Selasa, 02 Juni 2026

SYI'AH DULU DAN KINI, TINJAUAN AKIDAH DAN POLITIK


 

Syiah merupakan salah satu fenomena yang memiliki dimensi sejarah, akidah, dan politik yang saling berkaitan sejak masa awal Islam hingga era kontemporer. Perkembangannya yang panjang telah melahirkan berbagai perubahan, dinamika, serta pengaruh yang terus menjadi bagian dari perbincangan dunia Islam hingga hari ini.

 

Melalui kajian ini, peserta diajak untuk menelaah perjalanan Syiah dari masa ke masa, memahami pokok-pokok pemikirannya, serta mengkaji perkembangan dan pengaruhnya dalam ranah akidah dan politik secara lebih komprehensif berdasarkan perspektif Ahlus Sunnah.

 

Simak pembahasannya bersama:

 

Ustadz Farid Okbah

 

🗓️ Selasa, 2 Juni 2026

🕗 Pukul 20.00 WIB – selesai

💻 Live via ZOOM:

Terbuka untuk umum. Ikuti terus rangkaian Kajian MANIKAM sebagai upaya pendalaman akidah dan pemikiran Islam secara ilmiah dan bertanggung jawab.

 

🌐 ihkam.net | akidah.net

IHKAM TV | Bisa Apa Podcast | 🕌 Pusat Kajian Akidah IHKAM

JARINGAN SYIAH INDONESIA ADAKAN ALQUDS DAY INTERNASIONAL 2026

1.      JAKARTA :

Jumat 13 Maret Jam 14:00

Lokasi : Depan Dubes Amerika Serikat

 

2.      BANDUNG

Jumat 13 Maret Ja


m 15:00

Lokasi : Pelataran Gedung Merdeka Bandung

 

3.      PALEMBANG

Jumat 13 Maret Jam 15:00

Lokasi : Simpang 5 Dprd Sulsel

 

4.      BALIKPAPAN

Jumat 13 Maret Jam 15:00

Lokasi : Kantor Dprpd Balikpapan

 

5.      LOMBOK

Jumat 13 Maret Jam 15:00

Lokasi : Lombok Islamic Center

 

6.      SEMARANG

Jumat 13 Maret Jam 15:00

Lokasi : Majid Raya Baiturrahman

 


7.      SURABAYA

Jumat 13 Maret Jam 14:00

Lokasi : Gedung Grahadi

 

8.      SAMARINDA

Jumat 13 Maret Jam 14:00

Lokasi : Simpang 4 Lembuswana

 

9.      TENGGARONG

Jumat 13 Maret Jam 14:00

Lokasi : Taman Museum Mulawarman

 

10.  PONTIANAK

Jumat 13 Maret Jam 14:00

Lokasi : Tugu Digulis

 

11.  LAMPUNG

Jumat 13 Maret Jam 14:00

Lokasi : Tugu Adipura

 

12.  MAJENE

Jumat 13 Maret Jam 14:00

Lokasi : bundaran pusat pertokoan majene

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SUNNI & SYIAH DALAM PUSARAN PERANG IRAN VS AS & ISRAEL

 


SEJARAH NEGARA IRAN

 

Sejarah Iran (Persia) setelah “dibebaskan/ditaklukkan” oleh pasukan Islam pada masa Umar bin Khattab bisa dibagi menjadi beberapa fase besar.

 

1. Masa Penaklukan Persia (633–651 M)

Dimulai sejak masa Abu Bakar dan mencapai puncak di masa Umar. Persia saat itu diperintah oleh Kekaisaran Sasaniyah. Terjadi pertempuran penting yaitu Perang Qadisiyah, dengan kemenangan besar umat Islam. Perang Nahawand. Pada tahun 651 M, raja terakhir Persia, Yazdegerd III wafat dan kekaisaran runtuh. Persia masuk ke dalam kekuasaan Islam (Khulafaur Rasyidin).

 


2. Masa Khilafah Islam (651–1258 M)

a. Dinasti Umayyah (661–750 M).

