Tampilkan postingan dengan label Syiah Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syiah Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2016

CATATAN PENTING TENTANG MUDZAKIR SOLO


RANGKUMAN KOMENTAR MUDZAKIR, SUNNI YANG TERINDIKASI SYIAH

 “Demi Allah kalau saya bukan lagi melihat wajahnya tapi telah berjabat tangan dan baiat dengan Ayatullah Khomeini.”
-    Sebuah Pondok Pesantren milik syiah yang terletak di Wonotunggal Kabupaten Batang yang diserang oleh kaum muslimin Sunni yang pada akhirnya pondok tersebut ditutup, saya mendengar bahwa 17 santri Ponpes tersebut dipindah ke Pondok Pesantren milik Mudzakir.
-    “Saya Husein Al-Habsyi, dari YAPI Bangil Jatim. Dua anak saya, saya titipkan di pesantrennya Ust. Mudzakkir,” lanjutnya.
-    Ustadz Mudzakir adalah wakilnya di YAPI Bangil, mengajar materi Tau’iyyah (Indoktrinisasi). Yang pa¬ling tahu terhadap hal ini adalah Sdr. Basuki Rahmat, seorang pembantu kantor di YAPI, yang pernah kami undang ke Ma’had Al-Mukmin +- tahun 1985.
-    Tiba-tiba ada seorang ikhwan peserta perbincangan nyletuk, “Siapa sih yang tidak yakin bahwa Ust. Mudzakir itu Syiah, suruh saja dia main ke tempat saya, biar saya jelaskan kesaksian istri saya, bahwa istri saya adalah janda mut’ahnya Mudzakir.”
-    Kehadiran Ustadz Mudzakir di Malaysia di rumah Ustadz Abdullah Sungkar adalah dengan suatu misi permohonan kepada beliau, agar beliau berkenan menetralisir tuduhan para ikhwan di solo yang menyatakan beliau itu berpaham Syiah
-    “Apa pendapat Ustadz Mudzakir tentang Imam Khomeini?” Jawabnya, “Ya, saya tidak tahu pasti.” Tanya saya lagi, “Apa Antum tidak membaca buku Ukhuwah Islamiyah?” Jawabnya, “Tidak pernah.”
-    Saya menilai bahwa jawaban dia ini sangat tidak logis, mustahil dan tidak masuk akal! Mana mungkin Mudzakir yang berkali-kali ke kota Qom dan dari awal revolusi Islam, menjadi wakil Amir Syiah Husein Al-Habsyi, Ustadz khusus Tau’iyyah di Ma’had YAPI, mengamalkan nikah mut’ah, dll, tapi tidak pernah membaca buku “Hukumah Islamiyah”, buku aqidah kaum Rafidhah Republik Islam Iran, yang berisi doa laknat terhadap Abu Bakar dan Umar, Aisyah dan Hafshah
-    dialog, kajian Jum?at malam bertema "KEUNGGULAN SUNNI TERHADAP SYI'AH" di masjid Istiqlal Sumber Solo, pada Jum?at (12/7/2013) dengan tegas Ustadz Mudzakir tidak mau mengafirkan golongan Syi?ah.
Tetapi kalau saya disuruh mengkafirkan saudara saya dikalangan Syi?ah, Tidak. Apalagi disuruh memusuhi Ahlu Sunnah, Tidak. Semua muslim? tandasnya.
-    “Saya termasuk orang yang tak mau campur tangan soal Bashar Al-Assad. Gambar-gambar di internet itu kan tidak bisa bicara, sehingga sebaiknya hati-hati dalam menghukumi Bashar Al-Assad,” kata ustadz Mudzakir yang duduk di sebelah kiri ustadz Abu Bakar Ba’asyir.
-    Ustadz Mudzakir tak membantah. Ia banyak berdiam dan mengalihkan tema diskusi pada persoalan Syi’ah. “Menurut pendapat Imam Ibnu Hajar, ulama tidak sepakat bahwa semua Syi’ah itu kafir,” ungkap ustadz Mudzakir
-    K.H Mudzakkir dalam menjawab pertanyaan tersebut mengatakan, “Allah mengatakan huwa sammaul-muslimin min qobli wa fie hadza (Dia –Allah- telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan -begitu pula- dalam -Al Qur’an- ini. QS. Al Hajj 22 : 78 -red), saya muslim."
-    K.H Mudzakkir melanjutkan, meskipun dirinya menyatakan bukan Syi’ah, tapi jika diminta atau dipaksa untuk mengkafirkan Syi’ah, dirinya tidak bisa.
-    “Tetapi kalau saya disuruh mengkafirkan saudara saya dikalangan Syi’ah, Tidak. Apalagi disuruh memusuhi ahlu sunnah, Tidak. Semua muslim,” tandasnya.
-    Ustadz Mudzakkir Ceramah di Markas TNI Kodim Solo 1 Namun, usaha yang dirintis hampir 3 pekan itu dengan tema “Forum Klarifikasi Issue Syi’ah – Mengangkat Syubhat Menenangkan Umat” yang dilakukan pada hari Sabtu (26 Januari 2014) pagi lalu di masjid Al Huda Ngruki tidak jadi terlaksana alias batal karena ustadz Mudzakkir tidak hadir. Saat itu, banyak pihak yang menyayangkan sikap ustadz Mudzakkir, dan semakin menguatkan praduga umat Islam tentang keSyi’ahannya.
-    Kyai Mudzakkir bersama Abu Bakar Arsal al-Habsy, pembina demokrat dan tokoh syiah Indonesia dalam sebuah acara. (26/6/13)
-    Saat ditanya apakah ada Syi’ah yang sesat dan yang baik hari ini. Mudzakkir menjawab  dengan menganalogikan jin, “Jin ada yang baik dan yang jahat apa tidak?.” Mudzakkir balik bertanya kepada serta.
-    Ia menambahkan lagi, “Sebenarnya ada yang sesat tapi saya tidak melihat yang gimana? Kalau di syiah ada yang di menuhankan Ali, mengatakan malaikat Jibril itu salah dalam menyampaikan wahyu. Ia seharusnya menyampaikan kepada Ali akan diberikan kepada Muhammad, masak itu dianggap benar. Tapi kalau saya disuruh menunjukkan syiah yang sesat itu yang mana, maka saya tidak bisa menunjukkannya.”
-    “Namun,” tambah Mudzakkir, “Saya muslim dan tapi saya tidak mau mengkafirkan syiah.  Semua tuduhan itu akan saya tuntut di mahsyar adapun di dunia tidak akan saya tuntut.”

