Senin, 25 Maret 2019

Bagian kelima (Terakhir): PERKEMBANGAN SYIAH DI NTB

KEGIATAN SYIAH KE NTB

ABI BANYAK MENYALURKAN DANA KE LOMBOK

Semenjak terjadinya gempa di Lombok, hampir tiap pekan, yayasan syiah konsentrasi dengan menggalang dana dan menyalurannya. Mereka mendirikan 14 posko di NTB :

PENYALURAN ORMAS ABI PADA 14 AGUSTUS 2018 :
Pasca gempa yang kedua dan ketiga Dewan Pengurus Wilayah Ahlulbait Indonesia  (DPW ABI) Nusa Tenggara Barat pada Minggu, 12/08/18 memutuskan untuk :
1. Membuka posko dan
2. Membentuk tim Relawan,
ABI NTB juga membuat tim Koordinasi Wilayah (korwil) untuk memudahkan penyaluran logistik serta mendata korban gempa di Lombok.
Subhan selaku ketua koordinator pelaksana ABI NTB menyatakan bahwa tim lebih difokuskan di wilayah Mataram dan Lombok Barat, kemungkinan dua  minggu ke depan kegiatan ini masih berlangsung dan bisa jadi lebih lama lagi.











SELESAI







Bagian keempat: PERKEMBANGAN SYIAH DI NTB

DEKLARASI ANNAS NTB

ANNAS Wilayah NTB dikukuhkan (Bulan September 2018)
Deklarasi dan Pengukuhan pengurus Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) digelar di Masjid Baiturrahman Ds Kekait Gunung Sari Lombok Barat Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB) dihadiri 400-an jamaah, Senin (24/9/2018) malam.









Pengukuhan dan penandatangan Surat Keputusan pengukuhan pengurus ANNAS Wilayah NTB ditandatangani oleh Ketua Umum ANNAS Pusat, K.H. Athian Ali M. Da'i, Lc., M.A. dan Ketua ANNAS NTB terpilih, H.M. Zaini, S.H.
Terkait dengan telah dikukuhkannya kepengurusan ANNAS NTB, Ketum ANNAS Pusat, K.H. Athian Ali berharap semoga dengan terbentuknya kepengurusan di wilayah korban bencana pascagempa Lombok sangat strategis untuk lebih bisa mencegah munculnya musibah yang lebih besar lagi yakni musibah bencana aqidah dalam bentuk kristenisasi dan syiahisasi.
Selain itu, K.H. Athian Ali berharap dengan telah dikukuhkannya pengurus ANNAS Wilayah NTB diharapkan  dapat menjadi Posko Utama ANNAS Pusat yang mengirimkan para relawannya dari utusan ANNAS-ANNAS Wilayah/ Daerah seluruh Indonesia dalam rangka membantu warga Lombok  pascagempa.

JUNDULLAH ANNAS NTB DIDEKLARASIKAN (Bulan Oktober 2018)

Belum genap sebulan usai deklarasi dan pengukuhan kepengurusan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kini pengurus ANNAS Wilayah NTB telah mendeklarasikan sekaligus mengukuhkan kepengurusan Jundullah ANNAS NTB di Masjid Baiturrahman Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat NTB, Senin (15/10/2018) malam.   




Ketua ANNAS NTB, Ust. H. M. Zaini, S.H. yang dihubungi lewat telepon selulernya mengatakan, dideklarasikannya berdirinya Jundullah NTB dengan harapan bisa menjadi Garda terdepan dalam membentengi aqidah ummat terlebih dalam menghadapi gerakan syiah, ahmadiyah, dan komunisme di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara di wilayah NTB khususnya. 
Ust. Zaini yang juga menjadi pimpinan Kalifah NTB dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2018 Ke-27 di Sumatra Utara (Sumut) ini menambahkan bahwa sangat diperlukan penanaman aqidah yang kuat bagi kawula muda muslim dalam menangkal penyebaran aliran-aliran sesat dalam kehidupan bermasyarakat, terutama bahaya penyebaran aliran sesat syiah.   
Pascagempa Lombok, kini wilayah Lombok NTB memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Semoga seiring perjalanan waktu Lombok akan segera bangkit kembali.