Persia menjadi provinsi kekhalifahan. Bahasa Arab mulai digunakan dalam administrasi.

b. Dinasti Abbasiyah (750–1258 M)

Ini masa penting bagi Iran. Orang Persia mulai berperan besar dalam pemerintahan dan ilmu. Muncul banyak ulama dan ilmuwan dari Persia. Budaya Persia justru mempengaruhi peradaban Islam (bahasa, sastra, administrasi).

 

3. Islamisasi Iran (abad 8–10)

Penduduk Persia awalnya mayoritas Zoroastrianisme. Secara bertahap mereka masuk Islam (tidak langsung sekaligus). Banyak yang masuk Islam karena: interaksi sosial, ekonomi, dan dakwah.

 

4. Munculnya Dinasti-Dinasti Persia (semi merdeka)

Setelah Abbasiyah melemah, Iran mulai punya penguasa sendiri:

Dinasti Samaniyah, Dinasti Buyid, Dinasti Seljuk. Identitas Persia mulai bangkit lagi (bahasa Persia hidup kembali).

 

5. Serangan Mongol (abad 13)

Tahun 1258: Penaklukan Baghdad oleh Mongol. Iran dihancurkan oleh pasukan Genghis Khan dan penerusnya. Kehancuran besar kota-kota Persia. Tapi kemudian Mongol juga masuk Islam

 

6. Lahirnya Iran Syiah (Dinasti Safawi – 1501)

Dinasti paling penting dalam sejarah Iran modern: Dinasti Safawi. Iran resmi menjadi negara Syiah sejak berdirinya Dinasti Safawi pada tahun 1501. Shah Ismail I, pendiri dinasti ini, memaksa penduduk yang awalnya mayoritas Sunni untuk menganut Syiah Dua Belas sebagai agama resmi negara. Proses konversi ini berlangsung agresif dan menjadikan Syiah identitas khas Iran hingga kini.

 

 

7. Era Modern Awal

Dinasti Qajar dan Dinasti Pahlavi. Pengaruh Barat mulai kuat, Modernisasi Negara

 

8. Revolusi Iran (1979)

Dipimpin oleh Ruhollah Khomeini. Kekuasaan Shah berakhir. Iran jadi negara Islam Syiah (Republik Islam Iran). Kekuasan berlangsung sampai saat ini (april 2026).

 

 

AHLUSUNNAH DI IRAN DALAM LINTASAN SEJARAH

 

Kondisi Ahlus Sunnah (Sunni) di Iran

 

1. Jumlah & Sebaran Sunni di Iran: Sunni adalah minoritas di Iran, Sekitar 5–10% penduduk. Tinggal terutama di wilayah: Kurdistan (barat laut) Baluchistan (tenggara) Golestan & Turkmen (utara)

 

2. Secara Hukum Konstitusi Iran

Iran adalah negara Syiah resmi. Sunni adalah kaum minoritas dan mendapat perlakuan berbeda dari pemerintah.

 

3. Keluhan diskriminasi terhadap warga sunni, seperti:

-          Jabatan tinggi dibatasi. Sunni tidak bisa jadi Presiden, Pemimpin tertinggi, dan Kepala peradilan

-          Keterbatasan fasilitas ibadah. Di ibu kota Teheran tidak ada masjid Sunni resmi.

-          Ketimpangan wilayah. Daerah Sunni seperti: Sistan-Baluchistan, termasuk wilayah termiskin di Iran

-          Representasi politik kecil Jumlah wakil Sunni di pemerintahan, lebih sedikit dari proporsi penduduknya

 

Masjid sunni di kota Teheran

Di Teheran tidak ada masjid Sunni resmi, Pemerintah hanya mengizinkan “rumah salat” (namaz khaneh) daripada masjid besar.

 

Pembatasan pembangunan masjid. Banyak laporan bahwa, Sunni tidak diizinkan membangun masjid resmi di Teheran.

 

DAERAH MAYORITAS SUNNI DI IRAN

 

Di Iran, wilayah mayoritas Sunni umumnya berada di daerah perbatasan, bukan di pusat negara.

 

1. Sistan dan Baluchestan (Tenggara). Mayoritas penduduk: Suku Baluch (Sunni) Kota penting: ZahedanBerbatasan dengan Pakistan & Afghanistan

 

2. Kurdistan & wilayah Kurdi (Barat / Barat Laut)

Banyak orang Kurdi Sunni (mazhab Syafi’i)

 

3. Golestan & wilayah Turkmen (Utara) Mayoritas: Turkmen Sunni

 

4. Khorasan (Timur Laut), Sunni Turkmen dan sebagian Persia

 

5. Selatan Iran (Larestan – Provinsi Fars), Penduduk asli Persia tapi Sunni

 

 

 

 

 

KEBEBASAN ORANG YAHUDI DI IRAN

 

Kondisi komunitas Yahudi di Iran cukup unik. Mereka diakui dan dilindungi meski ada batasan tertentu.

Jumlah & sejarah singkat. Yahudi sudah hidup di Iran sejak ±2.500 tahun lalu (zaman Persia kuno) Dulu jumlahnya besar (±80.000–100.000 sebelum 1979)

Sekarang tinggal sekitar: 8.000 – 15.000 orang

 

Iran merupakan sebuah Negara yang punya komunitas Yahudi terbesar di Timur Tengah di luar Israel.

 

Status hukum (resmi diakui) dalam konstitusi Iran. Yahudi adalah minoritas agama resmi. Mereka punya hak beribadah di sinagog, sekolah sendiri, hukum agama sendiri (untuk urusan internal), bahkan mereka punya 1 kursi khusus di parlemen. Mereka hidup terutama di Teheran, Isfahan dan Shiraz.

 

Politik Yahudi di Iran

Iran memusuhi Israel sebagai Negara tapi tidak secara resmi memusuhi Yahudi sebagai agama Bahkan pemimpin Iran sering menegaskan bahwa Yahudi Iran tidak sama dengan Zionisme Israel.

 

 

PROVINSI UTAMA PENGHASIL MINYAK

 

1. Khuzestan (Terbesar)

Ini adalah jantung minyak Iran. Menyumbang sebagian besar produksi minyak Iran

Banyak ladang minyak besar seperti Kupal oil field dan Shadegan oil field. Kota penting di dalamnya adalah Ahvaz, bahkan perusahaan minyak terbesar Iran berpusat di sini

 

2. Bushehr

Terletak di pesisir Teluk Persia, banyak ladang minyak & gas lepas pantai, Dekat dengan jalur ekspor minyak, termasuk wilayah strategis energi Iran.

 

3. Kohgiluyeh and Boyer-Ahmad

Ada ladang besar seperti: Gachsaran oil field (salah satu terbesar). Produksi minyak sudah sejak zaman sebelum revolusi Iran

 

4. Ilam

Berbatasan dengan Irak, Memiliki cadangan minyak dan gas penting

 

5. Hormozgan

Wilayah selatan dekat Selat Hormuz, Lebih fokus ke distribusi & pelabuhan minyak

 

6. Pulau Kharg

Tempat ekspor utama minyak Iran. Sekitar 90% ekspor minyak lewat sini. Ini seperti “urat nadi” ekonomi Iran

 

 

 

 

Hubungan Amerika Dan Iran Sejak Tahun 1979 Sampai Sekarang.

 

Hubungan Iran dan Amerika pada awal Revolusi Iran (1979) berubah sangat drastis dari yang awalnya sangat akrab, menjadi musuh besar dalam waktu singkat.

 

1. Sebelum revolusi, Iran adalah sekutu dekat Amerika.

Sebelum 1979, Iran dipimpin oleh Mohammad Reza Shah Pahlavi. Amerika sangat mendukung Shah berupa bantuan militer, kerja sama ekonomi dan Iran jadi sekutu utama AS di Timur Tengah.