RINGKASAN DARI BERBAGAI SUMBER MEDIA ISLAM ONLINE

Selasa, 09 Juni 2015

MUI JEPARA MEMPRIHATINKAN, HADIR DALAM RITUAL ARBAIN SYIAH



Pada akhir tahun kemarin, komunitas syiah di pelosok negri merayakan 40 hari kematian Husain ra. Tak ketinggalan, salah satu basis syiah di Jawa Tengah juga mengadakannya. Bagi muslim sunni, ritual tersebut jika dilakukan di yayasan mereka tidak menjadi sorotan. 

Di sinilah ironinya. Di saat MUI pusat sedang berjuang membersihkan pengurus MUI dari dai-dai susyi ( sunni syiah), tapi di Jepara MUI justru hadir dalam ritual syiah. Apa yang akan terjadi di masyarakat awam, jika ‘ulamanya’ justru menjadi pendukung acara kesesatan. 

Demikian juga Bupati yang nota bene adalah ahlu sunnah. Beberapa tahun ke depan Jepara akan banyak banyak pengikut syiahnya dan semakin subur. Bahkan, baru-baru  ini diadakan acara kumpul yayasan-yayasan syiah dalam rangka menghadapi tantangan dakwah syiah. Mereka menyusun strategi, bagaimana mengelabuhi masyarakat agar tertipu dengan slogan syiah syiah yaitu persatuan (lihat : http://www.darut-taqrib.org/berita/2015/05/20/dari-jepara-menuju-islam-damai . Padahal mereka hendak merubah ideologi Ahlul sunnah ke dalam syiah rafidah yang ajarannya penuh dengan laknat terhadap para sahabat RA.
Berikut foto sebagai bukti berita di atas : 






 tampak Bupati dan MUI Jepara hadir dalam ritual tersebut 

\
Sudah menjadi ciri syiah indonesia, melukai diri dengan mendonorkan darahnya, sebagai ganti dari menyiksa diri, krn diindonesisa tidak memungkinkan dilakukan penyiksaan badan tersebut.


Kamis, 07 Mei 2015

SMP SYIAH DI PEMALANG JAWA TENGAH, SMP INSAN SEMESTA, MUSLIM HARUS WASPADA.