Bagian ketiga: PERKEMBANGAN SYIAH DI NTB

PENGIRIMAN KADER KE STFI SADRA JAKARTA SELATAN

Syiah banyak mencari kader atau juga menjaring kader melalui pendidikan gratis. Sekolah filsafat yang beraliran syiah menjaring selluruh mahasiswa dari seluruh indonesia, terutama dari daerah ntb, dengan jumlah yang relatih banyak. Tercatat dalam 2 tahun terakhir ada puluhan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari sekolah syiah tersebut. Berikut diantara nama-nama siswa yang mendapatkan beasiswa dan sekarang sedang proses belajar ala syiah :




NAMA-NAMA MAHSISWA DARI NTB YANG DITERIMA DI STFI SADRA TAHUN 2017 :
1. Agus S Purwandi, Sma Islam Albadriyah Lombok Ntb
2. Gunanjar Wisnu Kh, Ma Annajah Ponpes Alhalimi Lombok Ntb
3. Khairi Ismi, M Nurul Quran Lombok Ntb
4. Khausnul Khatimah Sman 1 Belo Bima Ntb
5. M Syafii M Nujrul Quran Lombok Ntb
6. Mujahidin, Idem
CADANGAN :
1. Abdi Kurniawan, Ma Malaka Pemenang Lombok Ntb
2. Diana Papilaya, Ma Darususolihin Nw Kalijaga Lombok Ntb
3. Lili Handayani, Ma Darususolihin Nw Kalijaga Lombok Ntb

MABA YANG DITERIMA 2018 :
1. Adriah Ma Alhamidsiyah Lombok
2. Baiq Suhartini Ma Nutul Janha Nw Ampenan Lombok
3. Firman Hidayat, Ma Islahul Muslimin
4. Fitriani Ma Almuhsinin Selak Ampan
5. Hamsul Laili Smk Darussolihin Nw Kalo0jaga Lombok
6. Iskandar Maalhamidiyah Lombok
7. Kiki Lasturi Ma Darusolihin
8. Linda Tabnuri, Ma Amhsinin Selak Ampan
9. Liza Umami, Ma Annaqsaandiyah Nw Lombok
10. M Hapsiannasar Ma Darul Muhsin Nw Lombok
11. Mahyatul Andriani Ma Daruusolihin Lombok
12. Maulida Adrian Ma Madrasatul Quraniah Lombok
13. Misniyyah Darussolihin
14. Rahmawati Darussolihin
15. Siti Haeriyah
16. Siti Humaira
17. Syafiudin, Ma Almuhsin Selak Ampan Lombok
18. Syarif Hidayatullah, Ma Almuslimin Lombok

CADANGAN  :
1. Yusi Arwandi, Islahul Muslimin Lombok
2. Zulhakim, Ma Islahul Muslimin Lombok
3. dll


Bagian kedua : PERKEMBANGAN SYIAH DI NTB


SYIAH DI NTB 2014

Syiah Lombok Barat Sambut Muharram
Menyambut datangnya bulan Muharram atau tahun baru Hijriah, Yayasan Al-Qurba, Lombok Barat, NTB, mengadakan acara sambut tahun baru Jumat (24/10/2014) malam lalu. Berbeda dengan kebanyakan orang yang memperingati datangnya bulan Muharram dengan beragam tradisi, yayasan ini justru mengisinya dengan ritual ibadah; doa-doa dan ceramah agama.

Acara itu dimaksudkan untuk mengenang syahidnya cucu Nabi, Husain bin Ali yang gugur di medan Karbala.

Ustad Muhammad bin Alwi Bsa menjadi penceramah pada malam itu. Ia menyampaikan beberapa hal di antaranya; pertama, menghimbau agar kaum Muslimin mengisi tahun baru dengan amalan yang lebih baik dari tahun kemarin.



