Tampilkan postingan dengan label Syiah Luar Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syiah Luar Jawa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juli 2013

Kang Jalal Pidato di Depan Presiden Ahmadinejad

Hidayatullah.com--Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (Ijabi), sebuah organisasi Syiah di Indonesia, Dr.  Jalaludin Rakhmat memaparkan wacana buku elektronik yang biasa disebut dengan e-book, di Konferensi Penerbit Dunia Islam yang dihadiri Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Tokoh Syiah Indonesia yang akrab dipanggil Kang Jalal ini mengatakan, “Hari ini, kita menghadapi tantangan baru di dunia penerbitan. Kini ada 3 juta judul buku baru yang siap untuk didownload,” katanya.

Menurut Jalal,  e-book bisa jadi menjadi ancaman bagi penerbit konvensional. Meski demikian, dalam pidatonya yang disampaikan di depan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, Kang Jalal mengatakan, “Para penerbit tidak perlu khawatir akan maraknya e-book. E-Book tidak akan mampu menggeser buku konvensional,” katanya.

Kang Jalal menyatakan, e-book memang mudah diakses dalam waktu singkat dan dari jarak jauh. Akan tetapi revolusi e-book mempunyai banyak kekurangan sehingga tidak dapat menggeser fungsi buku konvensional.

Kepada wartawan IRIB (RRI-nya Iran) yang khusus mewawancarainya di Hotel Esteghlal, Teheran, menjelaskan, “Ada beberapa alasan e-book tidak dapat menggantikan buku konvensional. Dari sisi ekonomi, e-book tidak menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Untuk menggunakan e-book dibutuhkan perangkat perantara yang harganya relatif mahal. Orang-orang desa tidak akan menggunakan e-book sebagai sarana untuk mencari informasi.

Selain itu, e-book hanya menguntungkan para kapitalis yang bermodal besar. Investasi untuk e-book membutuhkan dana yang cukup besar. Kondisi ini tentunya tidak sama dengan penerbit-penerbit buku konvensional yang cukup bermodalkan dana yang minim.

“Adapun dari sisi pendidikan, e-book membutuhkan keterampilan berkomputer. Dari sisi sosial, e-book tidak mampu menggantikan pengalaman sosial-psikologis saat bercengkrama dengan buku cetak.

Sementara buku konvensiobal mudah dikemas menjadi hadiah yang kemudian diikat dengan pita. Aspek ini tidak bisa ditemukan di e-book. Selain itu, buku konvensional menuntut pembaca menyelami lembaran-lembaran dengan seksama dan ikatan emosi.

Uniknya, pengalaman semacam itu tidak bisa dinikmati para pengakses e-book, sehingga terkadang memaksa mereka untuk men-print teks yang tertuang dalam e-book,” ujar Kang Jalal menjelaskan.

Dalam konferensi ini, Kang Jalal menyimpulkan bahwa penerbit buku konvensional tidak akan kehilangan fungsinya di tengah maraknya e-book. Apalagi untuk dunia Islam, e-book masih dianggap tidak relevan.

Setelah Kang Jalal berpidato, Ahmadinejad menyampaikan pidatonya dan menyinggung beberapa poin yang disampaikan Kang Jalal terkait e-book. Menurut Ahmadinejad, e-book akan menjadi ancaman global. Ahmadinejad juga meminta umat Islam supaya lebih waspada. [pos/cha/hidayatullah.com]

Rabu, 26 Desember 2012

Lagi, Buku Syi’ah untuk Anak SD Negeri di Solok Ajarkan Doktrin Sesat

Dari temuan sejumlah buku rujukan sekolah dasar negeri di Solok, Sumatera Barat, yang merupakan buku Syi’ah, terdapat satu buku yang khusus membahas mengenai dosa-dosa dalam doktrin Syi’ah dengan judul Dosa-dosa Besar: Meruntuhkan Amal Kebajikan yang ditulis oleh Prof. Dasteghib. Dalam buku Qalbun Salim, nama penulis ini adalah Abdullah Husein Dasteghib dan tanpa gelar profesor.
Berdasarkan pengamatan Fimadani, mengutip dari gensyiah.com, buku ini juga merupakan buku yang pengadaaannya dari dana DAK APBD, serta sudah mendapat izin dari Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: Dj.I/375/2009.
Dari penelusuran kami, Penerbit Cahaya Press yang beralamat di Jl. Siaga Darma VII No. 32E Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 12510, ini juga  menerbitkan buku-buku karya penulis Syiah bernama Dasteghib ini, misalnya Islam Menjawab, Tafsir Surah Yasin, Sudah Khusukkah Shalat Anda?, Tafsir Surat Al Waqi’ah, Qalbun Salim, dan Kisah-Kisah Ajaib.
Di buku Dosa-dosa Besar: Meruntuhkan Amal Kebajikan yang diajarkan pada anak-anak sekolah dasar negeri Solok ini, terdapat beberapa doktrin Syi’ah yang sangat berbahaya bagi aqidah mereka. Di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Dalam sub-bab Syiah Ahlulbait, disebutkan, “Salah satu hadis menyangkut kedudukan kaum Syi’ah dan para pecinta Ahlulbait menyebutkan bahwa api neraka tidak dapat membakar mereka. Karena itu, hadis-hadis seperti ini memberitahukan kekuatan pada harapan kita. Kecintaan kita pada Ahlulbait tentunya merupakan jaminan bagi kita, namun itu tidak seharusnya membujuk kita untuk berbuat dosa secara terang-terangan.”
  2. Buku tersebut juga menyebutkan hadis-hadis yang berasal dari Imam-imam Syi’ah saja, dan menafikkan selain mereka, sebagaimana disebutkan, “…mendapatkan hadis-hadis yang jelas dari Nabi saw, Imam Ali, Imam Ja’far al-Shadiq, Imam al-Kazhim, Imam al-Ridha, dan Imam al-Jawad.”
  3. Dalam sub-bab “Syiah Sejati, Mereka yang Mengikuti (Menaati) Para Imam”, disebutkan, “Karena itu, Bab Al Hawaij Imam Musa al-Kazhim berkata, “Syi’ah kami hanyalah orang-orang yang mengikuti kami (dalam semua aspek), melangkah dalam jejak kaki kami, dan meniru amal-amal kami.” (Bihar al-Anwar)”
  4. Penulis buku Syi’ah ini menerangkan bahwa mereka yang menjadi Syi’ah sejati adalah yang disebutkan dalam Al Quran Surat Al Bayyinah ayat 7: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka adalah sebaik-baik makhluk (khairul barriyah).” Kemudian penulis Syi’ah ini melanjutkan, “Nabi saw diriwayatkan telah menerangkan bahwa khairul barriyah merujuk kepada Syi’ah (pengikut) Ali: “Wahai Ali, khairul barriyah artinya engkau dan syi’ah-syi’ahmu. Pada hari kiamat, mereka akan ridha dengan apa yang Allah limpahkan kepada mereka, dan mereka pun diridhai oleh Allah.” (Tafsir Thabarsi, Manaqib Khwarazmi, Ibnu Hajar)”