Masyarakat Jawa Tengah harus waspada. Di tengah-tengah perkampungan sunni, sudah berdiri bangunan yang relatif megah. Ini adalah suatu sekolah yang didirikan oleh komunitas Syiah. Penulis sudah investigasi ke salah seorang alumni Pesantren Al Hadi Pekalongan, bahwa SMP tersebut adalah SMP Syiah. Bahkan dianjurkan bagi alumni Al Hadi agar mengarahkan masyarakat ke SMP tersebut. Tentu tidak ada ciri mencolok yang ditampakkan dari bangunan tang ada, tapi kegiatan keagamaan dan ritual syiah akan rutin diselenggarakan.
gedung sekolah yang baru dibangun

proses belajar di dalam kelas


penanaman doktrin syiah kepada siswa yang mayoritas masih lugu

mereka akan dicetak menjadi kader militan syiah 10 tahun mendatang

temu walimurid

brosur

Menjadi strategi syiah adalah, jika berada dikomunitas yang mayoritas masih awam, mereka tidak akan terang-terangan menampakkan ke syiah hannya.

Pada Sabtu malam, 2 Mei 2015 SMP INSAN SEMESTA telah memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad S.A.W di Masjid Assodiq yang di hadiri oleh anggota Yayasan dan warga sekitar. Ini info resmi yang dirilis dari fb mereka.

Juga pada Sabtu, 2 Mei 2015. SMP INSAN SEMESTA kedatangan tamu dari Pekalongan, Capten Muhammad Nizar seorang Nahkoda kapal Internasional, beliau hadir sebagai pemateri dalam Program Motivasi yang diselenggarakan sekolah untuk meningkatkan semangat siswa dalam belajar grin emotikon


Berikut sekilas tentang SMP INSAN SEMESTA ISLAMIC SCHOOL

alamat fb : https://www.facebook.com/insan.semesta.79

Kontak
Desa Sidorejo RT.04 RW.06    Comal    Jawa Tengah    52363    Indonesia

smp.insan.semesta@gmail.com

telfon : 0285-57xxxx,  08522513xxxx, 08574185xxxx, 08190367xxxx

http://smpinsansemesta.sch.id

[Tim Faktasyiah/Ahmad Hasyim]

Minggu, 05 April 2015

PENGANUT SYIAH BOJONEGORO NIKAH MUT'AH 7 KALI, KORBANNYA WANITA SUNNI, IRONIS!!






Ini adalah kisah nyata tentang nikah mut’ah penganut Syiah di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Untuk maslahat bersama, nama pelaku kami tampilkan dengan inisial.

YA (pria, 35 tahun) adalah seorang wirausahawan muda di bidang pariwisata. Bisa dikatakan usahanya cukup berkembang dan terhitung usaha kelas menengah.

Tahun 2007 lalu, YA menikah dengan sorang perempuan yang kini sudah melahirkan anak mereka. Saat ini anaknya telah berumur 5 tahun.

Kehidupan YA berubah setelah ia bergaul dengan komunitas Syiah di Bojonegoro. Ia mulai mengikuti ajaran sesat Syiah sejak tahun 2009.

Komunitas Syiah yang diikuti YA adalah komunitas Syiah yang aktif menggelar kajian dan memiliki literatur Syiah. Menurut sumber Fimadani, YA tidak sendirian, banyak kawan-kawannya yang tergabung dalam komunitas Syiah Bojonegoro tersebut.





















wanita syiah di kalimantan

Selain menggelar kajian Syiah secara tematik, komunitas Syiah yang dipimpin oleh Ustadz HF yang berasal dari Madura Jawa Timur ini rutin menggelar Kajian Madrasah Karbala yang fokus pada peristiwa pembunuhan cucu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Husain bin Ali Radhiyallahu ‘Anhu.

“Lokasi pengajiannya di rumah saudara AK, sebelah barat Masjid Al Mukhlisin, Jalan Monginsidi Bojonegoro. Kadang juga di Balai Desa Klangon Bojonegoro (kini sudah tidak aktif-red). Mereka juga punya radio komunitas, namanya Brain Community, tapi sudah tidak on air sekarang,” jelas sumber Fimadani.

Meski sudah 5 tahun menjadi penganut Syiah, YA tidak mengajak istri dan keluarganya juga menjadi pengikut Syiah. Di keluarganya, hanya ia sendiri yang menjadi pengikut aliran sesat yang pernah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia tersebut.

Maka, ketika muncul keinginan melakukan salah satu ajaran penting Syiah, nikah mut’ah atau kawin kontrak, tidak ada anggota keluarganya yang tahu.

Uniknya, YA tidak melakukan nikah mut’ah dengan wanita Syiah yang sudah lama menjadi pengaut Syiah. Ia memilih melakukan nikah mut’ah dengan wanita Sunni yang didoktrinnya dengan konsep keutamaan nikah mut’ah menurut Syiah.

“Kalau wanita-wanita itu malah tidak ikut ngaji (Syiah-red) sama sekali. Cuma diberi penjelasan singkat tentang mut’ah dan wanitanya mau diajak mut’ah, maka terjadi kawin mut’ah. Rata-rata cuma cinta sesaat karena bisa diajak check in hotel dan diberi mahar,” terang sumber.

