Senin, 18 Mei 2015

HATI-HATI !! YAYASAN SYIAH YANG MEMBACK UP DANA DAKWAH SYIAH DI INDONESIA

YAYASAN DANA MUSTADAFIN
Sudah lazim, suatu kelompok memiliki sumber dana untuk menopang kegiatannya.Dalam hal ini, syiah sebagai suatu kelompok yang gencar menyebarkan ideologinya ke masyarakat, mereka juga tidak hanya mengandalkan dana dari luar negri sebagai pusat syiah yaitu iran, tapi mereka juga menggalang dana dari pengikut mereka melalui ajaran khumusnya, dan juga menggali dari masyarakat yang tidak paham akan mana syiah dan mana bukan. 

berikut ini, redaksi syiahindonesia.com mencoba membedah salah satu yayasan yang konsentrasinya adalah penggalangan dana dari masyarakat umum. Mereka aktif menawarkan ke masyarakat agar mau menjadi donatur atas nama dakwah, dengan membagian kencleng ke ibu2 pengajian dan juga dalam even2 acara syiah, mereka akan menyebarkan kencleng tersebut melalui relawan yang biasanya dari sekolah tinggi syiah yang ada. yang pernah redaksi jumpai adalah relawan yang berasal dari STAIMI, STAI Madinatul Ilmi yang berpusat di Sawangan Depok. Mereka biasanya memakai atribut resmi dari YDM, yang merupakan ajang latihan untuk ke depan menjadi aktivis syiah secara tulen.
Adapun profil YDM dan program yang kami sampaikan di bawah ini, resmi kami ambil dari situs resmi mereka.


ARTI LOGO
Mustadh'afin artinya orang yang teraniaya, terpinggirkan baik secara ekonomi maupun pendidikan dan budaya.
Huruf D berwarna kuning emas melambangkan orang-orang berkecukupan yang mana dana ada di tangan mereka, berjabat tangan, saling bahu-membahu, bekerja sama, dan tolong-menolong dengan kaum Mustadh'afin yang dilambangkan dengan Huruf M yang berwarna biru.
Dirikanlah shalat dan tunakankanlah zakat serta rukuklah bersama orang-orang yang rukuk (al-Baqarah:43)
Ambillah dari harta mereka sedekah (zakat) yang dapat menyucikan dan membersihkan diri mereka (al-Taubah:103)
Dan ketahuilah bahwa apapun yang kalian peroleh, maka seperlimanya untuk Allah, Rasul, al-Qurba (kerabat Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnu sabil, jika kalian beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami (Muhammad) di hari Furqan, di hari pertemuan antara dua kelompok. Dan allah Mahakuasa atas segala (al-Anafal:41)
Rasulullah saw bersabda : “Orang fakir sejati adalah yang menahan diri untuk menunaikan kewajiban hartanya, padahal ia menghambur-hamburkan kekayaannya untuk selainnya (Ma’ani al-Ahbar, hal. 245)
Tentu sudah mafhum bagi kita semua bahwa persoalan terbesar kaum muslimin, disamping persoalan kualitas sumber daya manusia, adalah persoalan kemiskinan. Sebenarnya, negeri-negeri kaum bukanlah tergolong negeri miskin, atau paling tidak, tanpa sumber daya alam. Rata-rata, mereka memiliki sumberdaya alam yang melimpah-ruah. Tetapi persoalan salah kelola (atau tepatnya, penyalahkelolaan), yang diperparah oleh campur-tangan para pelahap asing, telah meludeskan kekayaan alam itu dan menyissakan kemiskinan bagi rakyat muslim.
Bagi negeri kita, pembenahan-mendasar, seperti dari sisi mentalitas bahkan ideologis, tentu harus segera dilakukan, mengingat akutnya persoalan ini. Misalnya dengan melacak akar kemiskinan ini dan mencari solusinya. Namun pembenahan yang bersifat tanggap-darurat tentu tak boleh dikesampingkan. Seperti yang dilakukan oleh sebuah lembaga baru dalam upayanya mengentaskan kemiskinan di negeri tercinta ini. Berikut profil singkatnya
Pengesahan
Setelah melalui proses diskusi yang intensif(mingguan) selama kurang lebih setahun, maka kemudian dideklarasikanlah sebuah lembaga dengan nama : Dana Mustadhafin. Lembaga Dana Mustadhafin (DM) ini didirikan dengan akta notaries nomor 24 Tahun 2008. Lembaga ini pun telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM RI dengan surat Keputusan Nomor: AHU-1990.AH.01.02. tahun 2008 guna menerima dan menyalurkan zaka, infak, dan sedekah (ZIS) kepada pihak-pihak yang berhak, sesuai dengan aturan syar’i (syari’at) secara professional, transparan, akuntabel dan siap diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

Latar Belakang
•    Kondisi social dan ekonomi umat Islam Indonesia sekarang ini masih sangat memprihatinkan
•    Yayasan-yayasan Islam yang merupakan wadah penggerak bagi akivitas keislaman, mayoritas masih mengalami problem keuangan.
•    Sebenarnya, masih banyak kaum muslimin yang memiliki kemampuan keuangan, namun mengalami kesulitan dalam menyalurkan kewajiban ZIS-nya.
•    Masih banyak di antara kaum muslimin yang kurang mampu dan belum terjangkau oleh distribusi ZIS.
•    Untuk saat ini, di Indonesia, bentuk kelembagaan lebih dapat diterima oleh umat Islam, akuntabel dan transparan.

