwa Muhammadiyah  sudah kemasukan Syiah.
Ketiga; sejak dimuatnya berita tersebut sampai sekarang , tidak pernah ada bantahan baik secara pribadi maupun secara resmi, lisan atau tertulis dari PP. Muhammadiyah bahwa berita yang dimuat Majalah Tabligh itu tidak benar, termasuk Bapak Prof Dr. Din Syamsuddin, MA yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua umum PP Muhammadiyah.



Keempat; Majalah Tabligh meyakini bahwa sikap resmi Muhammadiyah tentang Syiah yang dimuat di Majalah Tabligh tersebut, sesuai dan sejalan dengan faham agama yang tertera di dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM).
Kelima; berita tersebut telah menyelamatkan citra Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi munkar yang bersumber Alquran dan Assunnah dari kecurigaan masyarakat seolah-olah Muhammadiyah sudah kemasukan Syiah.
Demikianlah pernyataan resmi ini saya buat mewakili seluruh pimpinan dan redaktur Majalah Tabligh, dan siap untuk bertanggung jawab dunia akhirat, wassalam

SUMBER : sangpencerah.com

MUHAMMADIYAH DAN SYIAH, PASCA ASYURO 2017 KEMARIN

HINA SAHABAT RASULULLAH , MUHAMMADIYAH AKAN POLISIKAN SYIAH

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Makassar, KH M Said Abd Shamad, Lc., mengancam akan melaporkan panitia pelaksana kegiatan Asyura kaum Syiah yang berhasil digagalkan aktivis gabungan ormas Islam di Hotel Grand Clarion Makassar, Ahad (1/10/2017) lalu.




































Menurutnya, rencana pelaporan kepada kepolisian itu berkaitan dengan buku doa yang disebar panitia dan dibaca oleh para jamaah, yang isinya  menghina sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam.
“Di dalam buku doa itu terdapat sejumlah halaman yang berisi doa khusus melaknat sahabat Nabi Muhammad Shallalahu alaihi Wassalam. Meski tidak disebutkan secara jelas, namun mereka menuliskan orang zalim yang pertama, kedua, ketiga, serta keempat, dan ini ditujukan kepada sahabat Abubakar, Umar, Usman, Muawiyah,” kata Kyai Said.

Dia memastikan, buku doa itu akan dijadikan barang bukti di kepolisian agar para panitia pelaksana dan pengurus lembaga Syiah segera diproses.
“Kami juga telah mengkoordinasikan persoalan ini kepada Ketua MUI Sulsel, KH Sanusi Baco, dan beliau berjanji akan membicarakan di internalnya dulu,” ujar Kyai Said, yang juga selaku ketua Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) Indonesia Timur, seusai bersilaturahim di kediaman Kyai Sanusi Baco di Jalan Kelapa III, Kota Makassar, Rabu (4/10/2017) pagi tadi.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim Makassar, Abdullah Mahir, menyatakan siap mendampingi Pimpinan Daerah Muhammadiyah memasukkan laporan.
Ia juga telah memastikan akan terlebih dahulu melakukan gelar perkara bersama dengan jajarannya guna memastikan adanya indikasi penistaan agama yang dilakukan kelompok Syiah.

CATATAN KAMI

Dengan berita di atas, maka pihak syiah dengan beberapa medianya menyerang habis berita tersebut. Mereka menyebut bahwa Muhammadiyah tidak anti syiah. Mereka sibuk dengan mencari propaganda bahwa selama ini syiah dan muhammadiyah tidak saling mempermasalahkan.

Tidak berapa lama, maka sayap media muhammadiyah menyatakan bahwa muhammadiyah tegas terhadap syiah. Berikut kami kutipkan dari web sangpencerah.com yang merupakan klarifikasi sikap muhammadiyah terhadap syiah, sehingga apa yang diklaim syiah bahwa syiah mendapat support dari muhammadiyah keliru.

Memang menjadi momok bagi syiah, jika ormas NU dan Muhammadiyah bersikap tegas terhadap ajaran syiah. Pendiri NU sendiri sudah jelas menyatakan sikap aqidah NU terhadap pencela sahabat. Sementara Muhammadiyah juga beraqidahkan aswaja yang seraing dituduh syiah sebagai wahabi.

Syiah juga sangat gencar menyerang rekomendasi MUI terkait ajaran syiah, padahal kita tahu bahwa para pengurus MUI itu terdiri dari unsur NU dan Muhammadiyah sebagai ormas islam terbesar dan tertua di Indonesia






































Tulisan salah satu pengurus Muhammadiyah Makassar yang dimuat di koran setempat pada bulan oktober 2017 ini























Selanjutnya pihak muhammadiyah mendatangi kantor redaksi dan merasa keberatan dengan judul dan isi berita diatas. Akan tetapi pihak koran sudah mempertimbangkan dalam memuat berita tersebut

( Ahmad Hasyim)

Selasa, 10 Oktober 2017

DOKUMENTASI PENOLAKAN ACARA ASYURO SYIAH DI JAWA TENGAH

Berikut ini adalah bukti penolakan warga terhadap acara syiah yang dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2017 kemarin.


Senin, 09 Oktober 2017

KEGIATAN YAYASAN SYIAH DI CONDET MENJELANG ASYURO 2017

Salah satu Yayasan tertua syiah, yang berada di Jakarta adalah Yayasan Fatimah yang terletak di Condet. Meski sekarang aktifitas dakwahnya agak meredup pasca terjadinya tekanan dari kaum sunni di Indonesia, tapi untuk kegiatan rutin tahunan tetap bisa dilakukan. diikuti oleh penganut syiah dan para simpatisannya, mereka mengadakan cara duka tiap malamnya.
 berikut adalah rilisan broadcash yang disebarkan ke dunia maya :





Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat Datang Bulan Penuh Duka
Yayasan Fatimah Mengundang ikhwan & akhwat pada Acara Peringatan Malam-Malam Mulia Bulan Muharram 1439 H.
Di Mulai pada hari Kamis Malam Jum'at tanggal 21 September 2017 sampai dengan Tanggal 2 Oktober 2017
Pukul : 19.00
Bersama:
1. Ustad Muhammad BSA
2. Ustad Ahmad Baraqbah
3. Ustad Hasan Dalil Alaydrus
4. Ustad Usman Shahab
5. Ustad Hafidz Alkaff
6. Ustad Musa Kadhim Al Habsyi
7. Ustad Fuad Hadi
8. Ustad Muhammad Syueb
9. Ustad Toha Musawa
10. Ustad Bagir Alatas

Mohon bantu sebarkan
Wassalam
Yayasan Fatimah:
Jl. Batu Ampar  III No.14 Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur.
021-80880066
Sms/wa: 085710001414


Minggu, 08 Oktober 2017

JADWAL KEGIATAN 10 MALAM MENJELANG ASYURO 2017 DI ICC JAKARTA

ICC sebagai pusat syiah di Indonesia mengadakan ritual di tiap malamnya. Ini Lazim dilakukan oleh komunitas syiah. Pada tiap malam, mereka membaca bacaan dan diakhiri dengan doa.
Ini adalah yang dirilis resmi oleh media mereka sekaligus seabgai publikasi kepada masyarakat umum :


 (Ahmad Hasyim, Okt 17)