Dalam referensi Syiah disebutkan pahala nikah mut’ah:

Dari Shaleh bin Uqbah, dari ayahnya, “Aku bertanya pada Abu Abdullah, apakah orang yang bermut’ah mendapat pahala?” Jawabnya, “Jika karena mengharap pahala Allah dan tidak menyelisihi wanita itu, maka setiap lelaki itu berbicara padanya pasti Allah menuliskan kebaikan sebagai balasannya, setiap dia mengulurkan tangannya pada wanita itu pasti diberi pahala sebagai balasannya. Jika menggaulinya pasti Allah mengampuni sebuah dosa sebagai balasannya, jika dia mandi maka Allah akan mengampuni dosanya sebanyak jumlah rambut yang dilewati oleh air ketika sedang mandi.” Aku bertanya, “Sebanyak jumlah rambut?” Jawabnya ,” Ya, sebanyak jumlah rambut.“

Abu Ja’far berkata “ketika Nabi sedang isra’ ke langit berkata, Jibril menyusulku dan berkata, wahai Muhammad, Allah berfirman, Sungguh Aku telah mengampuni wanita ummatmu yang mut’ah. (Man La Yahdhuruhul Faqih jilid 3 hal 464)

Oleh karena itu, wanita-wanita yang didoktrin oleh YA pun mau melakukan nikah mut’ah dengannya. Bahkan, YA dan wanita-wanita yang di-nikah-mut’ah-inya melakukan pernikahan tanpa saksi dan tanpa penghulu. Pernikahan nikah mut’ah dalam Syiah memang bisa dilakukan dengan cara seperti itu.

Dalam referensi Syiah disebutkan:

Dari Zurarah bin A’yan, ia berkata : Abu ‘Abdillah ‘alaihis-salaam pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang menikahi wanita tanpa ada saksi-saksi, maka ia menjawab,  “Tidak mengapa dengan pernikahan yang terjadi antara dirinya dan Allah. Dijadikan saksi-saksi dalam pernikahan itu hanyalah karena (keberadaan) anak (yang dihasilkan). Jika tidak demikian (tanpa saksi-red), maka tidak mengapa” [Al-Kaafiy, 5/387].

Dari Abu ‘Abdillah ‘alaihis-salaam tentang seorang laki-laki yang menikah tanpa adanya bukti, maka ia menjawab,  “Tidak mengapa.” [Al-Kaafiy, 5/387].

Ulama Syi’ah yang bernama ‘Abdullah bin Ja’far Al-Himyariy pernah ditanya,  “Apa yang engkau katakan tentang seorang laki-laki yang menikahi seorang wanita pada posisi ini atau yang lainnya tanpa ada bukti maupun saksi-saksi ?” Ia menjawab, “Ya, nikahilah ia tanpa ada bukti dan saksi-saksi.” [Qurbul-Isnaad oleh ‘Abdullah bin Ja;far Al-Himyariy, hal. 252].

Hingga kini, YA sudah melakukan nikah mut’ah dengan 7 perempuan. Seluruhnya berasal dari Bojonegoro. Dari ketujuh perempuan tersebut, YA menikahinya dengan durasi yang berbeda-beda.

“Kontraknya bervariasi, ada yang mingguan hingga setahun,” kata sumber.

Wanita terakhir yang dinikah-mut’ahi oleh YA adalah EN. Seorang janda yang punya seorang anak. EN bekerja sebagai SPG. YA dan EN baru berkenalan 2 bulan yg lalu. Dengan jurus yang sama, YA mendoktrin EN dengan konsep nikah mut’ah Syiah. Ia juga kerap mengajak EN jalan-jalan dengan mobilnya. Alhasil, EN pun mau diajak nikah mut’ah oleh YA pada Oktober 2014 lalu. Tentu saja istri YA tidak mengetahui nikah mut’ah itu.

Setelah mut’ah berjalan beberapa waktu, EN menginginkan hal yang lebih. Ia ingin dinikahi YA secara permanen dan resmi di KUA. Jelas saja YA tidak mau.




























ilustrasi anak2 syiah

“Si istri mut’ah mengancam akan mendatangi istri resminya di rumah jika tidak mau bertanggung jawab,” papar sumber Fimadani.

“Dia lain dari wanita yang dinikah mut’ah sebelum-sebelumnya, dia tergolong nekat dan berani mengadu ke keluarganya istri jika tuntutannya tak dipenuhi,” lanjutnya. Bahkan, EN rela menunggu hingga YA menjadi duda.