Visi dan Misi
Mampu menjadi penggerak dalam kemandirian dana umat dalam bingkai Islam

Program
1. Pendidikan
a. Beasiswa
b. Membantu pengadaan kelas-kelas informal
2. Dakwah
a. Program tabligh rutin khusus kader
b. Program pengiriman dai (mubaligh) ke beberapa daerah.
c. Program kelas tematik untuk umum
d. Dll.
3. Sosial Kemasyarakatan
a. Bantuan tunai
b. Bantuan kesehatan
c. Khitanan missal
d. Bantuan untuk penanggulangan bencana alam
e. Dll

STRUKTUR ORGANISASI
Badan Pendiri


•    Husein Shahab MA
•    Abdullah Beik MA
•    Dr. Abdurrahman Alaydrus
•    Naufal Ali, SE. MT
•    Ir. Muhammad Assegaf
•    Achmad Rajendra Hertasning
•    Dr. Umar Shahab
•    Zein Al hadi MA
•    Othman Shihab Lc
•    Hasan Daliel Alaydrus Lc
•    Ahmad Muhajir Al Muhdhor
•    Bambang Irawan Massie, MBA
SUSUNAN PENGURUS
Dewan Pembina
1. Zein Al Hadi, MA
2. Dr. Umar Shahab
3. Dr. Abdurrahman Alaydrus
4. Othman Shihab Lc

Dewan Pengurus
Ketua : Husein shahab, MA
Wakil Ketua : A. Rajendra Hertasning
Sekretaris : Abdullah Beik, MA
Wakil Sekretaris : Drs. Ahmad Hidayat
Bendahara : Naufal Ali, SE.MT
Wakil Bendahara : Ir. Muhammad Assegaf

Dewan Pengawas:
1. Hasan Daliel Alaydrus, Lc
2. Ahmad Muhajir Al Muhdhor
3. Bambang Irawan Massie, MBA
4. Muhamadian

Alamat Kantor
Komplek Ruko D”BEST No. 40 Jl. Raya Fatmawati Jakarta Selatan Telp. 021-33180508, 021-33154970, 021-7501953, 021-7501759
Email         : dana_mustadhafin@yahoo.com
Rekening     : an. Yayasan dana Musadhafin
BCA ZIS ; 375 302 5444
Bank Mandiri ZIS : 127 000 555 3332

Laporan Yayasan Dana Mustadhafin periode pertama, 2008 – 2009
Pendahuluan
Yayasan Dana Mustadhafin didirikan secara formal melalui dengan terbitnya Akta Notaris nomor 24 tahun 2008. Kemudian diperkuat dengan Pengesahan oleh Menteri Kehakiman dan HAM RI dengan Surat Keputusan : AHU – 1990 AH.01.02, tahun 2008. Dan dinyatakan terdaftar pada Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Departemen Sosial RI Provinsi DKI Jakarta dengan nomor : 08.03.74.04.1005 – 1310 B.
Dengan berdasarkan pada pengesahan formal tersebut di atas sejak 28 Juni 2008, hingga bulan Juni 2009 pengurus telah melaksanakan berbagai kegiatan program kerja yang telah pengurus rencanakan sebelumnya. Sebagai lembaga dana umat, pengurus merasa bertanggung jawab untuk menyampaikan laporan kegiatan tersebut. Pengurus telah menerima kepercayaan dari para Donatur sejumlah dana yang sepenuhnya telah kami kelola sesuai dengan tuntunan syariat. Dan sesuai dengan janji pengurus bahwa seluruh dana Khumus, Zakat, Infaq dan Sedekah yang telah diamanahkan kepada Yayasan Dana Mustadhafin kami pertanggung jawabkan secara baik dan benar, dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Achmad, Rasyid, Hisbullah, dan Jerry.