 

2. Tahun 1979, Revolusi Iran terjadi Dipimpin oleh Ruhollah Khomeini

Shah digulingkan. Iran jadi negara Islam (Republik Islam) Dampaknya: Iran langsung anti-Barat, terutama Amerika. Amerika dianggap:Penjajah dan pendukung diktator (Shah)

 

3. Puncak konflik: Krisis Sandera (1979–1981)

4 November 1979: mahasiswa Iran menyerbu Kedutaan Besar AS di Teheran

52 diplomat Amerika disandera selama 444 hari. Hal ini terjadi karena AS menerima Shah ke Amerika untuk berobat. Iran marah karena ingin Shah diadili. Trauma masa lalu (kudeta 1953). Iran curiga AS mau menjatuhkan pemerintah lagi

 

4. Dampak langsung hubungan Iran–AS

Setelah krisis sandera, hubungan diplomatik putus dan Kedua negara tidak punya hubungan resmi sampai sekarang.

AS mulai menjatuhkan sanksi ke Iran. Iran menyebut Amerika setan besar.

 

5. Setelah itu makin memburuk

1980: Perang Iran–Irak. Amerika mendukung Irak secara tidak langsung dan

Ini makin memperdalam permusuhan

 

 

Hubungan Iran–Amerika pada masa Barack Obama

 

Terjadi hubungan yang lebih “lunak” dibanding sebelumnya, tapi tetap penuh ketegangan. Awal masa Obama (2009). Obama mencoba pendekatan baru, yaitu dialog, diplomasi dan “mutual respect” (saling menghormati).

Iran dipimpin Mahmoud Ahmadinejad yang cukup keras terhadap Barat. Program nuklir Iran jadi masalah besar. Demonstrasi besar di Iran tahun 2009 juga bikin hubungan makin rumit

 

Pada tahun 2015, ada titik penting berupa Kesepakatan Nuklir. Inilah puncak hubungan Iran–AS di era Obama: Terjadi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dengan Isi kesepakatan:

Iran setuju : membatasi program nuklir, mengurangi uranium dan menerima inspeksi internasional. Amerika & sekutu setuju dan mencabut sebagian sanksi ekonomi. Dampak kesepakatan Setelah JCPOA adalah Hubungan membaik (meski terbatas), Ekonomi Iran agak membaik, dan Komunikasi diplomatik mulai terbuka.

Tetapi AS tetap memberi sanksi lain:soal HAM, rudal, dukungan kelompok militant.


 

 

Disertasi oleh Parsi: Hubungan Iran Amerika Dan Israel

 

“Aliansi Pengkhianat: Kesepakatan Rahasia Israel, Iran, dan Amerika Serikat”

Parsi bukan sekadar periset akademis, ia adalah konsultan dalam kebijakan asing mantan Presiden Barack Obama, dan Founder and Dirrector of Iran American National Council (NIAC), berdasarkan bukunya tentang lebih dari 130 wawancara pribadi Dengan pejabat politik dan keamanan dari ketiga belah belah pihak, disamping dokumen diplomatik dan catatan resmi yang belum blm d publis,

Musuh Terlihat & Sekutu Tersembunyi:

Parsi melihat bahwa hubungan antara Iran dan Israel tidak pernah benar-benar bermusuhan, apa adanya media. Ini adalah sebuah relasi yang didasari pada kewaspadaan dan kepentingan bersama. Pada perang Iran-Irak pada tahun 1980-an, Israel adalah penyedia terbesar senjata untuk Teheran. Meskipun pidato iran di publik menjelaskan israel (setan besar). Laporan terpercaya menyebutkan bahwa 80% senjata yang digunakan oleh Iran dalam perang telah diperoleh dari Israel dengan berkoordinasi Amerika secara langsung.

Tidak hanya itu, tetapi buku ini menandakan bahwa Iran berada di awal tahun 80-an, ditawari Israel untuk menggunakan bandara (khususnya di Tabriz), jika ia memutuskan untuk melancarkan serangan udara di Irak. Ini mencerminkan sifat dari sebuah hubungan yang praktis, bahkan jika itu dirangkum oleh permusuhan fenomenal.

Kelompok minoritas dan kepentingan politik yang sama!

Parsi jelas-jelas mengindikasikan bahwa Iran dan Israel adalah entitas sekuler dan minoritas dalam struktur budaya dan politik wilayah dan terlibat dalam satu obsesi :

Memecah struktur tatanan Arab yang sunni yang selalu menjadi pusat politik Islam dan sipil. Zionisme dan syiah sama-sama menentang warisan Islam Arab, mereka sama-sama membaca bahwa kemenangan Islam sebagai kesalahan strategis harus dikoreksi setelah berabad-abad dengan sarana baru.

Dolar, milisi, sangsi, dan kesepakatan belakang,

Sejatinya musuh kedua entitas ini bukan salah satu dari mereka, tapi Timur Tengah dengan mayoritas suninya. Ini terlihat jelas posisi Iran pada perang Irak, Suriah, Lebanon, Dan Yaman, dengan dukungan Israel Dan Amerika.

Bukan permusuhan abadi tapi pengkhianatan sementara saja:

Saat Iran melancarkan rudal ke Israel, itu tidak terlihat dalam lingkaran keputusan sebagai deklarasi perang beneran tetapi hanya sebagai Surat Negosiasi Kasar.

Inilah yang menjelaskan bahwa konfrontasi antara Hizbullah dan Israel, misalnya, tidak melebihi batas (serangan sirkumulatif), dan perjanjian antara kedua belah belah pihak selalu lebih cepat dari kebakaran rudal. Kapanpun saluran perundingan tersumbat akan segera disalurkan kembali dan tenang kembali. Posisi mereka bukan teman dan musuh tapi sebagai tiga serangkai: terlihat tidak akur sementara, tapi jika sudah reda, mereka akan berbagi kue.

Tujuan Bersama: Memperbaiki Sejarah Dan Membangun Kembali Wilayah.

Parsi sangat jelas melihat bahwa Iran dan Israel sedang mencari cara-cara yang berbeda untuk mengoreksi apa yang mereka anggap sebagai celah sejarah yang terjadi pada abad ke-7, ketika orang Arab keluar dari padang gurun mereka, lalu mereka menjatuhkan takhta kehancuran Kaisar dan mendirikan sebuah peradaban baru yang merubah umat manusia untuk hanya menyembah kepada Allah saja.

Sejarah itu menurut Zionis dan Safawi ini harus dikoreksi, bukan dengan pedang, tapi dengan memecah belah Negara-negara yang ada. Memecah belah tentara Arab dan mengubah orang-orang menjadi penakut yang hanya mencari-cari roti. Merubah dari generasi yang memimpin menjadi generasi yang lembek dan tidak martabat.

Kesimpulan:

Pemusuhan antara Iran dan Israel tidak nyata, tapi hanya sampul untuk menutupi kepentingan bersama, yang dioperasikan oleh Amerika dan dikuasai oleh kedua belah pihak.

Perselisihan antara mereka bukan pada prinsip, tetapi pada kepentingan. Problemnya bukan menjatuhkan roket disana atau disini, tapi ketika kompas jatuh dan mereka yang menyangka bahwa apa yang sedang terjadi adalah peperangan (benar dan salah), padahal nyatanya cuma permainan kepentingan, bukan antara benar dan salah.

Jangan hanya percaya pada panggung, fakta di lapangan jelas dari kepulan asap yang ada. Musuh yang mengirim senjata kepada lawannya di saat perang, lalu dia menentangnya pada konpresnya.