  5. Tentang sub-bab Wilayah, disebutkan, “Tidak diragukan bahwa orang yang memiliki wilayah (menjadikan pemimpin, mencintai) Ahlulbait berhak mendapatkan keselamatan. Sesungguhnya, dia akan bersama para nabi as dan imam maksum.” Kemudian dinukil perkataan Imam al-Ridha, “Adalah wajib bagi Allah untuk menghimpun syi’ah-syi’ah kami dengan para nabi, para syahid, dan orang-orang yang benar, pada hari keputusan.”
  6. Dalam sub-bab “Wilayah Ali adalah Benteng Allah yang Kuat”, disebutkan, “Diriwayatkan oleh Imam al-Ridha dari Imam Ja’far sebagai berikut, “Allah berfirman: Wilayah Ali bin Abi Thalib adalah benteng-Ku. Maka barangsiapa yang memasuki benteng-Ku, dia aman dari murka-Ku (‘Uyun al-Akhbar al-Ridha)”
  7. Dalam sub-bab “Pengakuan Lisan yang Tanpa Perbuatan, Tak Cukup” disebutkan bahwa orang-orang Muslim yang Ahlus Sunnah yang mencintai Ahlul Bait dianggap tidak sah, sebab mereka tidak ikut Syi’ah atau Ahlul Bait.
  8. Di halaman 25 disebutkan bahwa musuh-musuh Syi’ah yang maksudnya adalah kaum Sunni akan kekal di neraka. “Pecinta Ahlulbait tidak akan tinggal di neraka selamanya. Siksa abadi hanyalah diperuntukkan bagi orang-orang kafir dan musuh-musuh Ahlulbait.”
  9. Di halaman 24 disebutkan hadits-hadits palsu yang dinisbatkan pada Rasulullah yang menyebutkan bahwa, “Allah menciptakan 70 (tujuh puluh) ribu malaikat dari cahaya wajah Ali bin Abi Thalib. Para malaikat ini (akan terus) memohonkan ampunan (atas namanya dan atas nama para pengikutnya) hingga Hari Kiamat.” Juga disebutkan hadits palsu dari Nabi Muhammad, “Cinta kepada Ali membakar dosa-dosa, laksana api yang membakar kayu.”
  10. Di halaman 26-27, disebutkan ajaran untuk meminta pertolongan pada Ali bin Abi Thalib jika menghadapi sakaratul maut. Ini merupakan salah satu perbuatan syirik.
  11. Disebutkan dalam buku tersebut bahwa jika tidak mengikuti Syi’ah dan mengakui Imam-imam 12 adalah termasuk dosa besar. “…Imam maksum yang sama (Imam Ja’far) bahwa beliau berkata, “Tidak mengakui hak-hak kami (Ahlulbait) adalah dosa besar.”"
  12. Di halaman 43, disebutkan kewajiban seorang Syi’ah untuk mengambil rujukan mutlak kepada Ahlulbait, bukan Al Quran dan Sunnah. “Dapat disebutkan di sini bahwa topik lain yang juga dibahas secara ringkas dalam al-Quran tetapi dipaparkan oleh Nabi saw dan para imam adalah menyangkut otoritas mutlak Ahlulbait sebagai khalifah-khalifah Allah di muka bumi dalam mengajarkan dan mendemonstrasikan hukum-hukum mengenai hak dan batil kepada manusia.”
 sumber : fimadani.com