A. Program Rutin
1. Pendidikan ;
1.1  Pendidikan anak-anak (informal)
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan agama bagi anak-anak usia dini Yayasan Dana Mustadhafin memberikan supervisi dan bantuan pada kegiatan pendidikan anak-anak secara reguler yang diselenggarakan oleh ULCIS (Ummul Ushul Children Islamic Studies), ISS(Islamic Sunday School), di Jakarta, Bintul Huda di Bandung, UAIS (Ummu Abiha Islamic Study) di Cirebon dan TPQ Plus Cahaya Hati di Pekalongan. Kegiatan tersebut adalah bagian dari program pemberdayaan umat dengan mengenalkan pengetahuan dasar-dasar keagamaan kepada anak-anak muslim dengan harapan mereka kelak dapat memiliki pengetahuan yang memadai terhadap agamanya.
1.2. Pendidikan/Kaderisasi Remaja (informal)
Dewasa ini upaya pengembangan bakat dan minat terutama kepada para remaja agar memiliki visi dan cara pandang terhadap dunia dengan benar sungguh sangat mendesak. Kaderisasi terhadap remaja Islam, adalah bagian terpenting dalam kerangka masa depan dakwah Islam.
Sejumlah Training yang dilaksanakan di berbagai tempat, seperti Mawar Husnayain, ISS, di Puncak Bogor memberi motivasi dan semangat kreatifitas para remaja.
1.3. Pendidikan Formal.
1.3.1. SPP Santri Pesantren Yapi Bangil.
Yayasan Dana Mustadhafin memberi perhatian yang cukup besar terhadap pendidikan khususnya agama. Karena itu,  melalui pesantren (YAPI), Bangil, Jawa Timur. Hingga sekarang ini 15 orang santri tingkat SLTP dan SLTA yang santri boarding di bangil dalam tanggungan pembiayaan penuh oleh Yayasan.
1.3.2.  Memberikan bantuan pembayaran SPP dan Iuran sekolah dalam jumlah yang terbatas terhadap anak-anak kurang mampu di Jakarta
dan sekitarnya
1.3.3.  Penyelesaian Studi S1 Mahasiswa STAI-Madinatul Ilmi
Yayasan juga memberi bantuan untuk proses akhir penyelesaian akhir / penyusunan skripsi bagi 8 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madinatul Ilmi, Sawangan, Depok.
1.3.4.   Penyelesaian Studi S2 & S3
Sebagai upaya untuk meningkatkan SDM dari Staf Dosen STAI Madinatul Ilmi, Yayasan juga memberi bantuan bagi 3 orang Dosen dalam penyelesaian pendidikan pada jenjang S2 dan S3.
2. Dakwah;
2.1. Peringatan Hari-Hari Besar Islam
Hari-hari besar Islam merupakan kegiatan forum syiar Islam yang terbuka untuk mendekatkan dakwah Islam kepada umat secara luas. Seperti peringatan Maulid Nabi, pekan Muharram, dan tabligh akbar.
2.2. Insentif Para Muballigh.
Insentif Muballigh diberikan kepada para muballigh yang melakukan dakwah di tempat mereka masing-masing atau di daerah tertentu. Para muballigh tersebut adalah sukarelawan dakwah yang dengan tulus menyebarkan ilmu-ilmu Islam kepada umat. Para muballigh tersebut semestinya mendapatkan insentif yang memadai setiap bulannya, sehingga mereka dapat fokus secara maksimal dalam melaksanakan kegiatan dakwahnya. Kalau kita percaya bahwa pilar perubahan dan pembinaan umat  diantaranya ada ditangan para muballigh maka di masa datang semestinya perhatian dan insentifnya bisa ditingkatkan.
3. Muballigh & Pelatihan Muballigh
3.1. Pengiriman Muballigh
Indonesia yang begitu luas dengan jumlah penduduk yang demikian besar sebenarnya merupakan lahan dakwah yang sangat potensial. Tingkat persebaran penduduknya mulai dari Aceh sampai Papua membutuhkan banyak tenaga pendidik dan muballigh. Karena itu bekerja sama dengan IMAN (Ikatan Muballigh Nusantara) yang berpusat di Bogor, dan para Ustadz di berbagai daerah secara periodik mengirimkan para Muballigh ke daerah-daerah tertentu. Sesungguhnya program ini sangat ideal demi peningkatan kualitas keberagamaan umat dan untuk membangun kerja sama yang sinergis antara pusat-pusat dakwah daerah-daerah terpencil di Indonesia.
3.2. Pelatihan Muballigh.
Letak geografis dan persebaran penduduk yang begitu luas menyebabkan daya jangkau dakwah yang juga terbatas. Untuk mengatasi kondisi tersebut maka pendidikan dan kaderisasi muballigh sangat dibutuhkan. Karena itu Yayasan Dana Mustadhafin bekerja sama dengan Yayasan-yayasan dan para ustadz di daerah-daerah mengadakan Pelatihan Muballigh Nasional yang pertama di Jakarta pada bulan April 2009 selama 2 minggu. Jumlah peserta yang ikut dalam pelatihan tersebut 39 orang, yang datang dari Aceh sampai Papua. Selama masa pelatihan yang diikuti dengan antusias, materi diberikan oleh para Dosen, Ustadz, dan Profesional. Tujuannya untuk meningkatkan pendalaman pemahaman dan keterampilan peserta dalam berdakwah dan mengelola dakwah di daerahnya masing-masing.
