Selasa, 23 April 2019

SEKOLAH MUTHAHHARI BANDUNG DAN SYIAH

Beredar isu macam-macam tentang sekolah-sekolah Muthahhari. Ada yang tanya bahwa anak-anak di Muthahhari shalatnya ketika rukuk, mereka lakukan sambil berputar. Ada lagi yang bilang, shalatnya bisa sambil minum. Ada juga yang mengatakan anak-anak Muthahhari tak shalat Ashar.
Pernah ke Yayasan Muthahhari, datang seorang peneliti Departemen Agama. Ia ditugaskan kantornya untuk meneliti kelompok-kelompok keagamaan “non mainstream.”

Acara sekolah Muthahari



“Pak, maaf, saya ditugaskan untuk meneliti kelompok-kelompok Islam non mainstream.” Ujarnya. Setiap tahun pendaftaran di Sekolah-sekolah Muthahhari, selalu saja ada yang bertanya tentang itu. Setelah seluruh penjelasan tentang sekolah, setelah seluruh pembicaraan tentang metode pembelajaran, keistimewaan dan keunikan, ada pertanyaan terakhir yang tersisa.
Di sekolah, Anak-anak SMA hanya membaca Yasin sebulan sekali, dari bakda Isya hingga kira-kira jam sepuluh. Anak-anak SMP seminggu sekali di waktu shalat Zhuhur berjamaah. Anak-anak SD belum ada acara doa bersama rutinan. Itu pun anak SMA masih memandangnya sebagai kewajiban.
“Mungkin, karena di sini memperingati Asyura?” peneliti menyampaikan pokok persoalan.
Pihak yayasan memberi keterangan: “Pak, Asyura bukan tradisi baru, juga bukan hanya kami. Di Sumatera Barat, di Bengkulu ramai diselenggarakan prosesi Tabut, tabot, tabuik untuk mengenang peristiwa itu. Orang Jawa memendekkannya dan menyebut bulan itu, bulan Suro. Di Sulawesi ada tradisinya, di Cirebon, Yogya dan sebagainya. Kami memperingati Asyura sebagai upaya kami untuk mencintai Rasulullah Saw. Sesuai semangat: berbahagialah dengan kebahagiaan saudaramu. Berdukalah dengan penderitaan saudaramu.”
Shalat Di Yayasan Muthahari Dijamak
“Nah kalau itu, bisa saya jawab Pak. Beredar isu macam-macam tentang sekolah-sekolah Muthahhari. Ada yang tanya bahwa anak-anak di Muthahhari shalatnya ketika rukuk, mereka lakukan sambil berputar. Ada lagi yang bilang, shalatnya bisa sambil minum. Ada juga yang mengatakan anak-anak Muthahhari tak shalat Ashar. Semua keliru. Semua isu. Datang saja ke Sekolah dan lihat sendiri kenyataannya, ketimbang mendengar kabar dari sini dan sana.
Yang terakhir mungkin ada benarnya, untuk anak-anak SD dan SMP. Bukan karena mereka tidak shalat Ashar. Tapi karena mereka tidak shalat Ashar di sekolah. Mereka pulang jam dua siang. Sebelum waktu shalat Ashar. Hanya anak SMA yang shalat Ashar di Sekolah, dijamak dengan shalat Zhuhur. Itu pun hanya beberapa hari saja. Rabu dan Jumat mereka tetap shalat Zhuhur dan Jumatan dan mengakhirkan shalat Ashar. Dan itu dibolehkan. Dalilnya banyak. Dalam Shahih Bukhari dan Muslim pun ada, ayatnya pun dipertanggungjawabkan... anak-anak belajar kekayaan pengamalan keberagamaan, Pak.”  Jawab pengurus yayasan.
Keluhan syiah
Di beberapa majelis pengajian, dibicarakan tentang Syiah. Diputarkan VCD lalu diperlihatkan hal-hal yang aneh-aneh, kemudian ditutup dengan kalimat, “Nah, hati-hati. Sekolah-sekolahnya ada di Bandung. Apa Ibu dan Bapak mau memasukkan anak ke sekolah seperti itu?” Di khutbah Jumat, Syiah digugat. Anak-anak yang mau mendaftar ke sekolah-sekolah kami ditakut-takuti. Bahkan ada pengajian di pusat pemerintahan yang juga menjelek-jelekkan sekolah-sekolah Muthahhari. Saya biasanya menjawab singkat (tapi jadi panjang kalau dituliskan).
Pertama, sekolah-sekolah Muthahhari itu punya pembinanya, ada atasan dan pengawasnya. Siapa? Orangtua-orangtua kami di Dinas Pendidikan. Bukankah ada pengawas yang rutin berkunjung? Ada pengawas Pendidikan Agama Islam yang rajin memantau. Ada akreditasi dan supervisi untuk menilai kinerja kami. Sekiranya ada yang aneh tentang Sekolah kami, mungkinkah Dinas membiarkannya tanpa mengawasi? Masyarakat juga tak heboh dengan kami, padalah sudah lebih dari duapuluh tahun kami hadir berbakti. SMA berdiri tahun 1992, bahkan dapat prestasi beberapa kali jadi Sekolah model, termasuk jadi Sekolah Percontohan untuk Pengembangan Budi Pekerti tingkat Nasional tahun 2003. Bagaimana mungkin sekolah aneh diangkat jadi sekolah model untuk pengembangan akhlak? Anak-anak SMA sudah begitu banyak berprestasi, mulai kompetisi dalam negeri hingga jadi duta budaya Indonesia di luar negeri. SMP Muthahhari di Rancaekek berdiri tahun 1997, gratis sejak dulu sebagai sumbangsih untuk masyarakat sekitar, dan menghasilkan anak-anak yang lulus 100 persen setiap pelaksanaan ujian nasional. Dinas Pendidikan setempat bahkan sering rapat di sekolah kami. SD Muthahhari yang di Bandung baru meluluskan dua angkatan, tapi sudah diakreditasi dan dapat ujian mandiri. Gedung dan tanah sudah milik sendiri. Akreditasi perdana, nilai kami 95 (dari 100), prestasi tersendiri. Anak-anak kami tersebar di berbagai sekolah swasta dan negeri. Ada juga yang lanjut ke luar negeri, dengan segudang prestasi. SMP Bahtera yang baru berdiri empat tahun lalu, juga kini sudah diakreditasi. Peringkat A pula.
Apa Hubungan Syiah Dengan Muthahari?
Apa hubungannya dengan Muthahhari? Sekolah-sekolah Muthahhari begitu gencar ‘diserang’ isu syiah?
Di Sekolah tidak diajarkan Syiah. Tapi yang kami ajarkan toleransi, penghormatan pada perbedaan, dan sikap untuk menghargai pendapat yang lain. Kalaupun ada yang dekat dengan keSyiahan itu adalah kecintaan kepada Rasulullah Saw dan keluarganya. Dan itu bukan milik orang Syiah. Keluarga Nabi adalah khazanah kemuliaan kaum Muslimin. Siapa pun boleh berguru kepada mereka. Siapa pun dapat menjadikan mereka teladan. Kata Imam Syafi’i, guru besar Mazhab Sunni Syafi’i di dunia, “Kalaulah disebut dosa, mencintai keluarga Nabi. Maka itulah satu-satunya dosa, yang takkan kuminta untuk diampuni.”