Rabu, 21 November 2012

SYIAH MENGELABUHI SUNNI MAKASSAR : Gema Persatuan Umat Islam Dunia dari Makassar

Ketika jahitan kebhinekaan terkoyak akibat ulah segelintir kalangan yang memaksakan tafsir tunggal atas ajaran agama, muncul seruan persatuan yang mengalir dari jantung Indonesia Timur. Senin, 5 November 2012 menjadi saksi perhelatan penting dunia Islam yang digelar di Universitas Islam terkemuka di Makassar. Sebuah seminar Internasional “Persatuan Umat Islam” diselenggarakan atas kerjasama Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dengan Kedutaan Republik Islam Iran untuk Indonesia.
 Momentum yang ditunggu-tunggu umat Islam Indonesia ini menghadirkan perwakilan dari ormas Islam, dewan ulama, dan pemerintah serta akademisi dalam dan luar negeri. Seminar Internasional berlangsung di Auditorium Al-Jibra Kampus II UMI, dan dibuka langsung oleh wakil Menteri Agama RI, Prof. DR. H. Nasaruddin Umar, MA.
Dua tokoh ormas Islam terbesar di Tanah Air, NU dan Muhammadiyah bersama-sama meneguhkan komitmen Indonesia dalam menjaga persatuan umat Islam dunia dari berbagai rongrongan. Prof. Din Syamsuddin hadir berdampingan sebagai pembicara bersama KH Hasyim Muzadi. Selain itu, hadir pula sebagai panelis Ketua MUI Pusat Prof. Umar Shihab dan Prof. Muhammad Ghalib, selaku Koordinator kopertais VIII.
Keseriusan mengusung persatuan umat Islam dalam seminar ini ditampilkan dengan menghadirkan para pembicara dari luar negeri. Partisipasi aktif Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Dr. Mahmoud Farazandeh, Grand Ayatollah Muhammad Ali Taskhiri selaku Ketua Lembaga Pendekatan antar Madzhab Islam, Republik Islam Iran, Sheikh Molawi Ishaq Madani sebagai penasehat presiden Iran untuk urusan Ahlussunnah, dan Dr. Mazaheri, Wakil rektor Universitas Terbuka Iran, menunjukkan komitmen kolektif menjaga persatuan Islam dunia. Namun, amat disayangkan Arab Saudi tidak mengirimkan wakilnya, meski sudah dijadwalkan hadir dalam seminar persatuan umat Islam dunia itu.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama mengapresiasi upaya konstruktif Duta Besar Republik Islam Iran dan ulama besarnya atas kesediaan mereka berbagi ilmu kepada Umat Islam Indonesia. “Seminar ini menambah khazanah keilmuan dan keislaman kita khususnya di Sulawesi selatan ini,” tutur pendiri Masyarakat Dialog antar Umat Beragama itu.
Bagi Nasaruddin, konsep keumatan dalam Islam merupakan refleksi dari konsep cinta kasih antar sesama. Mengutip Rasulullah Saw, profesor studi Islam UIN ini menilai konsep Ummah (umat) sebagai komunitas yang paling komplit dan mulia dalam Islam, karena tidak lagi mengagungkan adanya diskriminasi dan pengkotak-kotakan dalam masyarakat.
“Sebagaimana konsep al-Quran ‘Walaqad Karramnaa Banii Adam’ yang bermakna bahwa yang harus dimuliakan dalam Islam itu adalah semua anak cucu Adam, tanpa memandang Suku, jenis kelamin, golongan strata sosial bahkan agama, semuanya harus dimuliakan sebagai manusia ciptaan Allah swt,” ungkap penulis sekitar 12 buku keislaman ini.
Nasruddin dalam pidatonya optimis Indonesia sebagai negara muslim terbesar akan memimpin dunia Islam. Bagi Nasruddin, jazirah Hijaz telah selesai melahirkan Islam, kini giliran Indonesia yang akan memimpin dunia Islam. Tapi, semuanya itu hanya bisa terwujud ketika umat Islam Indonesia serius menggalang persatuan.
“Tanpa persatuan, umat Islam Indonesia hanya akan tersekat-sekat dalam ruang sempit mazhab atau kabilah,” tegasnya.
Optimisme itu bergema kembali disuarakan Ketua Umum Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin. Cendekiawan muslim ini menjelaskan besarnya potensi kaum muslimin, terutama di Indonesia. “Kita punya SDM (Sumberdaya Manusia), SDA (Sumberdaya Alam) maupun SDN (Sumberdaya Nilai) dan SDS (Sumberdaya Sejarah),” kata Ketua Umum Muhammadiyah.
“Sumber daya itu harus digunakan untuk menguatkan konsep ‘Kalimatun Sawa’ dalam menghadapi ‘Aduwun Sawa’,” tegas pria kelahiran Sumbawa itu.
Tokoh NU, KH. Hasyim Muzadi menegaskan pentingnya persatuan Islam dalam mewujudkan kamajuan dan kejayaan umat. Kiai berusia 48 tahun ini memandang politik adu domba yang dilancarkan dunia Barat untuk menjegal kemajuan dan kejayaan kaum muslimin. “Semua itu, hanya bisa dilawan dengan persatuan umat sebagai landasan gerakan Islam yang rahmatan lil alamin,” tambahnya.