Disamping mengadakan pelatihan muballigh tingkat nasional, Yayasan juga membantu pelaksanaan pelatihan muballigh dan kaderisasi tingkat regional Sulawesi di Makassar, Sulawesi Selatan yang dilaksanakan oleh FORMASI( Forum Ormas Islam Sulawesi ). Bantuan diberikan berupa dana dan pengiriman tenaga pengajar.
3.3. Pengkaderan dan Pelatihan Calon Muballigh.
Yayasan bekerja sama dengan Ikatan Pemuda Ahlul Bait Indonesia (IPABI), Bogor, mengirim 7 orang kader Muballigh untuk pendalaman ilmu-ilmu keislaman dan keterampilan dalam dakwah ke Iran.
3.4. Seminar dan Kajian Keislaman
Bekerja sama dengan Voice of Palestina (VOP) dan Komunitas Anak Negeri Jember, Yayasan menyelenggarakan seminar tentang dunia Islam, khususnya perhatian terhadap masalah Palestina. Kegiatan seminar tersebut dilaksanakan di Universitas Muhammdiyah Jember, Jawa Timur. Kegiatan seminar seperti itu dimaksudkan untuk memberi pengetahuan dan informasi secara massif kepada umat Islam tentang problema yang dihadapi secara regional maupun global. Tentu saja dengan harapan agar umat memiliki perhatian dan kepekaan terhadap dakwah dan kondisi umat Islam di dunia. Karena itu, kajian-kajian yang komprehensif terhadap Islam dan persoalan keummatan sangat penting untuk membangun adanya sikap yang kokoh dan kebersamaan diantara kaum muslimin. Juga melaksanakan seminar tentang Pendidikan bekerja sama dengan Pelajar Islam Indonesia (PII) di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
4.  Bantuan Langsung Tunai (BLT)
4.1. Santunan Kematian
Dana Mustadhafin memberikan santunan kepada keluarga dari saudara kita yang telah meninggal di Toli-Toli dan Bandung. Disamping itu juga bekerja sama dengan layanan Ambulan dari Lembaga Komunikasi Ahlul Bait (LKAB) Jakarta.
4.2. Pelunasan Hutang/kontrak rumah
Diantara masalah kebutuhan primer yang dihadapi oleh setiap orang adalah rumah/tempat tinggal bersama dengan keluarga. Bagi keluarga miskin masalah tersebut merupakan bagian terpenting untuk mempertahankan hidup. Sebagian dari mereka menghadapi masalah di saat kewajiban pembayaran telah sampai waktunya, karena itu Yayasan turut berusaha untuk membantu meringankan masalah tersebut.
5. Kesehatan
5.1. Bantuan Rawat Inap
Kesehatan adalah persoalan yang sangat vital bagi kehidupan setiap orang. Yayasan memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu untuk meringankan biaya selama masa perawatan di rumah sakit.
5.2. Penggantian Biaya Pengobatan.
Yayasan juga memberi bantuan untuk mereka yang mengalami perawatan jalan (di luar rumah sakit) untuk mengurangi beban biaya pembelian obat-obatan.
6. Sosial.
6.1. Biaya Pebaikan Rumah Korban Badai Angin
Beberapa waktu yang lalu daerah Bogor dan sekitarnya tertimpa bencana angin puting beliung, sehingga ada sebagian rumah dari jamaah pengajian yang roboh dan rusak akibat deras angin tersebut. Yayasan memberikan santunan untuk mengurangi beban biaya perbaikan rumah tersebut.
B. Bantuan Insidentil.
1.    Bantuan Kemanusiaan Perang  Israil – Hamas, Palestina
Perang yang terjadi di Gaza, Palestina pada akhir Desember sampai  Januari 2009 adalah tindakan aneksasi yang dilakukan oleh Zionis Yahudi Israel, kaum paling bejad dan teroris paling kejam sepanjang sejarah abad 20 ini. Hampir seluruh mata dunia tertuju ke Gaza selama masa-masa perang (pembunuhan biadab) itu. Bagi manusia yang masih memiliki hati nurani, sedih, benci, marah datang silih berganti dalam benaknya. Tetapi bagi orang-orang yang kehilangan hati nurani dan akal sehatnya, terutama negara  Amerika Serikat, Barat, dan beberapa negara Arab seperti Mesir dan Arab Saudi malah diam dan bahkan ikut andil dalam pesta pora pembunuhan massal itu.
Akan tetapi dengan segala emphatic dan kesedihan orang-orang yang masih memiliki hati nurani, kita bersyukur dan bangga bahwa ada saja negara / bangsa yang dipimpin oleh orang masih memiliki hati nurani tetap memberikan bantuan baik moriil maupun materiil. Republik Indonesia dan Republik Islam Iran diantara negara tersebut.  Kita dapat mengikuti berbagai laporan media bahwa Indonesia secara aktif memberikan bantuan yang tidak sedikit, baik atas nama negara maupun lembaga-lembaga swadaya, seperti LSM dan ORMAS Islam.
