Selasa, 06 Juni 2017

KAPOLRI TITO KUNJUNGI IRAN



JUM'AT, 26 MEI 2017
Setelah MPR, sekarang giliran kapolri berkunjung ke Iran. Jika ada berita bahwa untuk mengundang MPRRI, Iran sampai mengundang tiga kali melalui surat resmi. Dan akhirnya MPR RI menghadiri juga kunjungan tersebut, meski sempat terjadi masalah karena beberapa rombongan melakukan solat ulang karena setelah solat di belakang imam syiah, menurut beberapa pendapat ulama tidak sah solat tersebut.
Belum ada berita resmi, kunjungan tersebut apakah agenda polri atau ada undangan dari pemerintah Iran. Jika ada undangan dari iran maka patu diduga ada motif dibalik kerjasama tersebut.







Kepolisian Republik Islam Iran siap membagi pengalaman dengan Kepolisian Republik Indonesia dalam menghadapi terorisme, khususnya yang dilancarkan oleh ISIS atau Daesh.
Hal itu ditegaskan Kepala Kepolisian Iran Brigadir Jenderal Hossein Ashtari dalam pertemuan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Tehran, Kamis (25/5), seperti dikutip dari Parstoday.
"Salah satu isu utama negara-negara adalah pemberantasan terorisme, dan sayangnya, dengan skenario jahat sejumlah negara untuk mencoreng citra Islam, mereka berusaha membentuk kelompok-kelompok teroris seperti Daesh (ISIS) ," ujar Hossein Ashtari.
Ia menjelaskan, kekuatan-kekuatan arogan dunia selalu berusaha untuk mencoreng wajah Islam yang penuh rahmat, dan polisi harus menggagalkan upaya musuh mencapai tujuan-tujuannya.
Hossein Ashtari juga mengungkapkan kesiapan penuh Iran untuk menularkan pengalamannya kepada negara-negara Muslim termasuk Indonesia.
"Republik Islam Iran bisa mentransfer pengalaman-pengalamannya kepada negara sahabat dan Muslim Indonesia terkait pemberantasan terorisme, narkoba dan cyber space," ujarnya.

Kepala Kepolisian Iran lebih lanjut menekankan perluasan hubungan antara polisi interpol dan ekstradisi pelaku kejahatan.
Jenderal Tito mengapresiasi itikad baik kepolisian Iran untuk meningkatkan interaksi dan pertukaran pengalaman antarkedua negara.
"Iran sebagai sebuah negara Muslim memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan keamanan Indonesia, dan hingga sekarang tidak ragu-ragu untuk memberikan bantuan-bantuannya," kata Tito.
Kapolri menambahkan bahwa sebelum berangkat ke Iran, ia telah bertemu dengan Joko Widodo, Presiden RI yang menegaskan peningkatan hubungan antarkepolisian kedua negara.
 Menurut Tito, prioritas pertamanya adalah pemberantasan terorisme. Selain itu, Tito menjelaskan bahwa Polri juga menghadapi masalah perdagangan narkoba dan manusia. Operasi memberantas kejahatan-kejahatan ini memerlukan interaksi di antara negara-negara sahabat dan Muslim seperti Iran.
Kapolri juga menyinggung pentingnya penyelesaian persoalan di antara negara-negara Muslim oleh mereka sendiri.
Ia mengatakan, Indonesia siap untuk menjalin kerjasama di semua bidang untuk meningkatkan keamanan di negara-negara Muslim.

"Iran merupakan sebuah negara aman di antara negara-negara yang tidak aman, di mana muncul pertanyaan bagi kami bahwa dalam kondisi seperti ini bagaimana Iran mampu menjaga keamanannya, dan di sinilah penggunaan pengalaman polisi di negara ini adalah penting," demikian Tito.

Di akhir pertemuan tersebut, beberapa dokumen di bidang peningkatan kerjasama telah ditandatangani oleh Kepala Polisi Iran dan Indonesia.
Sumber berita dari republika dengan penambahan dari penulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar