Rabu, 03 Januari 2018

IRAN TERKINI; 3 JANUARI 2018

Kami mendapat informasi melalui wa, bahwa terkait demo di Iran, maka sudah terjadi hal sangat mencengangkan. Ini tidak ada di berita mainstream. berikut adalah beritanya :






IRAN TERKINI…

Saya mendapatkan info berikut
dari orang yang “tsiqah” menurut saya.

“Berikut sekilas info tentang Iran menyebutkan bahwa:

1. Orang-orang Ahwaz telah menguasai semua bank milik Garda Revolusi Iran, salah satunya adalah Bank Mulli (Malli ?) di kawasan Pasar ‘Abd al-Hamid.

2. Kekuatan rezim Khamanei telah ditarik mundur dari beberapa provinsi di kawasan penjajahan Ahwaz dan Balusyistan.

3. Para demonstran di wilayah Ahwaz telah menguasai kendaraan lapis baja milik Kepolisian Iran.

4. Terjadi pembakaran terhadap foto-foto Khamanei di banyak kota.

5. Terjadi pembakaran terhadap kantor-kantor Garda Revolusi di banyak kota.

6. Baru saja, juru bicara keamanan Iran mengakui bahwa Teheran, ibukota Iran, telah berada di luar kendali seiring dengan serangan para demonstran terhadap berbagai instansi penting di tengah ibukota, yang diikuti dengan pembakaran terhadap mobil-mobil polisi. Ia juga menyatakan bahwa situasi saat ini sangat berbahaya.

7. Terjadi pembakaran terhadap Hauzah-hauzah (baca: Pesantren-pesantren para ulama Syiah) di beberapa kota di Iran.

8. Dalam pernyataan singkatnya, Khamanei mengatakan: “Demonstrasi ini bertujuan menghalangi pembebasan al-Quds!” (Komentar saya: “Ha…ha…ha…Masih bisa aja Bapak tua ini ngibul dan ngeles!”

9. Pihak perlawanan terhadap Rezim Iran menyatakan: “Sudah tiba saatnya bagi masyarakat internasional dan saudara-saudara Arab untuk mendukung rakyat Iran dalam menggulingkan Rezim Malaly (nama lain untuk rezim Syiah Iran-penj).

10. Terjadi perpecahan di dalam tubuh militer Iran…Beberapa perwira militer menyatakan ikut bergabung bersama “Gerakan Intifadhah” rakyat Iran setelah terbunuhnya beberapa orang demonstran.

11. Para netizen Iran menyebarkan informasi kaburnya Mujtaba, putra Khamanei, ke tempat yang tidak diketahui di luar Iran.

12. Otoritas Iran mengakui bahwa sebuah krisis yang hebat tengah dihadapi oleh Rezim Khamanei.

13. Lebih dari 14 provinsi -dari total 31 porvinsi-telah lepas dari kontrol otoritas keamanan Iran.

Sebarkan info ini,
karena mungkin media-media mainstream akan menyembunyikan informasi ini.
Terutama channel ‘al-Jazirah’ dan ‘al-‘Arabiyyah’…”


Wallahu a’lam bi al-Shawab.
Saya hanya menerjemahkan.
Silahkan jika ada pembandingnya.

Akhukum,
Muhammad Ihsan Zainuddin
Telegram: t.me/mihsanzainuddin

EXLUSIVE : FOTO2 DEMO DI IRAN TERBARU TAHUN INI (2018)

Di Iran sedang terjadi demo masyarakat karena mereka tidak percaya dengan pemerintah yang ada. Berikut adalah sebagian foto2 yang kami dapatkan dari beberapa sumber.






















Jumat, 29 Desember 2017

DILEMA DI MAKASSAR: ACARA MAULID SUNNI, PEMATERINYA DARI SYIAH

LPAS Sulsel Temukan Ini di Perayaan Maulid Rasulullah FAH UIN Alauddin

Makassar -- Ketua Lembaga Pemburu Aliran Sesat (LPAS) Sulsel, Shiddieq mengatakan, pihaknya berhasil menurunkan para anggota untuk memantau jalannya Maulid Rasulullah yang berlangsung di Aula Fakultas Adab Humaniora (FAH) UIN Alauddin, Samata Gowa, Rabu (27/12/2017) kemarin. Meski secara sembunyi-sembunyi mereka berhasil memantau seperti apa bentuk kegiatan yang digelar.