(sumber buku "Sumpah Pengkhianatan".Mashari Hamoud Al-Amiri

 

Hubungan Iran Amerika menurut Parsi:

Bukan konflik agama tapi konflik kepentingan geopolitik. Bisa berubah (tidak permanen). Diplomasi adalah kunci utama. Iran dan Amerika itu bukan “musuh bebuyutan” tapi “lawan politik yang bisa jadi mitra kalau kepentingannya cocok”

 


 

 

MENGAPA AMERIKA MENYERANG IRAN

 

Kepentingan geopolitik

Menurut banyak analisis, Amerika ingin menjaga pengaruh di Timur Tengah. Iran juga ingin jadi kekuatan besar di kawasan. AS ingin mengontrol stabilitas kawasan & jalur minyak. Iran ingin mandiri dan berpengaruh. Sama-sama memiliki agenda politik besar di kawasan itu.

 

Faktor minyak & energi

Timur Tengah adalah pusat minyak dunia. Iran punya cadangan minyak besar. Kawasan Teluk sangat penting untuk ekonomi global. Amerika berkepentingan menjaga aliran minyak tetap aman mencegah satu negara (Iran) terlalu dominan.

 

Program nuklir Iran

Amerika khawatir Iran mengembangkan senjata nuklir.

 

Keamanan & sekutu Amerika

Amerika juga bertindak untuk:melindungi sekutunya (misalnya Israel & negara Teluk menghadapi kelompok yang dianggap ancaman. serangan ditujukan ke fasilitas militer, sistem rudal dan markas militer Iran.

 

Balasan konflik sebelumnya

Serangan sering terjadi sebagai aksi balasan. Pada tahun 2020, AS membunuh Jenderal Iran Qasem Soleimani. Iran membalas dengan serangan ke pangkalan AS.

 

Konflik terbaru (2026)

Dalam konflik terbaru: AS melakukan ribuan serangan ke target militer Iran. Tujuannya disebut adalah menghancurkan program rudal & nuklir melemahkan kekuatan militer Iran. Iran melihat ini sebagai agresi dan campur tangan asing.

 

Mengganggu Ekonomi China

 

China terganggu dengan konflik AS-Iran karena risiko stabilitas ekonomi, terutama terganggunya pasokan energi dari Timur Tengah, yang merupakan komponen vital bagi pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Perang berpotensi menutup Selat Hormuz, yang mengancam krisis energi nasional. Selain itu, konflik meningkatkan ketidakpastian global yang merugikan investasi Belt and Road Initiative (BRI) China


 

 

PROXY IRAN DAN SYIAH DI DUNIA ARAB

 

Hizbullah

Hizbullah adalah sebuah organisasi politik sekaligus militer (sering disebut “kelompok bersenjata”) yang berbasis di Lebanon. Organisasi Syiah Berdiri di Lebanon. Mereka mempunyai sayap militer, sayap politik dan jaringan sosial (sekolah, rumah sakit). Pasukannya terlatih dan sering kali dianggap lebih kuat dari militer Lebanon sendiri.

Hizbullah muncul sekitar tahun 1982, saat Israel menginvasi Lebanon. Kelompok Syiah ini ingin melawan pendudukan. Awalnya Hizbullah punya tujuan melawan Israel, mengakhiri pengaruh Barat di Lebanon dan Mendirikan sistem berbasis Islam (versi Syiah)

 

Peran militer

Hizbullah dikenal sebagai kekuatan militer kuat di Lebanon. Pernah berperang dengan Israel pada Perang Lebanon 2006

 

Peran politik

Hizbullah juga ikut dalam pemerintahan Lebanon. Punya kursi di parlemen. Mereka menjadi salah satu kekuatan politik besar di sana

 

Hubungan dengan Iran

Iran memberi dukungan dana dan pelatihan militer. Karena itu sering disebut sekutu utama Iran di Timur Tengah. Kelompok ini menerima pendanaan, pelatihan, dan persenjataan dari Iran, menjadikannya salah satu sekutu utama Iran di kawasan Timur Tengah.