Yayasan Dana Mustadhafin sebagai lembaga dana umat dan dakwah merasa berkewajiban untuk turut terlibat memberi bantuan dengan melibatkan masyarakat seluas-luasnya. Dan usaha tersebut dapat terwujud sehingga total bantuan dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp. 301.001.900,. yang telah berhasil diserahkan secara langsung ke Gaza, Palestina sebesar Rp. 236.820.250,- melalui 3 orang perwakilan yang berangkat langsung ke Gaza, yakni,  Ust. Husein Alatas, Ust. Othman Omar Shihab, dan Ust. Abbas al-Habsy.  Mereka bertiga atas nama Yayasan Dana Mustadhafin menjalin kerjasama dengan MER-C Indonesia pimpinan Dokter Jose Risal.
Kepada pada donatur, kami mengucapkan selamat dan terima kasih karena telah turut berpartisipasi dalam membantu saudara-saudara kita di Gaza, Palestina. Semoga Allah SWT. memberikan balasan yang paling pantas untuk kita semua.
2.  Bantuan Kemanusiaan Banjir Situ Gintung
Tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung, subuh hari, tanggal 27 Maret 2009, menyisakan derita yang tak terperihkan. Baik mereka yang menjadi korban langsung, maupun anak bangsa yang masih memiliki hati nurani. 103 jenazah yang ditemukan dan puluhan lainnya hingga kini hilang tertelan tanah atau hanyut sampai ke laut menyisakan kisah yang memilukan hati.
Yayasan Dana Mustadhafin, sebagai lembaga Amil Khumus, Zakat, Infaq dan Shadaqah, merasa berkewajiban untuk mengambil bagian berpartisipasi dalam meringankan penderitaan bagi para korban. Jumlah dana yang berhasil dikumpulkan dari para dermawan untuk disalurkan kepada para korban adalah sebesar Rp. 25.815.000,-. Untuk itu, Tim Dana Mustadhafin dan Gerakan Dakwah al-Husainy  mengadakan survey langsung ke lokasi sejak hari pertama bencana. Tim mengadakan pedekatan dengan korban dan tokoh masyarakat disekitar untuk mengidentifikasi kebutuhan yang lebih tepat. Mengingat bertimbunnya bantuan berupa bahan makanan dan pakaian dari berbagai kalangan.
Dalam survey itulah Tim bertemu dengan pengurus Majelis Shalawat Al-Burdah yang berlokasi di Situ Gintung dan sebagian anggota jamaah majelisnya juga menjadi korban. Setelah Tim Dana Mustadhafin menyampaikan rasa simpati dan keinginan untuk memberi santunan kepada warga yang menjadi korban disepakatilah untuk mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, sembari menyerahkan santunan kepada para korban. Berkat bantuan dana  dari Jamaah Ahlul Bait dan kaum Muslimin yang disalurkan melalui Rekening Yayasan Dana Mustadhafin khusus untuk Korban Situ Gintung, maka Alhamdulillah niat tersebut dapat terlaksana.
C.  Kegiatan Operasional
1.  Hibah Sewa Gedung.
Sejak launching Yayasan, pengurus berusaha mendapatkan sekretariat permanen untuk mendukung kegiatan dan program yang telah dicanangkan. Berkat kerja sama antara pengurus dan sejumlah orang yang memberi perhatian yang tinggi atas kegiatan Yayasan, maka salah seorang dermawan menghibahkan satu unit Ruko berlantai 3 di komplek D’Best, Fatmawati Jakarta Selatan, dengan nilai kontrak Rp. 145.000.000,- dengan masa pakai selama 3 tahun. Pengurus berharap hibah tersebut dapat dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya
2.  Hibah Perlengkapan Kantor.
Demikian halnya dengan sejumlah perangkat sarana dan peralatan kantor. Ada dermawan yang menghibahkan berupa 1 unit PC Komputer dan Printer/Faks/Foto copy.
3.  Operasional Rutin.
3.1.  Launching dan Seminar Tentang Khumus & ZIS.
3.2. Perlengkapan Kantor
Untuk mendukung kegiatan operasional Yayasan, maka dibutuhkan sarana dan peralatan kantor yang memadai. Gedung Hibah yang diterima masih dalam keadaan kosong dan perlu direnovasi. Untuk itu maka diadakan perbaikan dan penataan ruang sehingga memadai untuk digunakan. Disamping itu, kebutuhan seperti Meja kerja, Meja Rapat, Kursi, Air Conditioner, Telkom, penambahan kwh Listrik dan peralatan lainnya juga harus diadakan.
3.3. Karyawan/Staf
Hal yang tidak kalah pentingnya untuk menggerakkan program dan penertiban administrasi, maka dibutuhkan karyawan yang setiap hari harus melaksanakan pekerjaan-pekerjaan rutin.