TERIMA KASIH ATAS ILMU YANG DIBERIKAN


Berikut ini merupakan catatan seorang muslim yang dulu pernah belajar di lembaga pendidikan syiah milik jalaludin rahmat. Karena memang disekolah itu tidak dilakukan perekrutran secara langsung, maka almuni sekolah tersebut tidak menjadi syiah. Orang tersebut baru tahu syiah setelah bekerja dan mendapat info dari dunia luar. Namun sebagai sebuah misi dakwah, maka lembaga tersebut sudah berhasil merubah pemikiran seorang yang bisa jadi akan memusuhi syiah dia menjadi netral. Tidak memusuhi dan membenci syiah adalah sebuah keberhasilan dakwah syiah.

Sebuah acara diskusi syiah tanggal 15 Maret 2019


Berikut catatannya : 
Ustadz Jalaluddin Rakhmat yang saya hormati dan saya kagumi... Perkenalkan, nama saya Remandhia Mulcki atau biasa dipanggil Bima. Saya alumni SMUTH angkatan 11, saat ini bekerja sebagai Dosen Desain Komunikasi di Cikarang.
Sejujurnya selama tiga tahun saya bersekolah di Muthahhari, saya tidak terlalu mengenal dalam tentang sosok Ustadz Jalal. Mungkin karena pola pikir saya saat itu yang baru menginjak usia 15-16 tahun masih berada di hal-hal yang saya suka seperti menggambar, film animasi, dan game. Rasanya belum muncul urgensi untuk memahami pemikiran Islam. Saat itu saya melihat Islam hanya sebatas syariat dan tuntunan berkehidupan sebatas melakukan yang diwajibkan dan menjauhi yang dilarang.
Urgensi tentang Islam seutuhnya mulai terasa ketika saya masuk kuliah di ITB jurusan Seni Rupa. Saya melihat berbagai macam personality manusia dan latar belakang kehidupannya yang bermacam-macam. Dari yang atheis, agnostic, sampai yang begitu soleh kepribadiannya. Saya ingat dulu pernah berdebat tentang eksistensi Tuhan dengan teman saya yang menjadi atheis gara-gara semasa sekolahnya selalu di bully dan dilukai oleh teman-temannya. Dia menganggap Tuhan tidak pernah ada dan menolongnya ketika dia disakiti. Hal itu menyadarkan saya tentang setiap orang diberikan jalan hidup yang berbeda-beda. Dan disaat itu juga saya merasakan pemahaman saya tentang agama, khususnya Islam, tidak sedalam itu. Merasa begitu cetek. Moment itu yang menjadi turning poin bagi saya dalam mempelajari agama, khususnya Islam.
Singkat cerita, suatu saat saya melihat salah satu alumni Muthahhari berbagi tautan Soundcloud Misykat Bandung. Saya iseng membukanya dan akhirnya mendengarkan salah satu ceramah Ustadz Jalal disana. Ada sensasi yang berbeda ketika mendengarkannya. Ada emosi yang meluap-luap dan mencerahkan pemikiran saya tentang sejarah Islam.
Sejak saat itu saya rutin mendengarkan ceramah-ceramah Ustadz Jalal, terlebih saya setiap minggu pulang pergi menggunakan bis ke Cikarang selama 2-3 jam. Di moment itu saya selalu mendengarkan setiap ceramah, baik bepergian di pagi hari, atau pulang disore hari. Dan tidak terasa, saya telah mendengar lebih dari 500 tracks dan hampir tidak ada yang terlewat.
Beberapa track yang saya sukai saya unduh dan saya sering ulang-ulang. Banyak ilmu dari ceramah-ceramah tersebut yang saya ceritakan kembali kepada mahasiswa-mahasiswa saya ketika mengantarkan perkuliahan. Salah satunya adalah tentang neuroscience, otak dan kaitannya terhadap perilaku manusia.
Hal yang paling saya sukai dari ceramah Ustadz Jalal adalah beliau selalu membahas satu fenomena terkini, menyampaikan berita keilmuan terbaru, mengutip kata-kata dari filsuf maupun akademisi, dan mengkajinya dengan literatur Islam yang non-mainstream, atau jarang diangkat oleh Ustadz-ustadz kebanyakan.
Saya juga sampai saat ini sering mendengar ceramah-ceramah dari berbagai macam ustadz yang bisa diakses secara online, tapi dari semua orang itu, dua orang yang saya kagumi adalah Ustadz Jalal dan Cak Nun (Emha Ainun Najib). Dua orang tersebut benar-benar mengajarkan toleransi yang luar biasa dan membuka horizon saya tentang dunia ini menjadi lus.
“Orang itu akan diuji berdasarkan apa yang datang kepadanya”. Itu adalah salah satu ucapan Ustadz Jalal yang selalu saya ingat dan membuat saya lebih toleran kepada orang lain, khususnya yang berbeda agama. Di momen ini izinkan saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas ilmu yang Ustadz berikan. Selamat ulang tahun, semoga dijauhi dari semua marabahaya dan diberikan keberkahan atas seluruh ilmu yang diberikan sampai detik ini. Sebuah catatan dari Remandhia Mulcki


SYIAH KALTIM ADAKAN BAKSOS DAN KHITANAN MASSAL


Syiah Kaltim adakan kegiatan Baksos khitanan massal yang diselengarakan di Kampus Akademi Farmasi Samarinda ( AKFARSAM) Rabu 27 Maret 2019. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pondok Khitan Mustadh’afin ABI Kaltim dengan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).




Menurut Muhammad Saleng, ini merupakan kegiatan perdana Pondok Khitan Mustadh’afin ABI Kaltim dalam menjalin kerjasama dalam kegiatan baksos dan sudah 90 anak yang mendaftar.
“Tujuan Bakti Soial Khitanan Massal ini adalah dalam rangka peresmian sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda.” Papar Muhammad selaku Koordinator di Bidang Sosial kemasyarakatan DPW ABI Kaltim.
Adapun jumlah tenaga team Pondok Khitan Mustadh’afin ABI Kaltim tediri dari, 1 dokter Penanggung Jawab, 4 operator khitan 1 penata Anesthesi, 2 Asisten Apoteker.
“PAFI berharap kerjasama ini bisa terus belanjut dalam kegiatan-kegiatan baksos selanjutnya.” Pungkas Muhammad. Ini  ada kolaborasi syiah dengan sebuah sekolah yang baru dibuka. Penyebaran syiah di kalimantan relativ pesat. Syiah bisa mendirikan beberapa yayasan dan juga husainiyah. Syiah di Kalimantan juga tersebar di hampir semua propinsi.

KEMERIAHAN PERINGATAN MILAD IMAM ALI DI JAKARTA

Selasa malam tepat 13 Rajab 1440 H di Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, sebuah pusat penyebaran syiah di indonesia yang didanai oleh pusat syiah Iran, diadakan perayaan wiladah atau hari kelahiran manusia mulia penjaga risalah kenabian al Imam Ali ibn Abu Thalib as’ 1400 tahun lalu manusia mulia ini lahir, tepa pada 23 tahun sebelum Hijrah. Ali adalah imam pertama seluruh mazhab Syiah dan khalifah keempat dari empat Khulafa al-Rasyidin di kalangan Ahlusunah. Pusat syiah ini adalah berfungsi memeliharan hampir semua ritual syiah. Nuansa iran dalam berbagai perayaan dan peringatan sangat kental sekali.