"Dalam kegiatan memang tidak ada ritual ibadah Syiah. Tapi pembicara menegaskan dalam dialognya bahwa nikah mut`ah dibenarkan yang dikuatkan dengan hadis-hadis tidak jelas," katanya, via telepon, Kamis (28/12/2017).
Bahkan ia mengklaim bahwa ajarannya (Syiah) adalah bagian dari ajaran ummat Islam (Ahlul Sunnah Wal Jamaah), olehnya sangat berbahaya jika pernyataan seperti ini didengar oleh orang-orang awam. Pastinya mereka akan sangat mudah dipengaruhi.

"Dalam pidato orang Iran ini, ia menegaskan bahwa jika negara ini ingin terhindar dari radikalisme dan lainnya maka berimanlah kepada Alqur`an dan Ahlul Bait bukan Alqur`an, As-sunnah, Ahlul Bait dan para sahabat Rasulullah Shallalahu Alaihi wa Sallam," tegas Shiddieq.
Sebelumnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang digelar FAH UIN Alauddin Makassar, Rabu (27/12/2017) kemarin di Center of Capacity Building FAH, dianggap telah disusupi ajaran Syiah, lantaran kegiatan bertema "Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW" menghadirkan Dosen Al-Mustafa International Universty of Iran, Ghasem Muhammadi dan Ebrahim Zargar.

Tak hanya itu kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai sangat terbatas terutama bagi ormas dan lembaga Islam.

Dekan FAH Bantah Kegiatan UINAM Disusupi Ajaran Syiah

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar (UINAM) Barsihannor ikut angkat bicara terkait perayaan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang diduga disusupi penyebaran ajaran Syiah, Rabu (27/12/2017) kemarin. Menurutnya, perayaan Maulid Nabi yang kali ini mendatangkan pembicara dari Iran adalah agenda tahunan yang digelar pihak fakultas.

Pada perayaannya di setiap tahun lembaga kemahasiswaan yang menjadi penanggung jawab utama.
"Kebetulan ini perkuliahan mahasiswa yang kami rangkaikan dengan maulid makanya hanya mahasiswa dan dosen yang berhak mengikuti," katanya via sms, Kamis (28/12/2017).
Dalam kegiatannya, ia pun tidak sempat menghadiri karena bertepatan dengan wisuda mahasiswa.
"Saya selaku dosennya tidak bisa hadir kemarin disebabkan selaku dekan saya harus ikuti wisuda. Beberapa dosen juga mengajak mahasiswanya dan memang hanya untuk mahasiswa saja tidak yang lainnya," tegas Basri.

Sementara terkait beberapa ormas dan lembaga Islam yang dicekal untuk ikut dalam kegiatan karena memang pihaknya tidak mengundang ormas dari mana pun.
"Kami tidak pernah mengundang ormas maupun lembaga Islam. Ini hanya kegiatan mahasiswa kami sendiri," lanjutnya lagi.
Basir juga membantah jika perayaan Maulid Nabi yang berlangsung mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai disusupi penyebaran ajaran Syiah. Menurutnya akademik tidak bisa dicampur adukkan dengan kepentingan lain.

"Akademik ya akademik. Tidak ada teologi Syiah yang masuk di ranah akademik termasuk dalam kegiatan tadi," tutupnya.
Sebelumnya peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang digelar FAH UIN Alauddin Makassar, Rabu (27/12/2017) kemarin di Center of Capacity Building FAH, dianggap telah disusupi ajaran Syiah, lantaran kegiatan bertema "Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW" menghadirkan Dosen Al-Mustafa International Universty of Iran, Ghasem Muhammadi dan Ebrahim Zargar.