Hingga kini, YA masih kebingungan menyelesaikan masalah yang dibuatnya sendiri itu. Apakah ia akan menikahi EN secara resmi, ataukah ia akan membiarkan EN membongkar pernikahan mut’ahnya pada sang istri? Yang jelas, pernikahan mut’ah yang dilakukannya merupakan dosa besar karena tidak ada bedanya dengan zina, meskipun mereka menganggapnya sebagai ibadah agama.

SUMBER : fimadani.com

Selasa, 16 Desember 2014

Minggu, 02 November 2014

ASYURA SEMARANG 1436 AKAN BERLANGSUNG, DI JAKARTA DI BALAI SUDIRMAN



Meski sempat mendapat hambatan, yaitu sejumlah aktifis yang tergabung dalam GIBAS, rupanya Syiah Jawa Tengah enjoy saja dalam rencana menjalankan ritual laknat Asyura, ni salah satu buktinya :




































persiapan persiapan rital laknat Asyura 1436 di Semarang 
ni foto lainnya :















































Sementara, untuk di Jakarta akan diadakan di BALAI SUDIRMAN, menurut salah seorang sumber syiah saya kami dapatkan. Kabar itu baru didapatkan tim fakta syiah baru akhir-akhir ini sehingga banyak muslim sunni yang tidak tahu.

