Selasa, 22 Mei 2018

SALAT, PUASA, ZAKAT DAN HAJI KAUM SUNNI TIDAK SAH MENURUT SYIAH

Ini adalah salah satu keyakinan syiah yang sesat dan batil. Keyakinan bahwa amalan itu harus dilandasi dengan penerimaan konsep syiah yaitu wilayah. Jika tidak menerima, maka puasanya tidak sah. Bagaimana dengan pengikut syiah di Indonesia? apakah juga meyakini hal demikian. Tentunya ada berbeda sesuai dengan kadar kesyiahan masing-masing.

Maka selamatkan diri anda dan keluarga anda dari ajaran syiah. Ajaran yang aneh dan nyeleneh.
Saksikan tayangan berikut ini :


DPP ABI DI BANJARNEGARA, BUKTI SYIAH EKSIS DI DAERAH ITU

Bertempat di Yayasan Al Khoerot Bawang Banjarnegara, Sabtu (29/04/2018), sebanyak 22 kader syiah ABI Jawa Tengah ikut serta dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) yang diselenggarakan oleh DPW ABI Jawa Tengah sesuai instruksi DPP ABI. Kegiatan ini merupakan upaya penguatan kader dalam perannya sebagai ujung tombak pergerakan syiah sebagai sebuah organisasi, demikian disampaikan oleh Ustaz Jawad, Ketua Bidang Pendidikan Kader DPP ABI yang hadir dalam kegiatan Monev tersebut.

Selain Ustaz Jawad, hadir pula dalam Monev tersebut adalah Ustaz Arief yang merupakan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Kader DPP ABI. Sedangkan dari DPW ABI Jawa Tengah yang menghadiri Monev tersebut diwakili Ustaz Muh. Syueb dan Ustaz Najib Husen dari bidang Kaderisasi dan Keorganisasian.



Menurut Bapak Suroso, Wakil Ketua DPD ABI Banjarnegara, sebanyak 22 kader yang hadir dalam Monev di Banjarnegara adalah kader syiah ABI Jawa Tengah bagian selatan yang telah mengikuti Pelatihan Tingkat Dasar (PTD) di Bandungan Semarang dan Baturaden Purwokerto.
“Mereka juga merupakan perwakilan dari empat DPD ABI Jawa Tengah bagian selatan yaitu DPD ABI Wonosobo, DPD ABI Banjarnegara, DPD ABI Purbalingga serta DPD ABI Purwokerto”, kata Bapak Suroso.

Beliau menjelaskan lebih jauh bahwa demi tercapainya tujuan Monev sebagaimana yang disampaikan bidang Pendidikan dan Kader DPP ABI, maka diperoleh kesepakatan dalam bentuk penugasan terhadap masing-masing kader pada satu bidang pengabdian dalam jangka waktu tiga bulan dengan melaporkan perkembangan dari tugas yang diembannya setiap dua minggu sekali.
Berkaitan dengan kegiatan Monev ini, Bapak Suroso juga mengatakan bahwa dilihat dari kehadiran dan semangat kader serta proses perjalanan selama Monev, bisa dikatakan bahwa kegiatan ini telah berjalan sukses.

“Kami juga berharap Monev ini akan lebih membakar semangat kader dalam pengabdiannya kepada umat, dan semakin kompak untuk semua elemen yang ada pada semua syiah, serta tersadarkannya jemaah syiah terutama di Jawa Tengah bagian selatan ini untuk lebih memaksimalkan pengabdiannya kepada umat,” pungkas Bapak Suroso.

Ini merupakan warning, bahwa syiah di Jawa tengah tidak hanya di Semarang, Pekalongan dan Jepara saja. Tapi sudah merambah ke Jawa bagian selatan. ABI merupakan ormas syiah yang bergerak secara aktif menjalankan dakwah syiah di tengah masyarakat. Selain kegiatan internal syiah, mereka juga mengadakan berbagai program yang  mengarah pada mengajak syiah kepada masyarakat yang akidahnya masih awam dan mudah dipengaruhi. Ini diikuti juga biasanya dengan kegiatan sosial dalam rangka mencari simpati dan dukungan dari masyarakat.