Selanjutnya, Ustad Muhammad bin Alwi juga menekankan agar peristiwa yang menimpa Imam Husein selalu dikenang.

“Barang siapa menangis atas pembantaian Al-Husein maka kelak di akhirat dia akan berbahagia di saat semua mata menangis,” tegas Ustad Muh.

 Selain itu, Ustad Muh juga menekankan agar kenangan terhadap tragedi yang menimpa Al-Husein ini selalu berkesinambungan, agar jangan sampai sejarah kelam itu dilupakan dan padam dari generasi ke generasi sehingga bendera Al-Husein terus ditegakkan sampai diserahkan kepada cucu beliau, Al-Mahdi yang akan memakmurkan seisi dunia.

“Karena sesuatu yang kita lakukan untuk Al-Husein adalah sesuatu yang besar dan bernilai,” pungkas Ustad Muh. (Dida/Yudhi)
Acara diselenggarakan yayasan komunitas Syi'ah di Mataram Lombok NTB yaitu Yayasan Al-Hasyimi, Yayasan Al-Qurba.
Yayasan AL-Qurba Ampenan, Lombok dibawah pimpinan Hasyim Umar Al-Habsyi berencana membangun dan mendanai operasional sebuah sekolah khusus pengaderan Syi'ah di Kec. Kopang, kab. Lombok Tengah.


Bagian pertama : PERKEMBANGAN SYIAH DI NTB


A. YAYASAN SYIAH DAN SEJARAH SYIAH MASUK NTB
Ada 2 yayasan syiah di NTB  yaitu :
a. Yayasan Alqurba
b. Yayasan Alhasyimi

SYIAH DI NTB 2008
Penolakan acara syiah di NTB
Pada tahun 2008, telah terjadi penolakan acara syiah oleh masyarakat sekitar
Pernyataan Ketua MUI NTB, Saiful Islam tentang syiah di NTB :
Ketua MUI NTB, Saiful Islam pada media Massa :
1. “Menurut MUI, Ajaran Syiah Tidak Sesat”
2. “Ajaran Syiah tidak sesat. Dan tidak ada yang mengatakan bahwa ajaran Syiah itu sesat.”
3. “Bahwa selama ini MUI tidak pernah menyatakan bahwa Syiah itu sesat. Memang ada beberapa perbedaan antara ajaran Ahlussunnah dengan Syiah. Namun, Aqidah, Rukun Islam, Rukun Iman, dan yang lainnya sama”
Sumber : Harian Lombok Post ( Selasa, 15 Januari 2008 ) dan juga Harian NTB Post, pada Selasa 22 Januari 2008

Tentunya judul besar tersebut bukan tanpa sebab. Semua berawal dari keresahan dan protes warga muslim Ampenan terhadap ritual pengikut Syiah mengenang peristiwa wafatnya cucu Nabi Muhammad, Husein radhiallahu’anhu. Nah, rupa-rupanya ketidaksetujuan akan sikap warga Ampenan inilah yang mendorong Ketua MUI NTB melontarkan statement, “Ajaran Syiah tidak sesat. Dan tidak ada yang mengatakan bahwa ajaran Syiah itu sesat.”
Beliau (Ketua MUI NTB) juga lebih lanjut menjelaskan, bahwa selama ini MUI tidak pernah menyatakan bahwa Syiah itu sesat. Memang, ungkap beliau, ada beberapa perbedaan antara ajaran Ahlussunnah (baca: Islam) dengan Syiah. Namun, Aqidah, Rukun Islam, Rukun Iman, dan yang lainnya sama.