Rabu, 02 Juli 2014

SYIAH JEPARA : ASYURA JEPARA 2011

Berikut reportase liputan kegiatan  hari pertama Muharram yang berlangsung di Kabupaten Jepara. Di kabupaten Jepara `asyura Muharram dilaksanakn di beberapa tempat
MALAM PERTAMA
TPQ al Hasanain, Desa Guyangan
Muharram. Bulan suci yang dinodai oleh sekelompok umat islam yang mengaku muslim, namun tega membantai cucu Nabi saww Al-husain bin Ali as. Memasuki bulan ini para pecinta Ahlulbayt berkumpul bersama untuk mengenang tragedi pembantaian Imam Husain as di Karbala, Irak. Begitu juga dengan para pecinta Ahlulbayt di desa Guyangan dan sekitarnya. Mereka berkumpul di bangunan madrasah diniyah Al-hasanain Guyangan, dan mengadakan majlisil aza’ imam Husain as.
Acara yang ceramahnya diisi oleh ustadz Nur Alim ini berjalan begitu sederhana. Selepas berziarah bersama, para ikhwan desa Guyangan juga bersama-sama membaca doa akhir tahun yang dipimpin oleh ustadz Nur Alim. Meski begitu sederhana, dikatakan sederhana karena dalam acara itu tak terdapat perlengkapan-perlengkapan asyura, mereka merasa bahagia bisa menjadi bagian dari para pecinta Imam Husain as yang meninggalkan urusan dunia mereka dan memilih untuk mengenang tragedi Karbala.
rep : alamsyah
Mushola H. Zabidi al Mahdi, Krasak
Di Mushola Zabidi Almahdi tiap Muharom selalu mengadakan majlis aza̢۪. Tapi Muharom sekarang berbeda dengan Muharom tahun-tahun lalu, salah satu keistimewaan Muharom tahun ini adalah, kami mendapatkan giliran ustadz. Di malam pertama Muharom, tepat setelah adzan Isya̢۪ selesai, ustadz Bunari sebagai pembaca acara menuturkan dalam prolognya akan pentingnya madrasah Asyuro dan semoga kita dapat mengambil banyak hikmah dari madrasah Asyuro. Kemudian beliau juga merasa begitu bahagia karena mendapat undangan dari Imam Husein untuk hadir memperingati hari-hari Asyuro. Acara kemudian dilanjut dengan lantunan ayat suci Al-Qur̢۪an yang disenandungkan oleh adik Zaenab Azakiyah yang sangat merdu nan indah seperti lantunan qori̢۪ terkenal yang dijual dalam kaset-kaset Al-Qur̢۪an. Setelah itu, untuk meminta syafaat Rosulullah dan Ahlul Bayt, acara pun dilanjutkan dengan tawasul yang begitu menyentuh sehingga seakan-akan waktu itu hati kita merasakan di depan kita, Rosulullah dan Ahlul Baytnya hadir di depan kita dan berada disekitar kita.
Setelah tawasul selesai, acara pun dilanjutkan dengan ceramah oleh ustadz Miqdad yang bertema dimensi keghoiban. Sebelum menyampaikan inti yang dibawakan beliau memberi semangat kepada kita bahwa walaupun disini sedikit, banyak yang diundang tidak hadir, tapi semoga dengan yang sedikit ini, Dan apabila disertai dengan niat yang tulus dan hati yang bersih, insyaAllah Ahlul Bayt juga ikut bergabung bersama kita di majlis ini. Setelah itu beliau memberikan beberapa kisah tentang dimensi keghoiban, yang salah satunya adalah dikisahkan ada seseorang yang ikut membunuh pengikut Imam Husein, Dan sejak saat itu dia mengakui bahwa dalam setiap tidurnya ada orang yang mengajaknya masuk ke dalam api neraka.
Dan kisah terakhir yang diberikan ustadz Miqdad begitu sangat menyentuh hati kita semua. Dikisahkan ada seorang musafir kehabisan bekalnya, kemudian dia hanya minta kepada Imam Husein uang 3000 dirham, padahal pinjam atau yang lainnya bisa, tapi dia tidak mau, maunya hanya minta pada Imam Husein. Dengan keyakinannya yang penuh itu, ada seorang wanita mendengar doanya pada Imam Husein kemudian mendatangi musafir tersebut Dan memberikan uang yang di perlukannya. Musafir tersebut tidak mau, tapi wanita tersebut bilang, aku adalah ibunya orang yang kau mintai. Sungguh kisah tersebut dapat memberikan kepada kita pelajaran bahwa ketika kita yakin dengan penuh, Dan minta pertolongan lewat Rosulullah Dan Ahlul Bayt, mereka akan melihat Dan membantu kita. Kita di dunia ini, tak punya bekal di akhirat yang bisa kita banggakan, maka perlu syafaat dari insan-insan suci. Maka dari itu mari kita bersama-sama membuat tali ikatan yang kuat dengan mereka, senantiasa menziarahi mereka, tawasul kepada mereka disetiap waktu kita. Begitulah pesan ustadz Miqdad mengakhiri ceramahnya. Acara pun ditutup dengan ziarah kepada Imam Husein as dengan penuh khidmat, sampai tak ada raut wajah yang bahagia sedikit pun, semuanya sedih, menangis, tersedu-sedu seakan-akan di depan kita adalah kuburan Imam Husein as.
rep : Ummi`s
PESANTREN DARUT TAQRIB, JEPARA
Bulan Muharram merupakan bulan kesedihan bagi keluarga suci Rasulullah saww. Yang mana pada bulan ini seluruh umat islam para pecinta Ahlulbait as memperingatinya atas syahadahnya Imam Husain as, keluarga dan para sahabat beliau di Karbala.