ICC secara rutin mengadakan peringatan wiladah maupun syahadah, serta hari besar Islam lainnya, bisa dipastikan setiap bulannya tempat ini tidak pernah sepi, berbagai sajian makanan gratis pun tersedia untuk melayani tamu pencinta Ahlulbait, buku-buku keislaman pun dijual dengan diskon-diskon khusus yang relatif dijual sangat murah. Buku-buku tersebut adalah buku syarat dengan ajaran syiah yang memang dicetak untuk penyebaran ideologi syiah. Peserta yang datang pun beragam dan mencapai ribuan.
Ustaz Muhsin Labib, salah satu tokoh syih nasional dan lulusan Iran, menjadi penceramah inti dalam milad Imam Ali ini, beliau menyampaikan materi dalam acara itu. Sudah lazim bahwa setiap ada acara syiah, maka para pematerinya adalah para alumni QUM atau juga alumni iran lainnya. Alumni yang sudah mengambil ilmu syiah dari pusatnya langsung.
Peringatan itu adalah menegaskan kembali bahwa pengikut syiah sedang memperingati jiwa Ali. Memperingati kelahiran Ali bukan sekedar entitas historisnya, bukan sekedar kehadiran sosok manusia. Ini adalah tentang kelahiran jiwa. Karena tanpa Ali kita tidak bisa membuktikan keagungan Rasulullah. Apa bukti karyanya? Pemimpin sejati menciptakan pemimpin. Bukan menciptakan massa, dan Ali adalah hasil didikan Rasulullah. Ini adalah doktrin syiah. Bahwa pengagungan mereka kepada Ali terkadang sampai melangkahi pengagungan pada Rasulullah. Mereka sampai pada tingkatan ghuluw terhadap para imam mereka.
Memperingati Kelahiran Imam Ali, bukan untuk sekedar memujanya, tidak sekedar mengagungkan namanya. Tapi memasuki sebuah pintu untuk masuk ke dalam sebuah kota ilmu. Sebagai konfirmasi dari sebuah kompetensi dan keahlian yang melahirkan otoritas dan trust. Menjadi doktrin syiah bahwa agar menjadi muslim yang benar harus belajar lewat Ali. Jika lewat yang lain, maka tidak ada jaminan kebenarannya.
Menarasikan kecintaan pecinta kepada yang dicintainya, yaitu cinta yang bersifat vertikal, bukan horisontal, Muhsin Labib menceritakan tentang sosok sahabat mulia yang sangat mencintai Ahlulbait, yaitu Sahabat Salman al-Farisi, yang satu di antara tokoh Islam yang dikenal sebagai intelektual berotak cemerlang dan berhati salju. Begitu tinggi kedudukan dan jasanya dalam sejarah perintisan Islam sehingga Nabi saw mengangkatnya sebagai anggota kehormatan dan bintang tamu keluarga beliau dengan sabdanya yang terkenal menjelang perang Khandaq (al-Ahzab), “Salman dari kami, Ahlulbait”.

Setelah Nabi Muhammad saw wafat, lelaki non Arab yang berasal dari keluarga bangsawan Persia ini bersama sejumlah sahabat senior seperti Zubair bin Awwan, Miqdad bin al-Aswad dan Ammar bin Yasir melawan arus politik yang dominan dengan menyatakan Ali sebagai pemimpin pengganti Nabi. Ini juga sesuai doktrein syiah yang lain bahwa para sahabat mayoritas murtad kecuali hanya beberapa saja. 

SILATURAHMI PANDU SYIAH DI WONOSOBO

Pimpinan Nasional Pandu Ahlulbait mengadakan sosialisasi Pandu Pimpinan Wilayah (Pimwil) di Wonosobo. Senin, 18 Maret 2019.
Menurut Abbas selaku Ketua Pandu Ahlulbait, sebuah yayasan kepanduan syiah, mengatakan,  Pertemuan ini adalah untuk mengenalkan organisasi Pandu Ahlulbait kepada pemuda-pemudi di Wilayah Jawa Tengah. Tujuannya adalah “Pra pembentukan pimwil Jawa Tengah”. Papar Abbas.




Pertemuan ini dihadiri pemuda-pemudi Ahlul byt  dari Jawa Tengah sekitar 36 org (25 pemuda dan 11 pemudi). Ini adalah salah satu program syiah di bidang pemuda. Jika untuk orang tua, syiah memiliki ABI, maka di sayap gerakan pemuda, syiah memiliki Pandu AB. Ormas ini menjadi sarana salah metiode syiah merekrut para pemuda agar masuk ke dalam syiah.

Syiah Jember Adakan Training Mahdawiyah

Syiah Jember (DPD ABI) adakan kegiatan training Mahdawiyah di Gedung Yayasan Al-Hujjah Jember, Jawa Timur. Minggu, 17 Maret 2019.
Menurut Jufri agenda dalam training ialah penjabaran materi dan diskusi terkait sosok Imam Mahdi as.




“Terselenggaranya acara ini tidak lain adalah untuk memberikan pemahaman mengenai kesiapan komunitas (syiah) dalam menyongsong kemunculan Imam Mahdi as,” papar Jufri selaku Sekretaris DPD ABI Jember.
Adapun peserta yang hadir dari kalangan ikhwan dan akhwat Jember dan sekitarnya kurang lebih 45 orang. Jember merupakan salah satu basis syiah di Jawa Timur. Dengan munculnya ABI di Jember, maka dakwah syiah akan menjadi lebih agresif. Ormas syiah Abi adalah ormas syiah nasional yang menjadi partner ICC, sebuah wadah iran di Indonesia yang mengontrol dan menjadi pembimbing kegiatan-kegiatan syiah.
Sudah puluhan tokoh syiah iran yang datang ke iran lewat ICC. Lembaga ini langsung diketuai syiah dari Iran.