Redaksi : Ahmad Hasyim

Kamis, 07 Mei 2015

SMP SYIAH DI PEMALANG JAWA TENGAH, SMP INSAN SEMESTA, MUSLIM HARUS WASPADA.

Masyarakat Jawa Tengah harus waspada. Di tengah-tengah perkampungan sunni, sudah berdiri bangunan yang relatif megah. Ini adalah suatu sekolah yang didirikan oleh komunitas Syiah. Penulis sudah investigasi ke salah seorang alumni Pesantren Al Hadi Pekalongan, bahwa SMP tersebut adalah SMP Syiah. Bahkan dianjurkan bagi alumni Al Hadi agar mengarahkan masyarakat ke SMP tersebut. Tentu tidak ada ciri mencolok yang ditampakkan dari bangunan tang ada, tapi kegiatan keagamaan dan ritual syiah akan rutin diselenggarakan.
gedung sekolah yang baru dibangun

proses belajar di dalam kelas


penanaman doktrin syiah kepada siswa yang mayoritas masih lugu

mereka akan dicetak menjadi kader militan syiah 10 tahun mendatang

temu walimurid

brosur

Menjadi strategi syiah adalah, jika berada dikomunitas yang mayoritas masih awam, mereka tidak akan terang-terangan menampakkan ke syiah hannya.

Pada Sabtu malam, 2 Mei 2015 SMP INSAN SEMESTA telah memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad S.A.W di Masjid Assodiq yang di hadiri oleh anggota Yayasan dan warga sekitar. Ini info resmi yang dirilis dari fb mereka.

Juga pada Sabtu, 2 Mei 2015. SMP INSAN SEMESTA kedatangan tamu dari Pekalongan, Capten Muhammad Nizar seorang Nahkoda kapal Internasional, beliau hadir sebagai pemateri dalam Program Motivasi yang diselenggarakan sekolah untuk meningkatkan semangat siswa dalam belajar grin emotikon


Berikut sekilas tentang SMP INSAN SEMESTA ISLAMIC SCHOOL

alamat fb : https://www.facebook.com/insan.semesta.79

Kontak
Desa Sidorejo RT.04 RW.06    Comal    Jawa Tengah    52363    Indonesia

smp.insan.semesta@gmail.com

telfon : 0285-57xxxx,  08522513xxxx, 08574185xxxx, 08190367xxxx

http://smpinsansemesta.sch.id

[Tim Faktasyiah/Ahmad Hasyim]

Rabu, 06 Mei 2015

SYIAH LEBIH DEKAT DENGAN ORANG KAFIR DARIPADA KE ORANG MUSLIM

Dalam agama Syiah, umat Islam Ahlus Sunnah adalah musuh yang harus "didakwahi" bahkan diperangi. Banyak sekali riwayat yang menyatakan kebencian Syiah terhadap Ahlus Sunnah, baik dalam kitab-kitab mukhtabar mereka maupun pernyataan-pernyataan ulama mereka secara langsung. Namun tidak bagi orang kafir, mereka justru berjabat tangan dan menjalin hubungan erat dengan orang-orang kristen.

 
Tepat pada tanggal 12 April 2015 lalu, dedengkot Syiah Indonesia Emilia Renita dan antek-anteknya usai bergembira ria merayakan hari raya Paskah umat kristiani. Kegembiraan itu di abadikan dengan foto-foto yang diunggah melalui akun resmi FP OASE (the Organization of Ahlulbayt for Socialsupport and Education). Tampak dalam foto-foto tersebut dedengkot Syiah Indonesia ini sangat hikmat menjalani perayaan hari Paskah penganut agama Kristen Katolik.

Lebih dari itu, Emilia Renita juga berbangga diri menjual agamanya dengan menjadi pelantun ayat suci al-Quran dalam acara dengan membacakan surat al-Ma'idah dan surat Maryaam.

"Berbagi kebahagiaan di hari Paskah dengan membacakan surat al-Ma'idah dan surat Maryaam dalam al-Qur'an," tulis OASE dalam Fanspage Facebooknya (12/4/2015)

Bagi Syiah, kaum muslimin adalah musuh, sedangkan kaum musyrikin adalah teman. Padahal dengan tegas Allah swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia” (QS. Al Mumtahanah : 1)


foto selengkapnya bisa dilihat di : 
http://www.syiahindonesia.com/2015/05/menjual-agama-emilia-renita-ikut-rayakan-paskah-dengan-penganut-kristen-katolik.html

Selasa, 21 April 2015

TIP MENGHADAPI SYIAH, CUKUP SEDIKIT ORANG TAPI BERKUALITAS


Bandung, Selasa, 7 April 2015, DDII Jabar (Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jawa Barat) dan PAS Jabar (Pembela Ahlu Sunnah Jawa Barat) mengundang pakar pemikiran, Adian Husaini untuk memberikan materi soal hubungan antara Sepilis (Sekularisme, pluralisme, liberalisme) dengan Syiah di Pusdiklat DDII Jabar, Komplek Bumi Pakusarakan Lama, Jalan Kiansantang RT 06 RW 16 Kec. Ngamprah, Kab. Bandung Barat. Acara ini berlangsung dari pukul 17.00-21.00, dan diselingi shalat Maghrib berjamaah di masjid sebelah Pusdiklat.
Dalam acara yang dihadiri oleh lebih dari 50 orang undangan ini, Adian Husaini menyampaikan gagasan-gagasannya yang ditujukan untuk menghadapi Syiah. Di awal acara beliau menghimbau agar umat Muslim harus berhati-hati dalam membuat pernyataan atau menyebarkan informasi soal Syiah. Dibutuhkan klarifikasi dan bukti yang jelas serta matang mengenai hal tersebut. “Dibutuhkan profesionalitas, dalam situasi seperti ini kita tidak boleh salah melangkah.”, tegas Adian.

