Rabu, 26 November 2014

SYIAH SUDAH MASUK KE AMBON, SUNNI HARUS WASPADA!



SYIAH SUDAH MASUK KE AMBON, SUNNI HARUS WASPADA!



                        Waspadai gerakan syiah di Ambon.. inilah pentolan-pentolannya..

Bukan gerakan syiah kalau tidak licik. Mereka akan menggunakan segala cara agar tujuan mereka yaitu menyebarkan ajaran syiah di bumi nusantara itu berhasil. Tidak terkecuali di wilayah bagian timur Indonesia. Bahkan tidak tanggung-tanggung. Mereka bisa menduduki posisi strategis di pemerintahan. Mereka pernah memimpin menjadi kepala kementrian agama wilayah Maluku. Demikian menurut kontributor tim faktasyiahindonesia.com. Masjid raya al Fattah yang menjadi saksi sejarah atas pembantaian kaum muslimin oleh orang Kristen pun tidak luput dari dakwah syiah. 
                           sumber foto : gerbongtiga.wordpress.com
                          sumber foto : http://farhanihsan.blogspot.com/
                sumber foto : gerbongtiga.wordpress.com
Bukti akan hal itu adalah Jumat kemarin (21 November 2014) , Khotbah Jumat di Masjid Raya Al Fatah Ambon, di isi orang Syiah yang didatangkan dari daerah Condet Jakarta timur. Ustad tersebut utusan dari Yayasan Fatimah, salah satu yayasan Syiah tertua di Indonesia. Ini menjadi ancaman nyata bahwa syiah sudah sedemikian jauh melangkah. Tidak hanya di kota besar, seperti terungkap bahwa masjid Istiqlal, masjid terbesar se Asia tenggara, bisa di masuki ‘ulama Syiah’ yang datang dari pusat syiah dunia yaitu Iran. Maka di pelosok nusantara, di ada dai syiah  yang di datangkan dari salah satu basis syiah di Jakarta yaitu daerah Condet.
Kita juga masih ingat, bahwa di daerah Condet pernah akan di adakan acara Tablig Akbar yang menjelaskan tentang kesesatan syiah. Undangan sudah disebar, spanduk sudah dipasang dan ijin sudah beres, eh mendekati hari H, panitia mendapat kabar bahwa pihak DKM mendapat terror dari pihak syiah. Mereka mengancam bahkan jika acara tidak di batalkan maka akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Karena khawatir, akhirnya DKM tidak berani mengadakan acara tersebut.
Di daerah condet juga berdiri yayasan Fatimah, yayasan syiah yang pernah merilis daftar jaringan yayasan syiah di Nusantara. Hanya setelah umat islam sadar dengan bahayanya yayasan syiah ditengah kaum sunni, akhirnya rilisan tersebut dihapus.



             YAYASAN FATIMAH Jln. Batu Ampar III No.14 Condet Jakarta Timur 13520 Indonesia Telp: 021-80880066
Pengamat syiah mengatakan, “Jika di situ Ahlu Sunnah lemah dari sisi aqidah, maka di situlah titik syiah bisa berkembang. Ingat, di basis NU yang masih militan maka syiah tidak bisa bergerak. Misalnya di Jawa Timur. Tapi jika Ulama Nu bergandengan tangan dengan syiah maka sudah pasti syiah akan berkembang pesat. Misalnya di daerah Jepara Jawa Tengah. Bahkan mereka terkadang mengadakan maulidan bareng dan juga tahlilan bareng.” 
Lindungi lingkungan anda dari dakwah syiah, sebelum nasib anda seperti Iraq dan Suriah!!
(tim peneliti faktasyiahindonesia.com)

Selasa, 25 November 2014

CARA SYIAH MENYUSUP KE ISTIQLAL



Badan Pengelola Istiqlal: Ceramah Tokoh Syiah Inisiatif Sekolah Tinggi Sadra


MASJID Istiqlal akhir-akhir ini menjadi buah bibir. Sebab ulama syiah Iran, Ali Akbar Rashad, lolos ceramah di Masjid terbesar se-Asia Tenggara itu pada Jum’at (21/11). Masyarakat pun mengkritik Badan Pelaksana Masjid Istiqlal yang berada di bawaha Kementerian Agama tersebut.
Mendengar hal ini, Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, H Mubarak menegaskan bahwa ulama tersebut tidak menyebarkan dan menonjolkan pahamnya.

