Senin, 27 Juli 2015

CARA SALAT SYIAH :Shalat Idul Fitri dan Idul Adha

Dalam buku Fiqih Imam Jafar Shadiq karya Muhammad Jawad Mughniyah (terbitan Lentera, 2004, halaman 250-252) disebutkan Imam Jafar Shadiq as berkata: “Shalat dua hari raya adalah wajib, begitu juga shalat kusuf.” Beliau as juga berkata: “Tidak ada shalat pada dua hari raya kecuali bersama imam. Jika kamu shalat sendiri tidak apa-apa.”

Imam Jafar Shadiq menerangkan bahwa dalam shalat Idul Fitri dan Idul Adha tidak ada azan dan iqamah, hanya panggilan berupa: Ash-sholaah (sebanyak tiga kali). Shalat dilakukan sebelum khutbah Idul Fitri.
Imam Abu Jafar Shadiq (Imam Muhammad Al-Baqir as) berkata: “Dalam shalat dua hari raya, seseorang mengucapkan takbir sekali untuk membuka shalat. Kemudian membaca ummul kitab (fathihah) dan surah. Lalu takbir lima kali sambil membaca doa qunut di antara takbir tersebut. Setelah itu takbir sekali untuk rukuk. Pada rakaat kedua membaca ummul kitab dan surah. Rakaat pertama membaca surah Al-A’la dan rakaat kedua membaca surah Asy-Syams.  (Selesai membaca surah Asy-Syams) bertakbir empat kali dengan membaca qunut di antara setiap takbirnya. Lalu takbir sekali untuk rukuk.”
Rangkaian shalat Idul Fitri dan Idul Adha adalah: Takbir, baca fathihah kemudian membaca surah al-A’la, takbir lima kali dengan membaca doa qunut di antara takbir, takbir lagi kemudian rukuk, I’tidal, sujud, iftirasy (duduk di antara dua sujud), sujud, dan kembali berdiri untuk rakaat kedua. Selesai baca fathihah kemudian membaca surah Asy-Syams. Takbir empat kali dengan membaca doa qunut di antara takbir, takbir lagi kemudian rukuk, I’tidal, sujud, iftirasy (duduk di antara dua sujud), sujud, dan tasyahud hingga salam.
Para fuqaha dari Syiah Imamiyah atau mazhab Ahlulbait sepakat bahwa wajibnya shalat idul fitri dan idul adha ketika Imam Maksum hadir. Namun, di antara fuqaha juga ada yang menyatakan mustahab dilakukan masa gaibnya Imam Mahdi as.
Sebagaimana disampaikan oleh Ayatulllah Sayid Ali Khamenei (Istiftaat Imam Ali Khamenei, al-shia.org yang diterjemahkan dan dimuat dalam situs Hauzah Maya) bahwa:
 “Pada saat ini, para wakil (mumatstsil) wali faqih yang diberi izin untuk menyelenggarakan shalat id. Demikian pula para imam jumat yang ditunjuk olehnya boleh mendirikan shalat id berjamaah. Ada pun selain mereka, sesuai ahwath, hendaknya melaksanakan shalat id secara furada (perorangan), dan boleh melakukannya secara berjamaah dengan niat raja’, tidak dengan niat wurud (dengan hanya berharap dan tanpa memastikan bahwa hal itu benar-benar diajarkan dalam syari’at, pent.). Namun bila maslahat menuntut hanya satu shalat id diselenggarakan di satu kota, maka sepatutnya selain imam Jumat yang ditunjuk oleh wali faqih tidak mendirikannya.”
Demikian tata cara shalat Idul Fitri dan Idul Adha menurut mazhab Ahlulbait (Syiah Imamiyah/Dua Belas Imam). 

SUMBER : situs syiah aliran IJABI

Kamis, 09 Juli 2015

INIKAH LASYKAR SEMI MILITER SYIAH




Syiah sebagai sebuah aliran yang berbasis ideologi, memiliki komponen untuk mendirikan sebuah negara. Contoh negara yang sudah ada adalah negara Iran. Maka tidak heran jika revolusi Iran sebagai model penyebaran syiah dalam menguasai suatu negara. 
Tidak kalah juga, ada yang model milisi, seperti di Lebanon. Milisi yang secara resmi dan legal, bisa memiliki senjata dan bisa menjalankan programnya, mendukung dakwah syiah di kawasan tersebut.
Di Indonesia, Syiah juga sudah melakukan persiapan dan tahapan tersebut. Berkenaan dengan laskar, maka syiah sudah punya persiapan yang rapi. kita bisa melihat laskar mereka, jika sedang diadakan ritual resmi syiah. Tim fakta syiah, menemukan bahwa laskar syiah ditiap wilayah sudah terbentuk. basis mereka adalah organisasi kepemudaan syiah dan lembaga-lembaga pendidikan syiah. Laskar syiah biasa dipasok dari almuni YAPI Bangil, AlHADI pekalongan, Madinatul ILMI depok dll.