Kemudian beliau juga mengingatkan bahwa kekuatan itu bukan pada jumlah, karena umat Islam dahulu menguasai Andalusia selama 800 tahun dalam keadaan minoritas, begitu pula Yahudi membuat negara Israel bukan karena mereka banyak, jumlah mereka tidak sampai 10%, “Sebenarnya strategi menghadapi sesuatu itu bukan pada jumlah. Perlu ada satu kelompok yang memang spesialis profesional di bidangnya, karena Al-Qur’an pun memerintahkan demikian, Waltakumminkum ummatuyyad’uuna ilal khair”, tambahnya.

Menurut Adian Husaini, mesti ada pusat riset studi Syiah yang khusus meneliti dan menyimpan data-data mengenai Syiah yang lengkap, valid, jelas, dan terverifikasi sehingga umat Muslim mampu memberikan laporan kepada pusat kebijakan, yakni pemerintah. Misalnya, data soal kasus Sampang, data soal apakah di Bandung sudah ada nikah mut’ah, data soal dimana tempat latihan militer orang-orang Syiah, dan sebagainya. Sehingga tidak hanya sekedar mengatakan Syiah itu sesat atau Syiah itu bahaya.
Gagasan lainnya dari beliau adalah diantara umat Muslim mesti ada yang rutin diskusi atau mengajak dialog dengan orang Syiah kalau perlu tiap hari atau tiap minggu mendatangi mereka. Seperti Rasulullah SAW yang mendatangi kampung dan rumah orang Yahudi misalnya. Maka kita harus menyiapkan dai-dai yang terlatih untuk berargumen yang siap mendatangi dan mengajak secara baik-baik orang Syiah tersebut berdialog. Kualitas dai tersebut sangatlah penting agar bisa berdiskusi dengan kelas tokoh Syiah.

SUMBER : dakwahnews.com

Senin, 20 April 2015

Dialog NU vs Syiah, syiah terpojokkan dan emosi !!!



Berikut ini adalah salah satu dialog yang terjadi di dinding FB antara syiah dan santri NU. Dialog ini terjadi pada hari selasa, 21 april 2015. Lihat! Mana yang punya ahlaq dan tidak beradab. Penulis sengaja tidak merubah bahasa, agar pembaca bisa melihat tulisan yang betul-betul asli dari tulisan dua kubu. 
 Husain Sujana (sumber : fb ybs)

 Chansas, (sumber: fb ybs)