 

 

Gerakan Houtsi

Houthi adalah Kelompok politik  militer di Yaman. Berbasis pada komunitas Syiah Zaidiyah pada awalnya. Berasal dari wilayah utara Yemen terutama Saada. Ibu kota Sana’a (sekarang mereka kuasai)

 

Sejarah singkat

Didirikan oleh Hussein Badreddin al-Houthi, Muncul sekitar tahun 1990-an Awalnya adalah gerakan keagamaan & social Lalu berkembang menjadi gerakan perlawanan terhadap pemerintah Yaman

 

Sejak 2014, Houthi merebut ibu kota Sana’a. Menjatuhkan pemerintah resmi. Konflik ini jadi besar karena melibatkan banyak negara: Houthi didukung Iran (dituduh memberi dukungan).

Aktivitas militer : serangan rudal & drone, serangan ke Arab Saudi, gangguan jalur kapal di Laut Merah

 

 

 

Syiah Iraq

 

Di Irak, tidak ada satu kelompok Syiah tunggal yang sepenuhnya mendominasi. Yang ada adalah beberapa partai/koalisi Syiah besar yang bersama-sama menguasai politik sejak 2003. Mereka adalah, Partai Dawa (Islamic Dawa Party). Pernah melahirkan banyak Perdana Menteri Irak. Tokoh pentingnya adalah Nouri al-Maliki dan Haider al-Abadi.

Berikutnya adalah Koalisi Fatah, yang kuat secara militer & politik. Mereka adalah dari kelompok milisi Syiah (PMF) yang dekat dengan Iran.

Gerakan Sadrist, Salah satu yang paling populer di rakyat dan dipimpin oleh Muqtada al-Sadr. Mereka sangat Nasionalis dan tidak terlalu pro-Iran. Basis massa besar di kalangan rakyat miskin.

 

Syiah Di Suriyah

 

Kelompok Syiah di Suriah. Yang paling dominan adalah syiah Alawi (kelompok paling berkuasa). Sering disebut juga Nusayriyah. Mereka minoritas (sekitar 10–15% penduduk) tapi menguasai pemerintahan. Tokohnya adalah Bashar al-Assad dan Keluarganya. Kekuasaan Suriah sangat terkait dengan kelompok ini

 

Sejak perang saudara (2011), kelompok Syiah (terutama Alawi) mendukung  pemerintah Bashar al-Assad dan dibantu oleh Iran dan Hizbullah.


 

 

HUBUNGAN SYIAH DAN SUNNAH

 

Gerakan taqrib

Gerakan Taqrib adalah salah satu gagasan penting yang sering dikaitkan dengan Iran, khususnya setelah Revolusi 1979.

 

Peran Iran dalam Taqrib

Setelah Revolusi Iran 1979, Iran sangat aktif mendorong konsep ini. Iran bahkan membentuk lembaga khusus: Majma’ al-Taqrib (Forum Pendekatan Antar Mazhab), Didirikan tahun 1990 dengan tujuan menyatukan ulama Sunni & Syiah dialog antar mazhab dan kerja sama dunia Islam.

 

Bentuk kegiatan Taqrib :

-          konferensi ulama internasional

-          dialog Sunni–Syiah

-          kerja sama organisasi Islam

-          pendidikan & dakwah persatuan

 

Gerakan ini tidak diterima semua pihak. Ada yang menilai gerakan ini adalah alat politik Iran dalam menyebarkan pengaruh Syiah.

 

Taqrib versi Indonesia

Tokoh dan Lembaga Penggerak:

M. Quraish Shihab: Salah satu tokoh intelektual yang aktif mempromosikan harmonisasi melalui pemikiran dan karya-karyanya.

Ahlulbait Indonesia (ABI): Salah satu organisasi kemasyarakatan Syiah yang aktif menyerukan persatuan dan dialog. Banyak program ABI yang mempraktekkan bagaimana terjadi taqrib antar sunni syiah di seluruh Indonesia. Salah satu satu contoh faktanya adalah mengadakan mauled bersama antara sunni syiah di kota Jepara jawa tengah hamper setiap tahun. Mengadakan mauled bersama suuni syiah di masjid syiah al Mahdi bekasi pada tahun 2014. (Ribuan Warga Bekasi Rayakan Maulid Nabi Bersama Haddad Alwi, 22 Februari, 2014By Ahlulbait Indonesia)

MUHSIN (Majelis Sunni-Syiah Indonesia): Forum yang pernah dideklarasikan untuk menjembatani dialog antar kedua kelompok.

Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (MUHSIN) dideklarasikan pada 20 Mei 2011 di Jakarta, bertujuan menjalin dialog dan kegiatan sosial antara penganut Sunni dan Syiah di Indonesia, bukan mencampurkan ajaran. Deklarasi ini memicu pro-kontra, dengan penolakan dari sebagian ormas Islam, dan diinisiasi oleh tokoh seperti Jalaluddin Rakhmat. 

Berikut adalah poin-poin penting mengenai deklarasi MUHSIN:

Waktu & Tempat: Dideklarasikan 20 Mei 2011 di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta, setelah rencana awal di Masjid Istiqlal batal.

Tujuan: Sebagai wadah silaturahmi, dialog, dan kerja sama sosial, didorong oleh keinginan membangun ukhuwah Islamiyah.

Tokoh Kunci: Dipelopori oleh Jalaluddin Rakhmat (IJABI) dan didukung beberapa unsur pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Slogan: Salah satu poin deklarasi adalah "memendam dalam-dalam warisan perpecahan dan permusuhan di antara kaum mukmin".

Akademisi dan Lembaga Pendidikan: Beberapa seminar internasional sering diadakan oleh perguruan tinggi Islam (seperti Unisnu) untuk membahas harmoni Sunni-Syiah.

Risalah Amman

Risalah Amman (Amman Message) adalah sebuah deklarasi penting dalam dunia Islam yang bertujuan menegaskan persatuan umat dan mengurangi konflik antar mazhab. Dikeluarkan tahun 2004 Di kota Amman. Yang memprakarsai adalah Raja Abdullah II.

 

Isi pokok Risalah Amman :

-          Mengakui 8 mazhab Islam yang sah, termasuk: Sunni (4 mazhab)

Syiah (Ja’fari, Zaidiyah) dan Ibadi. Artinya semua mazhab ini diakui sebagai bagian dari Islam

-          Larangan takfir. Tidak boleh mengkafirkan sesama Muslim untuk menghentikan konflik internal

-          Otoritas fatwa hanya boleh dikeluarkan oleh ulama yang kompeten. 🌍

 

Risalah Amman mendapat dukungan oleh ratusan ulama dari berbagai negara

tokoh Sunni dan Syiah dan lembaga Islam internasional.

 

Kemiripan gerakan taqrib dan Risalah Amman :

 

1.      sama-sama ingin persatuan umat Islam

2.      Taqrib banyak didorong Iran

3.      Risalah Amman diprakarsai Yordania (lebih netral)

 

Risalah Amman didukung ulama dunia namun secara praktik: pengaruhnya tidak luas di lapangan. “berhasil di tingkat wacana, lemah di implementasi”. Setelah Risalah Amman (2004), justru muncul konflik besar: Perang di Irak (pasca 2003), Perang di Suriah, Konflik di Yaman.

 

Berikut adalah beberapa perwakilan/tokoh Indonesia terkait Risalah Amman:

  • KH. Hasyim Muzadi: Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merupakan salah satu tokoh ulama Indonesia yang terlibat aktif dalam pertemuan-pertemuan terkait Risalah Amman dan Islam moderat (wasathiyah) di Yordania.
  • Din Syamsuddin: Pernah menghadiri pertemuan terkait sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP).

·         Dr. Tutty Alawiyah, Rektor Universitas Islam Al-Syafi'iyah

·         Rabhan Abd Al-Wahhab, Dubes RI untuk Yordania

·         Rozy Munir, Mantan Wakil Ketua PBNU

·         Muhamad Iqbal Sullam, International Conference of Islamic Scholars, Indonesia

Risalah Amman sendiri adalah deklarasi internasional yang diterbitkan pada 9 November 2004 oleh Raja Abdullah II bin Al-Hussein dari Yordania.

 

Selesai