Ini adalah penampkan laskar pada acara pengamanan acara wajib syiah yaitu Asyuro. Mereka adalah laskar yang diterjunkan untuk mensukseskan misi mereka menjalankan ritual sehingga acara berlangsung khidmad tanpa ada gangguan dari umat Islam.(Tim Fakta Syiah)










Selasa, 30 Juni 2015

TOKOH SYIAH IRAN BLUSUKAN KE CIKARANG DAN BANGKA BELITUNG



Setelah kemarin dihebohkan dengan kunjungan dai syiah ke Kupang NTT, dan akhirnya ada reaksi dari MUI dan Tokoh masyarakat setempat ( lihat : http://www.syiahindonesia.com/2015/06/targetkan-kupang-syiah-berencana-adakan-safari-ramadhan.html ), maka di pelosok negeri pun syiah merajalela.
Tim kami memantau, ternyata para dai syiah tidak hanya ke lokasi yang sudah terdeteksi masyarakat. Mereka juga mengadakan kunjungan dan safari dakwah ke propinsi yang lain. Menurut sumber syiah yang kami ikuti, ada satu dedengkot syiah yang blusukan ke daerah BANGKA BELITUNG. 

DAI SYIAH DARI IRAN BLUSUKAN KE BANGKA BELITUNG
Memang di BABEL, kegiatan syiah relative aman, karena kondisi masyarakat yang relative cuek dengan kondisi sekitar. Di situ strategi syiah dimainkan. Berikut bukti nyata bahwa syiah sudah diimpor dari Iran langsung. Tidak hanya ajarannya, tapi sak orang-orangnya sekalian. Mari, bangkit tolak syiah di bumi nusantara yang damai ini ini, atau akan terjadi banyak konflik dikemudian hari.




























DAI SYIAH DARI IRAN BLUSUKAN KE CIKARANG
Dipinggiran ibu kota tidak luput dari sasaran dakwah syiah. tim kami mendeteksi, kyai syiah dari Iran, blusukan juga ke daerah Cikarang. Tokoh kesesatan tersebut menyambangi rumah salah satu pengikut syiah militant di kawasan Cikarang. Mereka dengan bangganya mengadakan ritual Ramadan khas syiah. solat disertai doa-doa. Tidak ada salat tarawih tentunya, karena menurut syiah, tarawih adalah bid’ah.







Tarawih secara sejarah, hanya dilakukan sejak jaman Umar Ra, menurut mereka. Mereka tidak bisa menjawab, ketika Rasul pernah menjalankan tarawih berjamaah dengan para sahabat, lalu menghentikannya karena dikhawatirkan kelak akan diwajibkan, sedang para sahabat Ra melanjutkan sunnah tersebut dan Rasul SAW tidak mengingkarinya. Ini bukti bahwa Rasul saw menyetujui apa yang dilakukan oleh para sahabatnya RA. ( Ahmad Hasyim- Faktasyiah )

Senin, 29 Juni 2015

Syiah mendirikan pesantren baru di Sulawesi tahun ini (2015)



Kaum muslimin dikejutkan dengan pembuatan pesantren syiah di daerah Sulawesi Selatan. Dalam rangka peletakan batu pertamanya, direktur ICC (pusat penyebaran syiah di Indonesia) Sayyid Musawi, turun langsung ke lapangan.
Berkat wakaf dari salah seorang warga Sulawesi Selatan, maka syiah mengambil langkah strategis terkait pengkaderan. Jika di situ ada pesantren, sudah pasti akan ada ustadnya dan yayasan yang kelak akan menjadi corong penyebaran syiah.
Maka kami prihatin jika masyarakat Sulawesi tidak sadar, maka kedepan akan terjadi gesekan, jika mereka sudah kuat dan melakukan ritual-ritual yang melaknat sahabat dan mengajak warga sekitar agar meninggalkan ajaran Islam menuju ajaran syiah. 5 tahun mendatang sudah pasti mereka akan mulai mengajak ke ajaran tersebut. selain direktur ICC, tampak juga tokoh syiah dari Jakarta dan juga pemberi wakaf tanah ikut hadir dalam peletakan batu pertama tersebut. Kejadian ini terjadi masih di tahun 2015.










Selasa, 16 Juni 2015

Fakta Menarik Kaum Syiah di Saudi, "Catatan fakta tak terbantahkan"

Bagaimana kehidupan kaum Syiah dinegeri Saudi Arabia? Berikut pengalaman saya selama tinggal hampir dua tahun di kota Dammam, ibukota propinsi timur Saudi, dimana mayoritas kaum Syiah 10-15 persen dari 28 juta penduduk Saudi tinggal di kota ini dan kota-kota kecil sekitarnya, seperti al Qathif, al Hasa, dan al Khobar.





Cerita ini berdasar pengalaman pribadi berinteraksi dengan orang-orang Syiah yang saya lihat dan saya temui, kebetulan saya bekerja sebagai therapist di klinik seorang dokter yang berpaham Syiah juga, walau cenderung liberal, mungkin karena lama menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Banyak pasiennya yang tentu orang-orang Syiah. Dari merekalah saya bisa sedikit mengorek cerita, dengan sedikit obrolan. Selain itu dapat cerita dari teman-teman TKI yang berprofesi menjadi driver atau penjaga toko dan mempunyai bos orang Syiah juga.