SYIAH JAWA TENGAH GELAR PTD DI JEPARA


Syiah Jawa Tengah mengadakan Pendidikan Tingkat Dasar (PTD) yang diselenggarakan di Jepara, Sabtu- Minggu (16-17/3/2019).
PTD selama dua hari itu diikuti oleh 32 peserta dari beberapa Dewan Pimpinan Daerah (DPD), yaitu DPD Jepara sebagai tuan rumah, DPD Semarang, DPD Kendal dan DPD Demak.
Ketua DPW Jawa Tengah ustad Nur Kholis dalam sambutannya menyebutkan bahwa diantara tujuan dari PTD adalah untuk terciptanya kader-kader ABI yang bernuansa keagamaan dan keorganisasian.
“Harapannya juga akan bermanfaat bagi kita semua terutama kader-kader (syiah) dengan satu landasan pijakan hidup dalam bermasyarakat dan beragama,” katanya.
Ketua DPW juga berharap agar para peserta nantinya bisa mensosialisasikan Ormas syiah ABI dan mampu berperan di tengah masyarakat.




Sementara itu, ustaz Jawad dari Ketua Departemen Pendidikan Kader mengatakan bahwa bergabungnya para kader (syiah) dalam organisasi ABI sebagai wujud cinta kepada Allah, Rasul dan Ahlul Baitnya.
“Kita bergabung dalam organisasi ABI sebagai wujud kecintaan kepada mereka, dan untuk menambah kecintaan mereka kepada kita. Maka kaderisasi itu merupakan menamabah kecintaan mereka kepada kita secara bersama-sama,” katanya.
Ini berarti diharapkan sebagai seorang syiah, dalam dakwahnya menjadikan ABI sebagai kendaraan dakwah. Jika mereka menggunakan ABI yang secara legal tidak akan dibubarkan oleh pemerintah. Seperti kita ketahui bahwa syiah memiliki 2 ormas besar secara nasional. Ijabi dan ABI.
Karena menurutnya, Cinta adalah pemberian bukan sesuatu yang diusahakan. Maka semua yang kita lakukan seperti solat dan lainnya adalah upaya menampakan cinta itu.
“Cinta adalah agama dan agama adalah cinta, seperti disebutkan dalam hadis. Ekspresi amal kita harus muncul karena kecintaan kita kepada Allah, Rasul dan Ahlul Bait,” lanjutnya.
Selama dua hari ini, katanya, kita mencoba bersabar, bukan cuma peserta tapi panitia dan pemateri juga belajar bersabar, berhikdmat kepada Ahlul Bait, terutama Imam Mahdi afs.
“Karena kita ingin hidup dan menghidupkan. kita ingin hidup supaya bisa menghidupi orang lain. Kita ingin tercerahkan, dengan itu bisa mencerahkan orang lain yang sedang terbata-bata dalam melangkah.” Pungkasnya.

SILATURRAHMI AKTIFIS SYIAH KE JOGJA, PIMNAS MAI KE ISAIS


Tidak ingin meluangkan waktu kosong dengan percuma ketika berada di Yogyakarta Rachmawati Rachman mewakili Pimnas Muslimah Ahlulbait Indonesia (MAI), sebuah ormas syiah sayap wanita, berkunjung untuk menjalin silaturahmi dengan para perempuan aktifis yang berada di ISAIs (Institute of Southeast Asia Islam) Sunan Kalijaga University Yogyakarta. Jumat, 15 Maret 2019.




Menurut Ema pertemuan mereka ini sebelumnya sudah dibuatkan janji oleh ustaz Safwan pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Rausyan Fiqir, seorang tokoh syiah Jogja yang sudah berkeliling Indonesia menyebarkan tentang syiah berkedok filsafat. Dengan hal ini juga kita sekalian memperkenalkan Ormas syiah ABI dan MAI yang kebetulan mereka juga di bagian research.
“Banyak yang mereka gali dari kami seperti struktur organisasi, program-program serta jumlah komunitas kami.” Imbuhnya.
Kebetulan yang hadir juga ada komunitas Baha’i dari Persia yang sudah cukup lama ada di bumi Nusantara ini dan telah menyebar di 28 provinsi di Indonesia.

SILATURAHMI PIMNAS PANDU SYIAH DI WONOSOBO

Pimpinan Nasional Pandu Ahlulbait mengadakan sosialisasi Pandu Pimpinan Wilayah (Pimwil) di Wonosobo. Senin, 18 Maret 2019.
Menurut Abbas selaku Ketua Pandu Ahlulbait mengatakan,  Pertemuan ini adalah untuk mengenalkan organisasi Pandu Ahlulbait kepada pemuda-pemudi di Wilayah Jawa Tengah. Tujuannya adalah “Pra pembentukan pimwil Jawa Tengah”. Papar Abbas.