PENGUNGSI SYIAH TETAP MELAKUKAN RITUAL SYIAH

Setelah enam tahun terusir dari tanah kelahirannya, karena ulah mereka melanggar kesepakatan dengan MUI dan warga setempat, ratusan Muslimin Syiah Sampang tetap melakukan ritual syiah. Harapan aar bisa pulang kampung selalu kandas di tengah jalan karena pemerintah tidak mau ambil resiko terjadinya konfik lagi. Bahkan informasi terbaru dari salah satu tokoh anti syiah menyebutkan bahwa sudah ada 4 orang yang kembali ke sampang dikarenakan mereka sudah bertobat.

Para pengungsi syiah meyakini bahwa keadilan akan datang untuk mereka sebagaimana janji Allah swt yang disampaikan melalui lisan suci Rasulullah saw, bahwa bumi akan tegak dengan adanya seorang pemimpin dari kalangan syiah yaitu Imam Mahdi syiah.
Hari Jum’at siang (4/5/2018), ratusan pengungsi syiah Sampang di Rusunawa Puspa Agro Sidoarjo, Jawa Timur berkumpul mengadakan peringatan hari lahir (Milad) Imam Mahdi, sebagai bukti bahwa mereka berdiri dalam barisan orang-orang yang meyakini akan janji Allah, sekaligus wujud kecintaan pada Imam syiah yang dinantikan. Mereka menyebutnya dengan imam mahdi al muntazar.

Ustaz syiah, Abdillah Ba’bud dalam ceramahnya di acara itu menyampaikan bahwa Imam Mahdi adalah sosok agung yang dinantikan oleh semua manusia apapun agamanya, kepercayaannya, mazhabnya, suku dan rasnya. “Semua menanti beliau sebagai sosok penyelamat, meskipun berbeda-beda dalam menyebut dan menamai beliau,” tuturnya.
Selain Ustaz Abdillah-Ketua DPW ABI Jatim-, hadir pula dalam acara, Sekretaris DPW ABI Jatim, Ustaz Habib Ali Ridho Assegaf dan Muadz Dimyati.





Rangkaian peringatan Milad Imam Mahdi Afs, yang terselenggara bersama DPW ABI Jawa Timur ini diisi dengan pembacaan Al-Quran Surah Yasin, pembacaan Maulid, ceramah agama, nonton bareng film animasi “Putri Romawi (Ibunda Imam Mahdi Afs)”, pembagian sembako, dan obat-obatan. Ini menunjukkan bahwa dakwah syiah yang dilakukan oleh tajul muluk sudah berhasil. Terbukti meski mereka di pengungsian, masih dengan militan bisa melaksanakan ritual khas ala syiah. Inilah yang dikhawatirkan oleh MUI sampang jika mereka kembali ke sampang, akan berkembang dan tidak bisa memenuhi kesepakatan sehinga konfik pasti tidak terhindarkan.

PERKEMBANGAN SYIAH JAWA TENGAH DAERAH BANJAR NEGARA

Syiah di Jawa Tengah yang diwadahi ABI Jawa Tengah di daerah Banjarnegara, Sabtu (29/4/2018) melakukan program pengembangan potensi ekonomi. Salah seorang syiah kader DPD ABI Banjarnegara, Wahyono, bekerjasama dengan Edi Pranoto dari kader DPD ABI Purbalingga, memulai pelaksanaan tugas dan komitmennya dengan menyiapkan lahan budidaya ikan.

Komunitas syiah ini melakukan kerja sama antar daerah. Edi Pranoto dalam hal ini sebagai penyedia lahan untuk pembuatan kolam. Sedangkan budidaya ikan akan dikelola oleh Wahyono. Keduanya telah merencanakannya secara matang karena melihat adanya peluang pasar yang cukup menjanjikan.
“Setiap hari, setidaknya sebagaimana yang kita lihat di sekeliling kita, baik pasar tradisional maupun pasar modern, rumah makan biasa maupun restoran, membutuhkan ketersediaan ikan cukup besar. Ini juga sebagai efek adanya kebutuhan masyarakat pada umumnya akan konsumsi ikan sebagai pasokan protein hewani dalam pemenuhan kebutuhan makanan.” Kata Wahyono.