Untuk mengenang kembali pengorbanan dan perjuangan beliau dalam menegakkan amar ma’ruf wa nahi munkar, maka Ponpes Darut-Taqrib Jepara mengadakan acara majlis ‘Azza Imam Husain as, dengan tema : â€Å“Menepuk dada di ‘Asyura, memerah darah di Karbala, duka cita untuk sayyidu syuhada.
Acara berlangsung di masjid Imam Mahdi, dimulai tepat jam 20.00 WIB. Yang hadir dalam majlis kesedihan ini lebih dari empat puluh orang terdiri dari ikhwan dan akhwat juga anak-anak dari sekitar kota Jepara.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Habib Ali Al Attas, sekaligus dengan pembacaan Maqtal oleh beliau.
Adapun tema yang beliau sampaikan perihal â€Å“Revolusi Kebangkitan Imam Husain as”. Bahwa beliau menyampaikan hal itu terkait dengan revolusi yang terjadi di Iran pada tahun 1979 M. Yang dipimpin langsung oleh Imam Khumaini qs. Begitu juga Kebangkitan Hizbullah yang dipimpin oleh  Sayyid Hasan Nasrullah yang bertahan dan mengalahkan zionis Israel. Yang mana mereka ini tidak lain karena belajar dari revolusi kebangkitan Imam Husain as.
Setelah beliau menyampaikan ceramah dan maqtalnya. Dilanjutkan dengan lantunan sya’ir Maktam oleh santri-santri Darut Taqrib dan terakhir Doa Ziarah Imam Husain as. yang dipimpin langsung oleh Habib Ali Al-Attas.
rep : Rohimat
ASYURA SYIAH JEPARA: MALAM KEDUA
PQ al Hasanain, Desa Guyangan
Masih dalam suasana Muharram, untuk malam kedua kali ini kami meliput majlis ‘Azza di Guyangan yang belokasi di Madrasah Al-Hasanain. Susunan acara disini pun sama dengan majlis ‘Azza di Ponpes Darut-Taqrib. Acara dimulai pukul 20.00 WIB-Selesai. Akan tetapi akhwatnya lebih dominan dari pada ikhwan dan kebanyakan dari mereka yang hadir adalah para pemuda.
Penceramah inti malam kedua ini adalah ust. Mukhlisin dan tema yang beliau sampaikan perihal â€Å“Rasa Cinta kepada Imam Husain as”. Beliau menyampaikan pesan kepada kita untuk selalu tetap mencintai Rasulullah saww dan Ahlulbaitnya. Dikarenakan kecintaan kepada merekalah kita mencintai Allah SWT. Dan jangan sampai kita menjadi seorang pembenci Ahlulbait as, na’udzubillah. Maka kita sebagai umatnya harus bertawali (berwilayah kepada Ahlulbait Nabi Saww) dan berbaroah kepada musuh-musuhnya.
Setelah beliau menyampaikan ceramahnya, dilanjutkan dengan lantunan syair-syair maktam oleh santri-santri pesantren Darut Taqrib yang ditugaskan, kemudian pembacaan maqtal oleh ust.Nur Alim sekaligus doa ziarah dan penutup.
rep : Rohimat
MUSHOLA H. ZABIDI AL MAHDI, KRASAK
Begitu pentingnya meraih kehidupan yang hakiki, itulah prolog majlis aza̢۪ yang diungkapkan pada malam kedua Muharom di Mushola Zabidi Al-Mahdi. Walaupun yang hadir baru beberapa orang, tepat jam 19.00 wib, Majlis pun di tetap dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur̢۪an dan dilanjut dengan persembahan kepada Imam Husein as berupa puisi dan ma̢۪tam. Malam itu tampak bingung dan canggung saat persembahan dilantunkan, dirasakan begitu asing di telinga yang mendengarkannya, dikarenakan ma̢۪tam malam itu, baru dan merupakan hadiah khusus untuk Imam Husein.Setelah itu, untuk lebih memeberi tali ikatan kita pada insan-insan suci, majlis pun diisi dengan tawasul kepada Rosulullah dan Ahlul Baytnya yang suci.
Satu, dua orang, Dan seterusnya bergantian, akhirnya pun banyak yang hadir dalam majlis tersebut. Setelah meminta hajat kita masing-masing di penghujung tawasul, majlis pun dilanjutkan dengan ceramah inti yang disampaikan oleh ustadz Alam Firdaus.
Malam itu, ustadz Alam menjelaskan tetang pentingnya menerima nasehat. Karena dengan nasehat yang kita terima, kita dapat mengambil manfaat baik di dunia maupun di akhirat. Dari kisah Imam Husein waktu itu, beliau memberi nasehat kepada Umar bin Saad dan juga pasukan Yazid yang lainnya, tapi hati mereka telah tertutup nasehat sehingga mereka rela memerangi sebuah kebenaran. Dan hanya Al Hur yang hatinya terbuka menerima nasehat Dan berpindah membela Imam Husein. Dari situ dapat disimpulkan bahwa nasehat merupakan pertaruhan antara surga dan neraka.
Dengan angin malam yang sepoi-sepoi, ustadz pun memberikan hal-hal yang membuat hati kita tertutup, Dan enggan menerima nasehat yaitu :
1.   Karena memakan sesuatu yang haram.
1.   Kecintaan pada duania yang berlebihan.
Ustadz pun menghimbau kepada kita agar berhati-hati dalam menggunakan harta yang kita peroleh, karena ketika belum di zakati Dan di humusi berarti kita juga memakan hal yang haram yang merupakan hak orang lain. Selain itu ustadz pun menghimbau agar kita tidak hanya berlepas diri dari orang yang jahat seperti musuh Imam Husein, tapi juga berlepas diri dari perbuatan mereka.