Juga dimuat di republika online :
Mataram-RoL–  Pembina Al Qurba, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Hasyim Umar menyatakan, aktivitas keagamaan yang menganut aliran Syiah tidak ada yang menyimpang dari ajaran yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

“Pernyataan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menegaskan bahwa pengikut Syiah bukan penganut aliran sesat, sebagaimana yang sengaja dilontarkan elit tertentu di daerah ini,” katanya kepada wartawan di Mataram, Minggu malam, sehubungan adanya penyerangan sejumlah warga di Ampenan. Menurut dia, penyerangan sejumlah warga Ampenan terhadap kelompok  Syiah yang sedang melakukan aktivitas pembacaan surat Yasin, takbir dan ceramah agama menyambut tahun baru Islam merupakan tindakan tidak terpuji dari provokator yang sengaja menyebarkan fitnah.
Aktivitas keagamaan yang dilakukan dalam menyambut tahun baru Islam tidak ada yang menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad dan kitab yang digunakan adalah Al Quran serta Al Hadist. “Tetapi elit yang menjadi provokator sengaja menyebarkan rumor yang mendeskreditkan bahwa seolah-olah pengikut Syiah melakukan aktivitas yang menyesatkan,” katanya.

Salah seorang ustad syiah Nasional mengisi acara syiah di NTB


Dikatakan, rumor negatif yang sengaja dihembuskan bahwa pengikut Syiah membenarkan perkawinan tanpa disaksikan wali ataupun pengikut Syiah memiliki nabi lain selain Nabi Muhammad SAW adalah tidak benar. Pihaknya melaksanakan rukun Islam sebagaimana yang diajarkan dan tidak ada penyimpangan sebagaimana yang diisukan selama ini terhadap masyarakat awam, sehingga menyebabkan mereka melakukan pelemparan-pelemparan saat melaksanakan aktivitas pengajian.
“Nabi yang kami agungkan adalah Muhammad, kitab Sucinya adalah Al Quran, bahkan pelaksanaan ibadah haji juga sama tidak ada yang menyimpang, tetapi mengapa mereka harus melakukan tindakan tidak terpuji seperti ini,” katanya. Hasyim menjelaskan pihaknya dalam melaksanakan aktivitas menyambut tahun baru Islam telah memberi tahu lurah dan masyarakat setempat dan dinyatakan tidak ada masalah, artinya sudah ada restu dan izin.

Aktivitas tersebut juga tidak sampai menimbulkan kebisingan bagi warga setempat sehingga tidak ada alasan sejumlah warga yang datang berbondong-bondong melakukan penyerangan. Penyerangan yang dilakukan sejumlah masyarakat tersebut terjadi sekitar pukul tujuh malam sehabis salat Maghrib, sekelompok massa melakukan penyerangan namun berhasil dihalau oleh aparat kepolisian, sehingga tidak sampai terjadi kerusakan maupun korban jiwa.

Polisi meminta acara syiah dibubarkan karena rawan konflik
Kapolres Mataram AKBP Triyono yang datang bersama dengan Walikota Mataram, H. Moh. Ruslan, SH, meminta pihak Al Qurba untuk menghentikan sementara aktivitas itu dan memulangkan sejumlah undangan ke tempat masing-masing menggunakan kendaraan kepolisian.
Pihaknya sempat mendapat penjagaan dan pengawalan pihak kepolisian guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, meskipun sempat terjadi pelemparan polisi berhasil mencegah sehingga tidak ada kerusakan yang berarti.
Dari pantauan wartawan, pengawalan polisi dari Polsek Ampenan dan Polres Mataram berlangsung hingga larut malam, setelah sejumlah massa yang sempat berkonsentrasi berhasil dibujuk membubarkan diri.

bersambung ...


Syiah Probolinggo Mengadakan Training Mahdawiyah

Dewan Pengurus syiah Probolinggo bekerja sama dengan Muslimah Ahlulbait Indonesia Probolinggo adakan training Mahdawiyah di Aula Hotel Probolinggo. Minggu, 10 Februari 2019.
Peserta yang hadir dalam acara ini kurang lebih 102 orang, termasuk diantaranya dihadiri saudara dari Ahlusunnah yang mewakili MUI Probolinggo.