“Jadi jika kita mampu menyediakannya dalam skala besar, otomatis keuntungan dari budidaya ikan ini akan mampu mengangkat sisi perekonomian kita. Dengan begitu, diharapkan akan lebih maksimal pengabdian kita nantinya dalam perjuangan untuk umat,” sambung Wahyono.
Sementara itu Bapak Abdul Aziz seorang syiah, yang menjabat sebagai sekretaris DPD ABI  Purbalingga yang ditemui secara terpisah menyatakan kegembiraannya dan menyambut antusias akan kerjasama kadernya dengan kader DPD ABI Banjarnegara dalam pengembangan potensi sebagai hasil dari Monev di Banjarnegara.

“Ini adalah kerjasama produktif antar kader DPD ABI Jawa Tengah bagian selatan. Kami berharap, kegiatan-kegiatan semacam ini terus dikembangkan, dan diikuti pula oleh teman-teman dari DPD lainnya demi meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.” Katanya.
Ini menunjukkan bahwa syiah, sekarang sedang bergerak. Tidak hanya di bidang dakwah, mereka juga menggarap bidang ekonomi. Mengingat sebuah program dan proyek pasti membutuhkan pendanaan. Syiah sebagai sebuah gerakan dengan banyak proyek dakwah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ini harus menjadi perhatian umat islam. Jika nantinya syiah bisa berkembang maka potensi terjadinya konflik di masyarakat sangat besar. Ajaran aqidah syiah yang berbeda menjadi pontensi konflik di depan mata.

Jika umat islam menghormati para sahabat radliallahu anhum, maka syiah melaknat para sahabat dan menentang kebijakannya. Ini sudah terbukti dengan adanya konfik di Pekalongan, di Sampang Madura, di Jember jawa timur dan juga di Bangil. Mari selamatkan aqidah umat islam dari penyimpangan.

WAPRES IRAN: TIDAK ADA KONFLIK SUNNI-SYIAH DI NEGARANYA, ANDA PERCAYA?


Wakil Presiden Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, Masumeh Ebtekar, menyatakan bahwa tidak pernah ada konflik antara Sunni dan Syiah, khususnya di dalam negeri Iran.
“Saya pikir kami tidak memiliki konflik terkait dengan Sunni dan Syiah. Dengan masyarakat Sunni kami sudah tinggal bersama sejak negara kami berdiri. Sunni dan Syiah tinggal bersama di berbagai daerah di Iran, banyak dari mereka menikah, jadi kami tidak memiliki masalah,” ucap Ebtekar, Bogor, Selasa (1/5/2018).


Disisi lain, kita akan menemukan fakta bahwa banyak tahanan politik sunni yang dihukum mati. Pendirian masjid sunni yang dilarang. Bahkan yang lebih mencengangkan adalah tidak adanya masjid sunni di Ibukota Iran. Padahal banyak ditemukan adanya biara yahudi dan juga gereja nasrani. Fakta ini dikuatkan dengan bukti bahwa sebagian pejabat sunni yang datang ke Iran kesulitan untuk melaksanakan solat jumat di masjid Sunni. Sehingga para pejabat KBRI pun mereka melakukan solat di kantor mereka, karena tidak adanya masjid sunni di dekat mereka.
Hal yang tidak dapat disembunyikan jika memang tidak ada diskriminasi terhadap sunni. Anda masih percaya bahwa tidak ada konfik sunni dan syiah di Iran? Dengan keberadaan masjid sunni saja mereka takutnya bukan main.
Tidak hanya di Tehran, tapi dikota2 besar iran tidak ada masjid sunni, yaitu Asfahan, Syairazdan Yazd. Mereka juga menghancurkan masjid dan sekolah sunni dan menganggap bahwa masjid tersebut adalah masjid dlirar.
Dan masih banyak fakta lain yang menunjukkan bahwa syiah sangat memusuhi sunni dan menekan secara politik dan melakukan diskriminasi sehingga muslim sunni tidak berkembang di iran.