Pertemuan ini dihadiri pemuda-pemudi syiah dari Jawa Tengah sekitar 36 org (25 pemuda dan 11 pemudi). Ini adalah salah satu kegiatan syiah sayap pemuda. Seperti kita ketahui bahwa syiah memiliki sayap gerakan pemuda. Mewadahi kegiatan yang bersifat kepemudaan. Mereka sudah pernah melaksanakan kamping massal di Cilengsi Jawa Barat. Mereka aktif membuka cabang-cabang di komunitas basis syiah. Wonosobo adalah salah satu basis syiah di Jawa Tengah. Syiah bahkan menjadikannya pusat kegiatan alquran, semacam rumah quran di Wonosobo. Beberapa kali syaikh dari Iran langsung datang ke wonosobo untuk mengunjungi dan menyebarkan Ajaran syiah.

Informasi yang kami dapatkan bahwa sudah ada belasan kader syiah dari wonosobo yang dikirim ke Iran untuk belajar di pusat syiah di sana. Program itu sudah ada yang sudah tamat dan juga masih ada yang belajar di sana. Kader syiah militan ini adalah menjadi harapan syiah di kemudian hari yang akan menjadi penerus gerakan syiah. Mari kita waspada.

Syiah Luncurkan Buku Manifesto Gerakan Syiah

Ormas syiah ABI, baru saja  meluncurkan buku Manifesto Ormas Islam Ahlulbait Indonesia kepada publik Indonesia, Selasa (12/3/2019).
Menurut keterangan Abdullah Beik, anggota Dewan Syura ABI dan Ahmad Hidayat selaku Sekretaris Jenderal ABI pada konferensi pers di sebuah tempat di bilangan Kemang menyatakan bahwa manifesto mereka disusun oleh Dewan Syura Ahlulbait Indonesia dan akan dilanjutkan dalam sebuah seminar kebangsaan pada hari Rabu, 13 Maret, di DPR, Ruang GBHN, Gedung Nusanta V.
Kedua pengurus Ormas ABI itu menyampaikan bahwa Ormas ABI sebagai ormas Islam resmi yang terdaftar dan diakui negara perlu meluncurkan buku manifesto untuk menjelaskan sikap organisasi terhada hal-hal penting yang sering disalahpahami pihak lain seolah-olah sebagai pikiran dan sikap Ormas ABI dan komunitas Syiah di Indonesia.



Sesuai dengan namanya, manifesto yang menjadi buku itu ditujukan sebagai semacam komunike resmi tentang identitas dan pandangan sebuah lembaga.
Manifesto itu dirumuskan dan disajikan sebagai sebuah uraian dengan sub-tema beragam dengan gaya penulisan populer mengenai hal-hal yang dianggap penting untuk diketahui.
Kedua pengurus Ormas ABI menyatakan bahwa meski usia ormas mereka baru 9 tahun namun Ormas ABI berkomitmen untuk berada di jalan moderasi menyeimbangkan ekspresi keindonesiaan dan keummatan yang saling-asuh bukan saling menegasikan.
Isi buku manifesto itu mencakup sikap dan pemahaman Ormas ABI terkait pandangan dunia Islam, Pancasila, ide syariahisasi, khilafah, Islam politik hingga isu pembangunan, sosial dan geopolitik. Buku tersebut mengalir dari subtema ke subtema dan bukan merupakan karya ilmiah sesuai standar umum dan apalagi bukan diskursus polemik.
Sumber : Tribunnewss.com

USTADZ SINASAN TEGASKAN SYIAH AJARAN SESAT DAN MENYESATKAN

Pengajian Ahad Pagi PCM Wringinanom Gresik setiap pekan kedua menghadirkan Ustadz Sinasan SAg dari Kantor Urusan Agama (KUA) Nganjuk, Ahad (10/3/2019).
Pengajian bertempat di halaman SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Gresik. Sinasan membahas 73 golongan Islam yang terpecah belah dan hanya satu golongan yang masuk surga.
Dia membacakan hadits riwayat Abu Dawud. “Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 golongan, (adapun) yang 72 masuk neraka dan satu golongan masuk surga, yaitu al jama’ah.”

”Lantas siapakah satu millah, satu kelompok yang selamat tersebut? Apakah Muhammadiyah? Ataukah golongan ormas lainnya?” tanya Sinasan kepada para jamaah.
Dia menjelaskan, maksud hadits tersebut golongan yang selamat adalah yang berpegang kepada Rasulullah saw dan para sahabatnya. ”Golongan yang berpegang dengan Alquran dan hadits siapapun atau apapun nama kelompoknya. Jadi bukan seluruh warga Muhammadiyah masuk surga atau seluruh ormas sebelah yang masuk surga. Apakah dengan menjadi Muhammadiyah bisa terjamin masuk surga? Belum tentu,” tuturnya.