Walaupun ada beberapa anak kecil yang ikut sudah terlihat mengantuk, mereka tetap semangat mendengarkan ceramah dan menunggu hingga majlis selesai, akrinya sebagai akhir ceramah beliau, ustadz pun memberikan hal-hal yang dapat melembutkan hati kita, sehingga kita dapat menerima nasehat, yaitu :
·         Selalu yakin akan pengawasan Allah dalam setiap perbuatan kita, sehingga dengan itu kita tak akan berani melakukan dosa dan maksiat sehingga mudah menerima nasehat dari orang lain.
·         Selalu mengingat hari akhir, tapi yang terpenting adalah tidak hanya mengingat sesudah itu selesai tapi juga, apa reaksi kita, perbuatan kita setelah kita mengingat kematian.
·         Sering bermunajat kepada Allah, curhat dengan Allah, berdialog dengan Allah Dan menganggap Allah adalah sahabat terbaik kita.
·         Banyak membaca Al-Qur’an.
Setelah itu, ustadz Alam pun menutup ceramahnya dengan bertawasul kepada Imam Husein, keluarganya, dan pengikut-pengikutnya yang setia. Majlis pun ditutup dengan berziarah kepada Imam Husein as.
rep : Ummi`s
PESANTREN DARUT TAQRIB, JEPARA
Sudah merupakan tradisi Ahlulbayt, bahwasannya seorang pecinta Ahlulbayt haruslah mengadakan majlis `aza imam Husain as di 10 hari awal bulan Muharram.
Dan hari ini (07/01) adalah malam ke-2 (dua) dalam memperingati tragedi asyura itu. Diisi dengan ceramah oleh ustadz Miqdad Turkan, dan para hadirin tampak begitu khusyuk mengikuti jalannya acara.
Ada poin penting yang harus dimiliki pecinta imam Husain as di seluruh dunia, menurut ustadz Miqdad Turkan, yaitu harus adanya hubungan secara emosional (batin) dengan imam Husain as.
Dalam acara yang diadakan di Masjid imam Mahdi afs itu (pesantren Darut Taqrib, Jepara), ustadz Miqdad juga menekankan betapa pentingnya majlis aza’ imam Husain seperti ini. Semoga tangisan kita tak hanya dalam ‘acara’ saja. Semoga selepas acara tangisan kita masih terdengar hingga bulan Muharram pergi dan berganti bulan-bulan yang lainnya, begitulah beliau mengakhiri ceramahnya.
rep : Alamsyah
ASYURA SYIAH JEPARA: HARI KELIMA
Bulan asyuro, bulan duka bagi para pecinta Rosulullah saww dan Ahlul Baytnya. bara kesyahidan Imam Husein as di Karbala’ akan terus menggelora dalam dada pecintanya. aroma kesyahidannya akan senantiasa harum dan menjadi sumber spirit perlawanan dan pengorbanan bagi penerus misinya.
Masih dalam hari-hari duka bagi Rosulullah dan Ahlul Baytnya, dengan semangat kami Majlis Ta’lim Fathimiyah Bangsri, Jepara, mengadakan peringatan Asyuro khusus Akhwat di hari ke-5 setelah 10 Muharom, tepatnya hari Ahad tanggal 15 Muharom 1433 H (11 Desember 2011) di Mushola Al-Husaini Candi Banjaran, Bangsri, Jepara. tepat pukul 13.00 wib acara pun dimulai. seperti peringatan yang lainnya diawali dengan pembukaan, sambutan ketua panitia, persembahan untuk Imam Husein as, ceramah inti, maqtal, ma’tam dan ziarah. akan tetapi yang berbeda dari peringatan ini adalah semua yang terlibat adalah akhwat, yang menyiapkan (seluruh panitia), yang mengisi acara dari awal hingga akhir dan juga para hadirin semuanya akhwat, dari tua, muda, remaja, anak-anak hadir dalam majlis tersebut. sehingga kaum hawa dapat bebas bergerak, dalam mengekspresikan bakat-bakatnya yang terpendam.
Alhamdulillah Acara kali ini merupakan acara peringatan khusus akhwat yang ke-6, sejak dimulai tahun 2006 yang lalu. tidak hanya warga sekitar jepara yang hadir akan tetapi, kami juga mengundang daerah-daerah seperti Pati, Kudus, Demak, Semarang. bahkan peringatan kali ini ada hadirin yang datang jauh-jauh dari Jakarta.
Subhanallah… dalam suasana duka tersebut, ustadzah Fathimah Ba Muqoddam dari Bangil memberikan ceramahnya yang sangat menyentuh para hadirin, sehingga tak terdapat satupun hadirin yang tersenyum, semuanya larut dalam duka. beliau memberikan tausiah kepada kita, agar tidak melewatkan satu pun acara peringatan Imam Husein As. akan tetapi setelah kita mengikuti acara, kita harus bisa berubah dari sebelumnya. karena tujuan Imam Husein adalah memurnikan ajaran Islam yang telah koyak di tangan Yazid, memerangi kedholiman, kefasikan dan kemungkaran. oleh karena itu, kita juga harus bisa seperti beliau, memerangi segala hal kemungkaran dalam diri kita khususnya, misalnya kita harus berniat, teguh dalam hati untuk berhenti ghibah, berhenti maksiat dan lain-lain.
“Hal min nasirin yansuruni” “adakah penolong yang mau menolongku” teriakan Imam Husein selalu menggema setiap zaman, semoga kita termasuk salah satu yang menjawab dengan siap dan sigap panggilan beliau dengan lantang “labbaika ya Husain, labbaika ya Mahdi” di setiap langkah kita. amin. 
rep : ZahroInsiye