Berawal dari sebuah status FB yang ditulis oleh akun yang bernama Chansas. Maka muncullah dialog sebagai berikut :
“Beberapa bulan lagi, Syiah bukan lagi melawan Wahabi, tapi akan melawan NU... apalagi skrang sudah bnyak habaib dan tokoh2 termuka NU Seperti Habib Zein al Kaff berfatwa " MELAWAN SYIAH BUKAN LAGI DENGAN DIALOG, TAPI DENGAN JIHAD " ...”
Bryan Joachim Snave : Lanjutkan.... Allahu akbar...
Fakhrurrazi Razi : hahahaha, ada2 saja.
Sukandi Arifin : Mak se acaroka malolo
Husain Sujana (pengikut syiah, red) : nonton bani hasyim saling cakar ah .....
Chansas (NU, red): Bryan Joachim Snave :
Lhat sj sbntar lg akhy... Syiah bakal sadar kl NU sejtix mnolak ajran2 pemuja seks it...
Chansas : Sukandi Arifin
Tak laten pon... Ma peggel mlolo bedena...
Chansas : Fakhrurrazi Razi
In sllu ad... Hehe
Chansas : Husain Sujana
Yg akn dcakar klompok yg al mahdinya telanjang... Kikikkkkk
Husain Sujana : NU sejati mah gak serepot itu le, NU Numpang Urip mah kudu pinter² cari sensasi wat bikin onar
Chansas : Husain Sujana
Bc kitabx KH Hasyim Asy'ari dlm risalh ahlissunnah wal jamaah, risalah fi taakkudil akhdzi dn qanun asasi...
Juga bc kitab2 imam mu'tabarah Ahlussunnah wal Jamaah yg mrupkn madzhab yg diusung dn diikuti NU...
Husain Sujana : ciri NU nunut udud tuh gampang, bertrah hadrami tp rakus thdp pribumi
Chansas : Husain Sujana
Kl yg rakus sm harim2 sp ya... ????kikikkkkkk
Husain Sujana : mau dibaca seribu kali sekalipun, tuh risalah tetep gak nyuruh saling bunuh antar pribumi hanya gara² beda aliran. nusantara mah sejak dulunya dah beda², hanya onta yg sukane kudu sragam ...
Husain Sujana : coba aja liat realitanya ndik indo, mana ada harim2
Chansas : Husain Sujana
Tp dlm risalah tersbut ad ktegasan penolakan terhdap Syiah kan... ???
Kikikkkkkk
Chansas : Husain Sujana
Xixixixi... Mw muntah eh salah mut'ah masa mw pke pengumuman... Malu kelleeessss
Husain Sujana : hanya habib kentir dan kiyai celeng yg bukane bawa iklim sejuk tp malah ngomporin onar apa yg damai
Husain Sujana : wah...kalo cuman mau kimpoi mah ngapain bawa nama2 aliran, tuh banyak kimcil sepanjang jalan kalo situ mau
Chansas : Terkdang mnyerukan jihad it suatu kbutuhan... Masa ia seorg habib dn kiai mw menyrukan untuk mnrima kebathilan... ???
Bukankh kbatilan hrus diberantas... ???
Chansas :Xixixi... Krn syiah mrupakn mafsadah yg terbesar dibumi pertiwi in... Mkx in yg hrus dimusnahkn terlbih dhulu...
Husain Sujana : mbrantas mah gampang, tinggal jgn ikutin jg dah beres. tp kalo ngajak gebuk²gan antar anak bangsa mah itu dah HABIB ASU KIYAI CELENG namanya.
Husain Sujana : mafsadah terbesar suatu bangsa tuh bkn adanya sebuah aliran², tp saling cakar sesama anak bangsa. toh nusantara ada ribuan aliran jg bisa rukun, knp onta mau bikin pecah sesama anak bangsa, entar kalo hal ini dibiarin , mungkin sekarang syi'ah besok syi'uh besoknya lg yg lain dst ..... ARAB KOK DITIRU, edan koe le
Chansas : Gk cukup hx dg tdk mngikutin... Krn msih bxk org yg awam dn kurang perhtian terhdap agm shingga mrka2 yg demikian akn mdah dicekokin fatwa2 busuk syiah...
Mkx bnr ap kata habib zein al kaff, mlwan syiah skrg bkn lg dg dialog, krn it sdh sring dlkukan... Tp hrus dg jihad... Dn in akn mnjadi nyata...
Chansas : Justru adx bxk aliran inilh stabilitas beraga mnjadi kacau.. Cb byangkn sblum syiah muncul dn brusaha mngembngkan drix,.. Isu2 perbdaan ummat Islam sngat minim dn tdk pernh dbesar2kn... Aplg sampai msuk negara, sngat tdk pernh ad...
Nah bs km byangkn bgaimn stlah syiah mnampakkn dri... Msyarakt awam mnjadi kalang kabut dn bertanya2... Akhirx gesek2an pun muncul yg akhirx di Jember tokoh termuka NU dibunuh olh Syiah...
Tentu Syiah mnjadi mafsdah yg besar baik dlm stabilitas bragama, bernegara serta keamanan jiwa ummat manusia...
Husain Sujana : Zein al kaff itu cuman anak onta kompor mbleduk, sekarang dia ngomporin agar sesama pribumi saling cakar dg alasan syi'ah, besok dg alasan kejawen, besok dg alasan ..... dst. alasan mecah belah bangsa mah banyak le, intinya itu orang cuman agar bangsa ini lemah kalo bisa hancur yar bangsa dia mudah menguasai.
Husain Sujana : loh km sekolah dimana sih kok gak tau bhw dah sejak dulunya kalo nusantara ini sangat beragam, bahkan WR Supratman yg ngarang lagu kebangsaan kita itu adalah tokoh Ahmadiah. adanya onto² gila itu shg ini bangsa jd hangat.
Chansas : Husain Sujana
Bgaimana dg Kiai Alawi al Bantani mnurut km... ???
Chansas : Mkx sblumx sdh qw katakan bhw Syiah mafsadah yg terbesar...
Sebab sklipun drdlu Indonesia in beragam nmun permslahan keagamaan, dam kenegaraan tdk sehebat ktika Syiah menampakkan dirix sperti saat in...
In menunjukkn bhw Syiah memang ancaman agma, dan negara yg paling besar, makax hrus dberantas...
Rams Shabier : Setuju dgn mas chansas.... Saran ane buat husain sujana itu cuma satu.. Pelajari syi'ah jgn lewat pendusta yg pro syi'ah ato wahabi... Tp bertanyalah sama org2 terpercaya dan berkompeten sperti buya yahya salah satu'a... Itu sih cuma skedar saran sbgai sesama muslim umat'a nabi muhammad saw.... Mudah2an anda adalah pecinta ahlulbait dan bkn pembenci khalifah abu bakar assiddiq wa umar alfaruq R.anhum.... Amin....
Chansas : Pecinta ahlul bait sejati pasti akan mengikuti ap yg dikatakanx...
Tidk seperti Syiah, yg mengikuti fatwa2 pada hal2 yg sesuai dg kebutuhanx... Jk tdk sama langsung dilempar...
Hadewwww

Red : Ahmad Hasyim, faktasyiah.com