Bukan nama kelompoknya, lanjutnya, bisa jadi orang dari Muhammadiyah atau orang dari ormas sebelah yang berpegang pada Alquran dan hadits, inilah yang termasuk satu kelompok meski berbeda nama kelompoknya. ”Sampai sini paham?” tanya Sinasan yang dijawab serempak oleh jamaah, ”Paham…”
Dia melanjutkan, apakah yang menjadi penyebab perpecahan tersebut. ”Apakah masalah fiqih  atau masalah akidah?” ujarnya.
Sinasan menceritakan, perbedaan masalah fiqih sudah ada sejak zaman sahabat Nabi Muhammad. Dia memberikan contoh, semua sahabat sepakat wudhunya musafir boleh mengusap sepatu atau kaos kaki selama tiga hari.

Namun, katanya, hanya Ibnu Umar yang mengatakan, selama seseorang itu menjadi musafir berapa pun lamanya, maka dia tetap boleh berwudhunya dengan mengusap alas kakinya tersebut.
”Apakah karena Ibnu Umar berbeda lantas pada sahabat lainnya menudingnya akan masuk neraka? Tidak,” jelas Sinasan.
Contoh lain dia sebutkan agar semakin jelas. Seperti ada atau tidaknya shalat sunnah setelah shalat Ashar, musafir yang shalat dengan tayammum dan kemudian ketika menemukan air ada yang mengulang shalatnya ada juga yang tidak, serta contoh ketika perang Khandaq.
Sinasan menyimpulkan, masalah fiqih  bukanlah menjadi penyebab perpecahan umat Islam. ”Jika ada yang berbeda dengan kita, tetapi ada dasar hukumnya, maka harus dimaklumi.”

Perpecahan yang berbahaya, kata dia, justru dalam urusan akidah. Dia mengutip pernyataan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdusshomad Bukhori yang menegaskan ajaran Syiah sesat dan menyesatkan. Salah satu alasannya adalah karena rukun Islamnya berbeda.
Pengajian yang berlangsung mulai dari pukul 06.00 sampai pukul 07.25 tampak hidup karena Sinasan komunikatif dan juga menghibur sehingga jamaah sering terdengar tawa di halaman sekolah.
”Jangan pernah merasa cukup dengan keislaman yang sudah kita ketahui. Teruslah belajar,” pesan Sinasan mengakhiri ceramahnya. Pwmu.co
Sumber : syiah indonesia dot com

DIBALIK PERESMIAN "INDONESIAN CORNER" PERTAMA DI IRAN

Kemarin telah diresmikan Indonesian corner di Iran. Ternyata dalam peresmiannya melalui proses yang lumayan panjang. Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Professor Syafaatun Almirzanah dan Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Iran juga hadir. Mereka menyampaikan pandangan dan menawarkan peluang kerja sama pendidikan, baik dengan universitas Ferdowsi  maupun dengan pemerintah Iran secara keseluruhan.
Kedubes Indonesia dan juga tamu dari Indonesia bahkan mengadadakan diskusi. Diskusi membicarakan tentang keberadaan Indonesia corner yang baru diresmikan tersebut. Diskusi tersebut juga membahas program-program Indonesian Corner selanjutnya serta kerja sama antaruniversitas, baik umum maupun pendidikan Islam, termasuk penawaran kerja sama pendidikan dengan universitas umum negeri dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Bengkulu.



Ini memang menjadi program syiah sejak lama. Mereka rutin mengundang orang-orang penting di Indonesia untuk dibawa ke Iran. Mereka diberi wawasan tentang Iran. Syiah berharap para tokoh yang diundang akan menjadi jubir syiah dalam menjelaskan tentang kehebatan Iran. Mengingat para Ulama di Indonesia sudah berhasil menjelaskan kesesatan syiah kepada masyarakat sehingga masyarakat berhati-hati terhadap ajaran syiah.
Mereka juga konsen menjalin universitas islam negri di Indonesia agar bekerjasama dengan Iran. Jika tidak sadar, maka para tokoh di Universitas tersebut akan memberikan info ke para mahasiwa tentang Iran tentang kemajuannya saja, tanpa melihat kesesatan sisi Aqidahnya.

SYIAH BONDOWOSO : MILAD SAYIDAH FATIMAH DI BONDOWOSO

Muslimah Ahlulbait Indonesia (MAI) Pimcab Bondowoso, sebuah kelompok syiah cabang mengadakan Perayaan Milad Sayidah Fatimah Az-Zahra as di gedung Huseiniyah Asshadiq. Minggu 3 Maret 2019.
Menurut Aminah Assegaf Selaku Wakil Ketua MAI, seorang syiah dari pusat Jakarta yang berkesempatan hadir diacara tersebut mengatakan, peserta yang hadir adalah pecinta ahlulbayt dari Bondowoso, Situbondo, Jember dan juga dihadiri oleh akhwat Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah.
“Acara diselenggarakan seluruhnya oleh Fatimiyah. Fatimiyah adalah perkumpulan anak-anak remaja putri yang dibentuk oleh MAI.” Papar Aminah.