Menurut Samik selaku Ketua syiah Probolinggo, terselenggaranya acara ini bertujuan untuk penguatan spiritual ikhwan dan akhwat dan pengenalan sosok suci Imam Mahdi serta menggugah semangat dalam penantiannya.




Selanjutnya Fatimah selaku Ketua MAI Probolinggo menambahkan, MAI bertekat untuk selalu memberikan kontribusi dan dukungan kepada Komunitas Ahlulbait serta mendukung para suami untuk tetap teguh berjuang di jalan Ahlulbait Nabi Saw.
Anis berharap, Kegiatan ini tidak boleh terputus dan harus berkesinambungan terutama buat kader-kader muda syiah sehingga pesan ini akan sampai dan selalu tersambung. Semoga kegiatan ini dapat selalu memotifasi kita untuk selalu berkhitmad kepada keluarga suci nabi (Ahlulbait).

Peserta Pelatihan SAR Syiah Perbaiki Pemandian Mata Air ‘Uwe Manggubine’

Palu – Para peserta pelatihan SAR Ormas syiah ABI pada Rabu (5/2/2019) merampungkan penataan mata air dan pembangunan kamar mandi untuk warga di dusun Talise, kelurahan Panau Kecamatan Tawaili Palu. Mata air itu dipergunakan oleh warga setiap harinya untuk mandi dan mencuci pakaian.
Muhali, ketua tim pembangunan mengatakan bahwa perbaikan sumber mata air ini merupakan bentuk pengabdian peserta pelatihan untuk warga yang terkena dampak gempa dan tsunami empat bulan silam.
“Kami harapkan perbaikan fasilitas umum ini bisa bermanfaat untuk warga sekitar, dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.






Menurutnya, mata air bagi warga merupakan hal penting maka timnya berinisiatif memperbaikinya. Di samping itu, pembangunan itu merupakan rasa terima kasih tim pelatihan kepada warga atas penyambutan yang hangat selama sepuluh hari di sana.

Warga sekitar menamai tempat itu dengan Pemandian Mata Air “Uwe Manggubine”
“Uwe itu air, Manggubine artinya perempuan. Karena disitulah tempat ibu-ibu mencuci pakaian dan mencuci piring. Di tempat lain juga ada mata air laki-laki, yang khusus digunakan laki-laki,” ujar salah satu warga, Yakub (51).
Sementara itu, Jihan Marita mengatakan bahwa dengan adanya perbaikan mata air Uwe Manggubine bisa lebih menjaga keaslian mata airnya, dan tentunya bisa bertahan sampai lama.

Syiah Menyerahkan Bantuan Untuk Pembangunan Pojok Baca Desa Di Sigi

Sigi, Minggu (03/2/2019) – Lembaga Kampung Literasi Sigi (KLS) mendapatkan bantuan dana untuk pembangunan pojok baca desa atau perpustakaan. Bantuan ini berasal dari ormas syiah yang dihadiri langsung oleh SekJennya yaitu Ahmad Hidayat.
Ustaz Ahmad selain memyerahkan bantuan untuk pembangunan pojok baca juga sekaligus peletakan batu pertama untuk proses pembangunan ini. Bantuan pembangunan Pojok Baca ini selain difungsikan untuk perpustakaan juga bisa digunakan untuk Taman Pengajian Anak-Anak, belajar membaca Iqra dan Alquran, klinik PR dan program-program lainnya.




“Kalian semua adalah pelanjut generasi masa depan bangsa ini. Salah satu tugas yang harus diemban adalah belajar dengan sungguh-sungguh untuk bertanggungjawab pada perbaikan diri dan sosial masyarakat. Karena tidak ada kesuksesan dan keberhasilan tanpa kesungguhan. Jika kalian belajar dengan baik, membaca dengan serius sama dengan melipat waktu. Membaca satu buku berarti berlari selama setahun. Membaca banyak buku berarti berlari kencang selama bertahun-tahun. Kalian bisa tahu apa yang terjadi selama ribuan tahun yang lalu dan pengambil pelajaran untuk masa depan pada tahun-tahun yang akan datang.” Tutur Ustaz Ahmad.
“Semoga dengan bantuan pembangunan perpustakaan ini, anak-anak Kampung Literasi Sigi menjadi serius membaca, belajar dengan disiplin dan sungguh-sungguh sehingga kelak kalian bisa menjadi bagian dari permata kenabian Rasulullah Muhammad dan Keluarganya.” Tutup Ustad Ahmad dalam memberikan motivasi kepada anak-anak literasi sembari mengajak sholawat kepada Nabi dan keluarganya.
Sedangkan pengurus KLS, Afdhal Abdullah mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada donatur pembangunan pojok baca, Semoga kedepannya bisa bersinergi dan bermanfaat untuk generasi kita. Karena fasilitas pembangunan sumber daya manusia harus selalu dikedepankan sebagai bentuk perhatian serius pada pendidikan generasi muda.
Sementara Saddam Husein, Koordinator KLS mengatakan bahwa bantuan ini sangat membantu dalam penyelenggaraan program literasi. Karena memang selama ini, kami masih menumpang buku-buku kami dirumah warga masyarakat. Apalagi kalau ada pertemuan rapat atau kajian, biasanya susah cari tempat yang memadai. Sehingga bantuan ini bisa kami gunakan secepatnya.
Selain itu yang hadir dalam peletakan batu pertama adalah para peserta pelatihan penanggulangan bencana yang juga beberapa diantaranya adalah pegiat literasi. Ada yang dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Palembang, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, NTB, Palu dan Kabupaten Sigi. Mereka hadir dalam rangka menyaksikan dan meninjau lokasi pembangunan pojok baca desa dan beberapa pojok baca yang dirintis sebelumnya.

Syiah Meresmikan Majelis Zikir & Selawat ‘Misbahul Huda’ Di Palu

Palu – Sejumlah anak muda dan tokoh masyarakat  yang tergabung dalam Persatuan Pengungsi Panau Bangkit (P3B) meresmikan majelis zikir  dan selawat ‘Misbahul Huda’ di Palu, Sulawesi Tengah pada, Sabtu malam, 2 Februari 2019.
Turut hadir dalam peresmian ini ustaz Ahmad Hidayat dari ketua ormas syiah pusat. Paguyuban P3B telah terbentuk  tiga bulan yang lalu, harapan kedepannya P3B dapat menjadi duta  masyarakat Panau untuk bermusyawarah. “Karena kita semua tahu kita lemah, Allah  Swt mengajak kita untuk menjadi umat yang satu, meningkatkan dan menjalin persaudaraan antar sesama yang tujuannya adalah untuk kepentingan masyarakat dalam rangka berjalan bersama menuju jalan Allah,” Papar ustaz Ahmad dalam peresmian Majelis Zikir dan Selawat ini.





Beliau sangat mengapresiasi majelis zikir ini karena Allah mengatakan orang yang berzikir itu jiwanya tenang. “Jika majelis zikir ini kita lakukan maka kesempatan besar untuk kita bisa mendekatkan diri pada Allah swt,” ujarnya.
Selanjutnya beliau menambahkan, majelis zikir programnya bukan hanya datang ke Masjid lalu berzikir bersama. Selain dari itu tak kalah penting juga adalah menjaga keamanan lingkungan, kebersihan lingkungan, mendidik akhlak anak-anak kita agar supaya berakhlak baik dan terhindar dari perilaku yang buruk.
Khalis Labanu selaku ketua P3B mengatakan sangat bersukur atas kehadiran syiah pusat yang telah berbuat banyak membantu dan meningkatkan dalam pemberdayaan masyarakat. (Ahmad Hasyim)

Konferensi Damaskus, 500 Ulama Sunni Syiah berkumpul

Pertemuan “Forum Ulama” ke-14 yang melibatkan 500 ulama, cendikiawan, dan tokoh keagamaan Islam Sunni dan Syiah dari berbagai negara telah diselenggarakan di Damaskus, ibu kota Suriah, dengan tema “Peran Ulama  Dalam Penguatan Makna Kewarganegaraan dan Penjagaan Tanah Air”, Rabu (30/1/2019).
Pejabat bidang hubungan Arab dan regional kelompok pejuang Hizbullah Lebanon, Syeikh Hassan Izzuddin, mengatakan, “Sangat penting dalam konteks rekonstruksi bahwa kita tak boleh melupakan pengembalian karakter manusia yang menjadi dasar pembangunan negeri.” Hiszbullah merupakan sebuah kelompok syiah yang berpusat di Lebanon.




Pertemuan ini diprakarsai oleh kelompok syiah, dalam hal ini atas nama Kantor Pemimpin Besar Revolusi syiah Iran di Suriah bekerjasama dengan Kementerian Wakaf Suriah dan Forum Pendekatan Antarmazhad Sedunia. Para peserta menegaskan keharusan alim ulama berperan dalam pembangunan peradaban Islam moderat. Ini yang selalu disenangi oleh syiah. Karena dengan islam moderat maka peluang syiah untuk menyebarkan dakwahnya tidak akan mengalami hambatan. Mereka bisa leluasa menyebarkan alirannya tanpa khawatir ada penolakan.
Wakil Pemimpin Besar Revolusi syiah Iran di Suriah Sayyid Abu Fadhl Thabathabai Ashkazri dalam pertemuan ini berseru, “Wahai alim ulama, Anda sekarang, sekarang dan bukan besok, hendaknya memainkan peranan historis untuk membangun peradaban Islam moderat dan nilai-nilai luhur kemanusiaan.” Jelas doktrin mereka adalah bagaimana syiah bisa mendapatkan ruang untuk menyebarkan dakwahnya.
Para peserta pertemuan sama-sama menegaskan bahwa faham terorisme dan takfiri Wahhabi tak memiliki tempat di dunia. Ini diatara target acara ini adalah menghakimi bahwa islam yang menolak syiah akan mendapat cap sebagai wahabi. Bahwa pemerintah Arab Saudi selama ini tak pernah berbuat apapun kecuali pembunuhan dan penghancuran di Suriah, Irak, Afghanistan dan lain-lain di dunia. Ini permusuhan yang sudah lama antar Iran dengan Saudi.
Menteri Wakaf Suriah Mohammad Abdul Sattar al-Sayyid mengatakan, “Kami setia kepada apa yang telah ada. Kami selamanya tidak pernah melupakan bahwa Republik Syiah Iran, terutama Khamenei serta para pejuang syiah Hizbullah dalam resistensi gagah berani Lebanon telah bersama kami di saat kami terdesak.”
Mereka juga menyatakan bahwa setelah Kubu Resistensi berhasil mencetak kemenangan-kemenangan besar tiba saatnya sekarang penguatan makna negeri dan kewarganegaraan untuk membangunan peradaban Islam yang menopang kejayaan dan keteguhan rakyat. (Ahmad Hasyim)

Syiah Resmikan Taman Pendidikan Alquran ‘An-Nur’ Di Palu

Setelah mencapai 18 hari pembangunan Taman Pembelajaran Alquran (TPA) An-nur telah selesai dibangun dan sudah bisa di fungsikan untuk belajar mengaji bagi anak-anak di kelurahan Panau.
Acara peresmian TPA An-Nur ini langsung diresmikan oleh Ketua ormas syiah dari Jakarta yaitu ustaz Hassan Alaydrus dan dihadiri oleh beberapa pengurus Persaudaraan Pengungsi Panau Bangkit (P3B) serta disaksikan oleh Relawan syiah di Kelurahan Panau kecamatan Tawaeli Palu Sulawesi Tengah. Minggu sore, 27 Januari 2019.




Acara peresmian begitu khidmat dengan pesan-pesan ustaz Hassan berkaitan dengan semangat keluarga nabi dalam memperjuangkan ajaran dari Rasulullah, melanjutkan cita-cita Rasulullah SAW.
“Harapannya anak-anak mulai belajar dari huruf hijaiyah, sampai ke tajwid, sastra, tafsir dan sampai mengamalkan dan mengikuti orang-orang suci yang dibawa nabi yang suci Muhammad Saw. Dengan bangunan yang sederhana tapi cita-cita kita harus tinggi demi melanjutkan cita-cita para nabi.” Pungkas ustaz Hassan.
Acara diakhiri dengan baca doa bersama dan penyerahan kunci kepada ibu Nur Laila setelah itu meletakkan batu pertama untuk pembangunan TPA yang ke-2. Karena yang meresmikan aliran syiah maka dalam sambutan dan juga doa-doanya kental dengan doktrin akidah syiah. Iya, syiah akan selalu berkampanye bahwa mereka lah yang paling cinta keluarga nabi. Merekalah yang benar karena hanya mereka yang mengikuti imam yang suci. Padahal kemaksuman hanya pada nabi. Sementara untuk keturunannya tidak ada jaminan kemaksuman tersebut. ( Ahmad Hasyim – Pengamat Syiah Indonesia )



27 JAN 19: Syiah Adakan Pelatihan SAR Di Palu


Syiah mengadakan Pelatihan Penanggulangan Bencana sekaligus Pelatihan Alquran dan Pendidikan Diniyah. Minggu, 27 Januari 2019 di Palu, kecamatan Tawaeli, Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini bekerjasama dengan Pengurus syiah di Wilayah Sulawesi Tengah, Muslimah Ahlulbait Indonesia dan ABI RESCUE yang akan berlangsung mulai 27 sampai 30 Januari 2019.
Mujib selaku ketua panitia menjelaskan, kegiatan ini terlaksana agar terbentuknya kordinasi dan konsolidasi syiah antar wilayah. Peserta memiliki pengetahuan dasar tentang SAR. Peserta memiliki keterampilan dalam mengorganisir relawan lain atau masyarakat setempat yang terdampak bencana agar masyarakat kembali bangkit dan mandiri.




“Bermula kebutuhan pada pemulihan aktifitas pendidikan anak-anak setempat terutama dalam spiritual pendidikan, diperlukan tenaga pendidikan maka dibentuklah sebuah tempat sebagai wadah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.” Papar Mujib.
Namun, karena pemenuhan atas kebutuhan sangat terbatas terutama untuk materi dan tenaga pengajarnya maka di diselenggarakan pelatihan alquran dan pendidikan diniyah untuk tenaga pendidik atau pendamping bagi pengajar TPA dan Kampung Literasi Sigi.
Selanjutnya, Mujib memaparkan pelatihan alquran ini berisikan tentang penjelasan kurikulum, penjabaran materi serta terkait cara mengajarkan membaca alquran atau materi-materi agama lainnya.
“Jumlah peserta yang hadir ada 40 orang yang mewakili dari berbagai wilayah diantaranya, Makasar, Balikpapan, Jawa Timur, Jepara, Palembang, Lombok, Gorontalo dan ada 15 orang juga mewakili daerah dimana kegiatan ini dilaksanakan.” Pungkasnya. Ini merupakan kader2 dari kantong basis komunitas syiah yang dikirim. Mereka sengaja mengasah kemampuan di lokasi bencana sekaligus. Tercatat perwakilan dari masing-masing pulau ada. Dari Jawa diwakili dari Jawa Timur dan Jepara. Sumatra diwakili dari Palembang.  Kalimantan diwakili dari Balikpapan yang memang menjadi salah satu komunitas syiah terbanyak di Pulau itu.
Momen bencana, ternyata menjadi momentum baut aliran syiah melebarkan sayap dakwahnya. Ini menjadi tugas ulama Sunni untuk mewaspadai. Syiah bergerak secara pelan tapi pasti. Mencari simpati keseluruh negri. Hingga suatu saat nanti akan menjadi aliran yang banyak diikuti. Waspadalah. (Ahmad Hasyim, dari beberapa sumber)