Mengamini pentingnya persatuan umat bagi bangsa Indonesia dan dunia, Rektor UMI Prof. Masrurah Mokhtar, MA pada pidato sambutannya menggarisbawahi urgensi perumusan etika dalam berbeda pendapat, supaya umat Islam dapat meningkatkan tali persaudaraan, toleransi dan tidak mudah diadudomba. Sedangkan, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Dr. Mahmoud Faranzadeh dalam statemennya menekankan pentingnya persatuan umat Islam sebagai benteng menjaga keamanan, kesejahteraan dan kemajuan umat Islam dunia.
Sementara itu, Sheikh Molawi Ishaq Madani menyebutkan persatuan sebagai kunci kemenangan umat Islam. “Persatuan sangat penting. Tanpa persatuan, umat Islam mudah diadudomba. Perselisihan dan pertengkaran di antara kaum muslimin tidak akan menghasilkan kemenangan bagi madzhab yang bertikai, dan sebaliknya justru kekalahan bagi agama Islam,” kata penasehat Presiden Iran urusan Ahlusunnah.
Terkait peran dunia Barat dalam menyulut friksi di tubuh umat Islam, Ayatollah Muhammad Ali Taskhiri menyatakan bahwa dunia Barat berupaya mengoyak-oyak persatuan umat Islam dunia hingga akhirnya menjadi negara-negara kecil, terbelakang dan memisahkan agama dari kehidupan kaum muslimin. “Barat mengimplementasikannya dalam bentuk Kolonialisme,” ungkap Ketua Lembaga Pendekatan Antarmazhab Islam itu.
Namun, tutur ulama senior Iran ini, pasca perang dunia kedua, terjadi berbagai peristiwa penting yang menyebabkan Kolonialisme Barat menemui tantangan berat. “Peristiwa pertama adalah pembakaran masjid Quds yang menstimulasi lahirnya konferensi solidaritas kaum muslimin. Kemudian lahirlah Revolusi Islam di Iran, ” tambahnya.
Pada tahun 1979, Revolusi Islam Iran yang digagas oleh Imam Khomeini berhasil menumbangkan hegemoni Barat. Menurut ulama sepuh ini, revolusi berbasis agama itu menjadi antitesis Kolonialisme Barat terhadap dunia Islam.
“Ketika Barat menginginkan umat Islam tercabik-cabik, Revolusi Islam tampil menyerukan persatuan umat. Ketika Barat membiarkan umat Islam terbelakang, Revolusi Islam menyerukan dukungan umat terhadap kemajuan dunia Islam dalam segala bidang kehidupan. Dan ketika Barat memisahkan Islam dari kehidupan kaum muslimin, Revolusi Islam justru menawarkan mengisi kehidupan masyarakat muslim dengan nilai-nilai Islam,” ujar ulama Iran itu.
Acara ini diakhiri dengan pembacaan rekomendasi yang berisi tujuh poin penting persatuan umat Islam dunia. Pertama, meningkatkan kesadaran umat Islam untuk terus membangun dan menjaga persaudaraan sebagai sesama umat Islam dengan menampilkan Islam yang damai dan penuh kasih sayang. Kedua, tidak menjadikan perbedaan mazhab sebagai kendala dalam menjalin ukhuwah islamiah dan kerjasama dalam berbagai kegiatan keduniaan dan keagamaan. Ketiga, mendukung sosialisasi Deklarasi Amman (9/11/2004) yang dideklarasikan bersama oleh 200 ulama dari lebih 50 negara, yang menegaskan bahwa mazhab Syiah (Ja’fari dan Zaidi) sebagai bagian dari Islam.
Keempat, umat Islam Indonesia  dari berbagai mazhab bisa menjadi role model bagi umat Islam dunia dengan hidup berdampingan dalam ikatan persaudaraan yang kuat. Kelima, ormas dan lembaga-lembaga keislaman serta para da’i, muballig dan cendekiawan muslim mengambil peran aktif untuk selalu mengupayakan kokohnya persaudaraan Islam, dan menghindari dakwah yang berakibat lemahnya ukhuwah Islamiyah. Keenam, pemerintah Indonesia diharapkan ikut menciptakan iklim yang kondusif bagi terwujudnya persaudaraan antarpenganut berbagai mazhab Islam dan persaudaraan di antara sesama pemeluk agama. Ketujuh, perbedaan (ikhtilaf) di kalangan umat Islam harus disikapi dengan mendahulukan etika dan akhlaqul karimah demi kemaslahatan umat.
Seminar berjalan lancar, meskipun di luar gedung ada segelintir pihak yang memaksakan sikapnya menolak persatuan Islam. Akan tetapi kesiapan panitia dan tim keamanan dari TNI-Polri dalam komando Wakil Rektor III UMI berhasil menghalau gerombolan anti kebhinekaan itu. (DarutTaqrib/IRIB/Adrikna!)

Kamis, 08 November 2012

GELIAT SYIAH DI KALIMANTAN

Salam, Kami Sampaikan Ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada segenap pihak, donasi, panitia, simpatisan dan ikhwan serta akhwat yang bersedia berhadir pada acara peringatan 'Idhul ghodir 1433 H di gedung Kopertis Kalimantan 3 Nopember 2012 hari sabtu yang telah lalu, semua program road show Idhul Ghodir berjalan dengan lancar sesuai agenda yang direncanakan, seperti Training Akidah, Seminar 
Pendidikan Di Kan.Depag Kota BJm__Metodologi Pendidikan yang Berkarakter__, Seminar Publik__Di B.Post tema'Mahdiesme & Globalisasi Dalam bingkai NKRI, serta puncak acara peringatan hari raya agung Islam Idul Ghadir 1433 H di Kopertis Kalimantan selatan, semuanya berjalan lancar tanpa halangan apapun berkat partisipasi dari semua pihak.

LAPORAN PEMASUKAN DAN PENGELUARAN
ACARA ROAD SHOW IDHUL GHADIR 1433 H

A. PEMASUKAN---------------------
-------------------Rp. 19.055.000,- (Rincian Terlampir)
B. PENGELUARAN-------------------
------------------Rp. 18.369.400,- Rincian Sbb:

1.Tansportasi (Tiket PP), Akomudasi, konsumsi dan keperluan 2 Pembicara 5 hari di Bjm Rp. 8.588.000,-
2. Training akidah sehari dengan peserta
35 orang dan 12 orang panitia Rp. 1.375.000,-
3. Seminar B.Post “Mahdisme & Globalisasi
Dalam bingkai NKRI” Rp. 375.000,-
4. Seminar Di Kantor Depag Kota BJM “Metodologi
Pendidikan Yang Berkarakter” Rp. 1.232.000,-
5. Acara puncak peringatan Ghadir Khum
3 Nopember 2012 Rp. 4.150.000,-
6. Dekorasi dan publikasi Rp. 1.135.000,-
7. Kebersihan dan qori selama acara road show Rp. 350.000,-
8. Administrasi FK2 Kal-Sel Rp. 242.400,-
9. Sewa pikup Rp. 300.000,-
10.Air minum gelas 23 doz X a.14.000,- Rp. 322.000,-
11.Bunga Melati dan Lain-lain Rp.300.000,-

Jumlah Pengeluaran Seluruhnya Rp. 18.369.400.-
Saldo_________________________
_______________Rp. 685.600,-

DAFTAR NAMA-NAMA PENYUMBANG
ACARA ROAD SHOW GHADIR KHUM 1433 H "FK2 KAL-SEL"

No Tanggal Nama Penyumbang Jumlah
1 10 Okt 2012 H. Busyairi Ali, SH.I, MH.I Rp. 2.000.000,-
2 10 Okt 2012 Adi Saputra Rp. 100.000,-
3 12 Okt 2012 Sayed Ahmad Al-Habsy Rp. 500.000,-
4 15 Okt 2012 A. Fitriansyah Rp. 300.000,-
5 16 Okt 2012 DR. Ali Aseqof Rp. 500.000,-
6 16 Okt 2012 Ahmad Riyadi Rp. 100.000,-
7 16 Okt 2012 Ferry Rp. 10.000,-
8 16 Okt 2012 Hamba Allah Rp. 10.000,-
9 17 Okt 2012 Hbb Abdullah Assegaf Rp. 200.000,-
10 17 Okt 2012 Fauzi Rp. 100.000,-
11 18 Okt 2012 Irdam Sujono Rp. 150.000,-
12 18 Okt 2012 Ledy’s Didi Rp. 250.000,-
13 18 Okt 2012 Dedi Mahfud Rp. 50.000,-
14 18 Okt 2012 Juhri SH Rp. 150.000,-
15 18 Okt 2012 Hamba Allah Rp. 100.000,-
16 20 Okt 2012 Mugeni Rp. 200.000,-
17 20 Okt 2012 Basuki Rahmat Rp. 100.000,-
18 22 Okt 2012 Hj. Sri Neci Rp. 1.000.000,-
19 22 Okt 2012 H. Mahyuni Rp. 1.500.000,-
20 22 Okt 2012 Adi Wijaya Rp. 2.000.000,-
21 22 Okt 2012 Pak Toha M.Teweh Rp. 1.000.000,-
22 23 Okt 2012 Norama Dina R Rp. 300.000,-
23 23 Okt 2012 Hj. Fatmah Rp. 60.000,-
24 24 Okt 2012 Hj. Adhe Rp. 250.000,-
25 25 Okt 2012 CV. Ali Hasbi (H.Badarudin) Rp. 500.000,-
26 25 Okt 2012 M. Adib Bidinillah Rp. 500.000,-
27 26 Okt 2012 Pak Basyir Rp . 400.000,-
28 26 Okt 2012 Alfian Rp. 100.000,-
29 27 Okt 2012 Ali Hasbi Rp. 100.000,-
30 27 Okt 2012 M. A. Rifani Rp. 20.000,-
31 30 Okt 2012 Fuad Rp. 200.000,-
32 1 Nov 2012 Arpani Rp. 50.000,-
33 1 Nov 2012 Abdul Ghani Rp. 50.000,-
34 1 Nov 2012 Hafiz Rp. 50.000,-
35 2 Nov 2012 Syahdianoor Rp. 200.000,-
36 2 Nov 2012 Suprapti Rp. 200.000,-
37 2 Nov 2012 Prof. DR. Ir. Sipon Muladi Rp. 1.000.000,-
38 2 Nov 2012 H. Salmani Rp. 1.000.000,-
39 2 Nov 2012 Dhiaurrahmah Rp. 200.000,-
40 2 Nov 2012 Khairunnisa Marfuah Rp. 200.000,-
41 2 Nov 2012 M. Fadhil Murabbil Amin Rp. 200.000,-
42 2 Nov 2012 H. M. Asrie (Alm) Rp. 200.000,-
43 2 Nov 2012 Hj. Atiah Rp. 200.000,-
44 2 Nov 2012 Surahman Rp. 20.000,-
45 2 Nov 2012 Ayaturrahman Rp. 50.000,-
46 2 Nov 2012 Anak putra dan putri Rp. 180.000,-
26 25 Okt 2012 M. Adib Bidinillah Rp. 500.000,-
27 26 Okt 2012 Pak Basyir Rp . 400.000,-
28 26 Okt 2012 Alfian Rp. 100.000,-
29 27 Okt 2012 Ali Hasbi Rp. 100.000,-
47 2 Nov 2012 M. Noor Effendi Rp. 200.000,-
48 2 Nov 2012 Azis Rp. 200.000,-
49 3 Nov 2012 Ikhwan Babirik Rp. 255.00.-
50 3 Nov 2012 Ikhwan Batanjung Rp. 250.000.-
51 3 Nov 2012 H. Utuh Rp. 100.000.-
52 3 Nov 2012 Anung Budiantoro Rp . 1500.000.-

Jumlah __________________ __________Rp. 19.055.000

Mengingat dalam waktu dekat kita akan mengadakan Asyuro maka dengan ini kami sampaikan permohonan untuk kesekian kalinya kepada ikhwan dan akhwat sekalian, agar sudi kiranya menyisihkan sebagian dari rezkinya untuk kelancaran tersebut" PARTISIPASI DAPAT disampaikan melalui Rekening Bank Mandiri" 031-00-0631420-0 a.n. Dian Yuliastuti atau Bank Jabar Cab Kal-sel 0023028123100 a.n Badaruddin Q.Q FK2 ___atau Hubungi Panitia : A.fitriansyah:081349532524 B. H.Badaruddin:085249733009 C. Dian yuliastuti 0511-7405728 atau ke Email;fk2banjarmasin@yahoo.com