“Dia ceramah tentang peran negerinya di dalam konstelasi dunia Islam. Dia juga menyeru persatuan atau kerukunan umat Islam, dan mendukung perjuangan palestina. Dia tidak ceramah tentang paham yang dia anut atau menonjolkan ajarannya,” ujarnya saat ditemui Islampos di Masjid Istiqlal, Selasa, (25/11).
Saat ditanya, apakah dirinya tahu paham tokoh itu syiah? Mubarak menjawab pihaknya tidak menelisik paham ulama itu. Meskipun, lanjutnya, secara umum orang-orang memahami yang datang dari Iran itu pahamnya Syiah, akan tetapi dia shalat Jum’at.

“Mereka (orang Iran,red) biasa ke Masjidil Haram dan berziarah ke Madinah. Mereka juga pergi haji. Ukuran saya, banyak orang Iran yang pergi haji. Ini bukan pertama kali ulama Iran ceramah di masjid Istiqlal, tapi sudah sering,” tambahnya.
Dia menjelaskan, ceramah tersebut datang atas permintaan Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra kepada Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal. “Ceramah ini inisiatif mereka,” ujarnya.

Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra sendiri didirikan pada tahun 2012 di Jakarta Selatan. Saat didirikan ketua Prodi dipegang antara lain Dr Umar Shahab, MA dan Dr. Haidar Bagir MA.
Beberapa pengajar dalam sekolah tinggi filsafat ini adalah lulusan Iran. Di antaranya, Dr. Khalid Walid, alumnus dari Qom dengan desertasinya “Pandangan Eskatologi Mulla Shadra”. Walid juga Wakil Ketua Yayasan Hikmat Al-Mustofa Jakarta. Kini Walid dipercaya sebagai Ketua STFI Sadra. Pengajar lain juga ada Abdullah Beik, MA, lulusan Qom tahun 1991 dan Dr. Muhsin Labib.

Syiah Punya Strategi Taqiyyah
Menanggapi hal ini, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Ali Musthofa Ya’kub mengungkap bahwa meskipun ulama syiah itu tidak menyebarkan pahamnya, akan tetapi itu adalah bentuk strategi taqiyah (kebohongan) syiah ketika lemah atau tidak berkuasa.
“Setelah saya mendengar terjemahan ceramahnya, memang benar ulama syiah itu tidak menyebarkan paham syiah. Akan tetapi isi ceramahnya ada yang menyerempet-menyerempet. Ulama syiah itu mengatakan tidak ada dikotomi antara syiah dan ahlussunnah,” tuturnya kepada Islampos melalui sambungan telepon, Rabu pagi (26/11).

Dia menambahkan, isi ceramah ulama syiah yang menyeru persatuan umat Islam itu, tidak sesuai dengan kenyataan.
“Setiap musim haji yang saya amati, orang syiah tidak mau shalat di belakang orang ahlussunnah. Kemudian di Iran, muslim tidak diberi hak hidup. Kemudian apakah ada masjid-masjid ahlussunnah di Iran?” ujarnya.
Mengenai hajinya orang-orang syiah, menurut ulama alumni Universitas Islam Muhammad Imam bin Saud, Riyadh ini, karena orang syiah menggunakan strategi taqiyyah dengan mengaku-ngaku muslim. “Jangankan orang syiah, orang sesat di Indonesia juga bisa pergi haji karena mengaku muslim. Jadi kita tidak bisa salahkan Arab Saudi,” katanya.
“Oleh karena itu, kalau Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal belum tahu syiah, tanya kepada ahlinya. Jangan memutuskan sendiri,” tambahnya.

Sumber : [Andi/Islampos] ; http://www.islampos.com/badan-pengelola-istiqlal-ceramah-tokoh-syiah-inisiatif-sekolah-tinggi-sadra-148385/