Ormas Islam Sayangkan UIN Alauddin Hadirkan Pembicara dari Iran
Gowa -- Bermaksud mengikuti kegiatan yang dibawakan dua pengajar dari diAl Mustafa University of Iran di Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Alauddin (UIN), Samata, Kabupaten Gowa, Rabu (27/22/2017), rombongan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), dan Lembaga Penelitian dan Pengambangan Islam (LPPI) Indonesia Timur, serta Laskar Pemburu Aliran Sesat, dicegat panitia penyelenggara.

"Alasannya hanya dosen dan mahasiwa UIN yang bisa masuk," kata Ketua ANNAS Sulsel, Farid Ma`ruf Nur, saat ditemui.
Ia mencurigai kedua warga Iran itu sengaja didatangkan untuk mensosialisasi ajaran Syiah mereka, yang dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah dinyatakan sesat dan menyesatkan.
Tim dari Forum Pegiat Media Islam (Forpemi) Sulsel juga mendapatkan penolakan, padahal mereka bermaksud untuk melakukan peliputan.

"Mohon maaf, ini kegiatan tertutup bagi media," kata salah seorang dosen yang sengaja turun dari meja utama pembicara dan langsung menghampiri.
Dua warga Iran yang didatangkan itu bernama Ghasem Muhammadi dan Ebrahim Zargar.
Mereka sudah beberapa hari di Makassar, dan di ruang Lecture Theatre UIN Alauddin, Samata itu, keduanya menjadi pembicara dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam.

Namun, yang membuat Ketua LPPI Indonesia Timur, KH M Said Abd Samad, tidak terima pernyataan lantaran saat berdialog sebelum membawakan materi, orang Iran menuduh rombongan LPPI, ANNAS, dan LPAS, anti Palestina.

"Tetapi yang kami sayangkan, kenapa pihak UIN memberikan ruang kepada orang Syiah ini, padahal sudah sangat jelas fatwa MUI tentang kesesatan Syiah. Ini yang kami tidak terima sebentarnya," tutur Kyai Said.

Fery, salah seorang mahasiswa UIN, yang mengikuti kegiatan itu, mengungkapkan kedatangan orang Iran itu memang bagian dari sosialisasi paham Syiah, sebab penyampaiannya berisi sanjungan kepada Khomeini dan negara Iran.
Sumber : Harianamanah.com

Rabu, 27 Desember 2017

SYIAH GELAR SEMINAR BERSAMA STIEAD JAKARTA

Awal tahun ini, syiah akan mengadakan seminar di salah satu universitas sunni. Acara diberi tema seminar internasional. Tema yang diambil adalah seputar pembelaan muslim terhadap Palestine, yang sudah menjadi senjata bagi syiah untuk mendapatkan simpati dari dunia.


Ini ada misi tersembunyi dari gerakan syiah. Mereka aktiv mengadakan acara dalam rangka mencari dukungan agar syiah bisa diterima di Indonesia. Pembicara yang kedua dan ketiga dalam acara di bawah ini sudah jelas bermazhab syiah. Waspadalah!



Rabu, 20 Desember 2017

ACARA SYIAH DI KAMPUS SUNNI CIREBON

Pada senin, 18 Desember 2017 kemarin, salah satu universitas di kota Cirebon mengadakan stadium general. Cara itu berlangsung di Auditarium UNSWAGATI Cirebon.

Yang menarik dari acara tersebut adalah meskipun tema dari acara tersebut adalah politik peradaban nusantara, tapi pematerinya semua dari syiah. Satu syiah lokal dan 2 orang dari syiah Iran.





Ini menjadi pertanyaan kita adalah, sebuah universitas sunni yang mengadakan acara dengan pemateri semua dari syiah. Bisa dibayangkan, apa yang akan disampaikan dalam acara tersebut. Ini menunjukkan bahwa sebagian umat islam masih belum tahu hakikat syiah yang sesungguhnya. Syiah sangat berambisi masuk ke dunia kampus karena mereka bisa merusak pemikiran para mahasiswa yang biasanya sedang mencari jati diri. Mari kita tanggap dengan lingkungan. Peka dengan acara-acara syiah agar tidak terjadi konfik di kalangan masyarakat, baik konflik fisik maupun konflik pemikiran. Waspadalah. ( Ahmad Hasyim)