Arti Syiah
 Syiah menurut bahasa Arab bermakna 'pembela atau pengikut seseorang' atau 'setiap orang yang berkumpul diatas suatu perkara' (Azhari Tadzzhibul Lughah, III/61, Azzabidi Tajul Arus, V/405). Adapun menurut terminologi syariah dapat diartikan, 'Mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib lebih utama dari seluruh sahabat dan lebih berhak memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau (Ibnu Hazm, Al-Fishal fil Milal wal Ahwa wan Nihal, II/113). Walau dalam sejarahnya terpecah menjadi beberapa sekte, namun yang sering diangkat dan menjadi perdebatan adalah sekte Imamiyah atau Rafidhah.

Aman
Sebagai kaum 'minoritas' di negeri yang dianggap Wahabi bagi sebagian orang, kaum Syiah relatif aman dalam beraktivitas hariannya. Dalam bekerja atau ibadah. Ada beberapa masjid Syiah berdiri dikota-kota propinsi timur ini, meski ada beberapa yang ditutup oleh pemerintah karena alasan yang saya tidak tahu. Walau ada riak-riak kecil demonstrasi seperti yang terjadi di kota Qathif akhir tahun lalu yang menimbulkan korban jiwa, namun secara umum terlihat adem ayem. Bandingkan dengan kaum Sunni yang menjadi minoritas dinegeri-negeri mayoritas Syiah.

Sholat Jumat tidak Wajib
Pada awal-awal tinggal di Dammam, saya merasa heran ketika adzan sholat Jumat telah dikumandangkan, masih banyak orang Arab yang nyantai di tinggal dirumah (saya tinggal diapartemen yang banyak dihuni orang-orang lokal). Setelah mencari tahu apa alasannya, saya baru ngeh' ternyata berbeda dengan kaum Sunni yang mewajibkan laki-laki untuk Jumatan, dalam Syiah dinamakan ikhtiyaary, boleh memilih sholat Dhuhur atau sholat Jumat.

Nikah Mutah'
Seperti yang pernah saya tulis tahun lalu, sekitar bulan Juni atau Juli adalah saat maraknya kawin kontrak atau mutah'. Mayoritas pasien yang pernah saya tangani pernah berlibur ke Indonesia, dan sangat hapal nama-nama Jakarta, Puncak, Bogor, Sukabumi, Bandung, dimana di beberapa daerah tersebut banyak kawin kontrak, antara turis Arab dan wanita-wanita lokal.

Banyak Nama Ali dan Husain
 Lazimnya penduduk Saudi Arabia, banyak nama anak lelaki yang menggunakan nama Nabi dan sahabatnya, seperti Muhammad atau Ahmad, Abu Bakar, Umar, Usman atau Ali. Namun dikalangan kaum Syiah, nama yang paling populer tentu saja Ali atau anak beliau terutama Hussain. Jangan berharap ada nama Abu Bakar, Umar dan Usman untuk anak laki-laki dikalangan mereka.
Itu saja beberapa yang bisa saya ceritakan, masih banyak cerita lain sebenarnya, seperti sholat wajib mereka yang hanya tiga waktu, tata cara sholatnya, bagaimana bila mereka saling bertemu, beberapa toko di Qathif sudah berani tetap buka ketika adan dikumandangkan. Namun yang pasti betapa susahnya menyatukan antara Sunni dan Syiah, karena jelas ada perbedaan tajam pada hal-hal pokok dalam agama ini. Seperti minyak dan air. Wallahu'alam...
Dammam, 02/05/2013

tambahan dari kolom komentar :

Djie Enk02 Mei 2013 22:29:57

di bahrain banyak banget orang syiahnya..begitupun rekan kerja saya dan mereka2 ini jg keluarga2nya ada jg yg sebagian di saudi daerah timur jg, seperti dammam, qatif khobar dll. -tidak ada nama aisyah untuk wanitanya. -kalau buka puasa akan lebih lama setidaknya 15 menit setelah adzan. berbeda dengan muslim suny yg harus menyegerakan buka puasa setelah mendengar adzan. dan yg paling rame adalah perayaan asyura. banyak cerita yg saya dapat selama tinggal bersama mereka, terlalu sensitif kadang kalau saya tulis semua hehehe...


Nessma Zweina Majid03 Mei 2013 00:50:19

saya suka mantengin tv Al zahra(Tv syiah yg disiarkan dari Karbala-Iraq)..kalo azan ada beda dulu lafasnya.. trus kalo ada cermah dimasjid..mereka seperti bukan sedang ceramah agama tapi lebih seperti sedang konser ..ada tepuk tangan,ada gerakan seperti tari saman..yg menepuk dada secara serempak...jadi suaranya memang keras banget karena dilakukan oleh ribuan orang.. saya rasa hanya dg dakawahlah..agar mereka tidak menyimpang terlalu jauh.. http://www.youtube.com/watch?v=FulPwb_BmzM
Balas

sumber : http://www.kompasiana.com/www.warungaqiqah.com/fakta-menarik-kaum-syiah-di-saudi_551f6dda813311f0379df076