Selanjutnya, Maryam Al-Muhdar selaku ketua MAI Pimcab Bondowoso menambahkan bahwa, remaja syiah ini sangat antusias dalam kegiatan hari-hari besar, sehingga perlu dibuatkan wadah untuk mereka. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah “untuk mengenalkan siapa penghulu wanita yang harus kita teladani”. Imbuh Maryam.
“Ada beberapa buket bunga-bunga dan kue milad Sayidah Fatimah seluruhnya dibuat oleh putri-putri kita, selamat buat MAI Pimcab Bondowoso.” Pugkas Aminah. Perlu kita ketahui bahwa syiah termasuk berkembang di Bondowoso. Tim dari Jakarta sering dillibatkan dalam acara syiah di daerah tersebut. Ini menjadi salah satu titik syiah yang ada di Jawa Timur. Meski beberapa tahun sebelumnya sudah mendapatkan penolakan, tapi syiah secara pelan tapi pasti tetap melaksanakan ritualnya sebagai bagian dari manifestasi ibadah mereka. Tidak ada syiah tanpa ritual. Dengan ritual, doktrin syiah akan terpelihara.

HABIB ABDILLAH BA’BUD BERCERAMAH DALAM ACARA SYIAH DI JEPARA

Habib Abdillah Ba’bud memberikan ceramah pada acara peringatan kelahiran Sayyidah Fatimah az Zahra yang diselenggarakan akhwat Fatimiyyah. Acara khas syiah yang diadakan setiap tahun. Acara juga dihadiri ketua tanfidhiyyah MWC NU Kecamatan Bangsri dan Bupati Kabupaten Jepara, KH. Ahmad Marzuki S.E. Di gedung PGRI, Ahad (3/03/2019).
Habib dari Jawa Timur itu dalam memberikan ceramahnya tidak lupa menyebarkan apa yang menjadi keyakinan syiah. Aji-aji limo yang dimaksud adalah li khomsatun uthfi biha, harol wabail hatimah, Al Musthofa wal Murtadho, Wabna huma wal Fatimah.



“Arti dari ajian itu adalah aku memiliki lima perkara, yang dengannya tempat berlindung dari marabahaya, Al Musthofa (nabi Muhammad) dan Al Murtadha (Imam Ali), kedua putranya (Hasan dan Husain) dan Sayyidah Fatimah,” Imbuhnya. Sebuah ungkapan yang mengandung kesyirikan karena berlindung dari hal yang sudah mati.
Menurut Habib Abdillah, ajian itu sering dibaca oleh orang dulu agar terhindar dari malapetaka dan bahaya yang mengancam.
“Dengan diperingati kembali hari lahirnya Sayyidah Fatimah, kita mengenang kembali pribadi mulia dalam aji-aji limo yang mulai dilupakan orang,” lanjutnya dihadapan ratusan hadirin yang datang dari berbagai kota di Jawa Tengah itu.
Siapakah Fatimah? kenapa nama Fatimah masuk dalam aji-aji limo? “Karena keberadaan ahlul bayt nabi adalah paku bumi, agar bumi tidak digulung oleh bencana yang akan datang,” Tuturnya.
Di akhir ceramah Habib Abdillah membaca hadis dari sayyidah Fatimah dan meminta hadirin untuk memberikan perhatian terhadap ajaran mulia itu. “Dalam sebuah hadis, Sayidah Fatimah mengatakan bahwa ada tiga hal yang aku cintai dari dunia kalian: Pertama, membaca kitab Allah Al-Quran. Kedua, melihat wajah Rasulullas Saw dan yang terakhir berinfak di jalan Allah swt,” Tambahnya.
Menurutnya, putri Nabi memberikan teladan kepada kita bahwa mencari dunia itu penting tapi yang lebih penting diinfakkan di jalan Allah tidak sekedar habis untuk dimakan.

KETUA MWC NU KECAMATAN BANGSRI JEPARA HADIR DI ACARA SYIAH


Kyai M. Ihsan S. Ag Ketua MWC Kecamatan Bangsri hadir dan memberi sambutan pada acara syiah Ahad (3/02/2019)
“Jangan sampai Gara-gara Pilpres, Pilgub, Pileg menjadikan kita sebagai umat Islam dan bangsa Indonesia terpecah belah. Itu jangan sampai terjadi,” Tuturnya di gedung PGRI belakang kecamatan Bangsri itu.
“Sesama Muslim itu saudara bagi muslim lainnya dan jangan sampi menganiaya muslim lainnya, Juga tidak boleh membiarkan saudara muslim lainnya teraniaya.” Paparnya dihadapan ratusan jamaah dari berbagai kota di Jawa Tengah itu.
“Jika kita semua bersatu, maka negara kesatuan negara kita tidak akan bisa diganggu oleh negara lain.” Tegasnya.






Tokoh asal Banjaragung Bangsri itu juga mengatakan bahwa Islam itu tinggi dan tidak ada yang menyamai ketinggiannya. Selama kita kompak, dan tidak ditunggangi oknum yang mengatasnamakan Islam. “Jangan sampai hal kecil menyebabkan perpecahan, kita harus fokus dengan hal besar yaitu persatuan dan kemajuan bangsa.” Pungkasnya.
Sementara itu, Alam Firdaus dalam sambutannya mewakili Paniti Fatimiyyah mengatakan bahwa Fatimiyyah menyelenggarakan acara kelahiran putri Nabi itu agar supaya lebih mengenal keagungan Sayyidah Fatimah dan mengenalkannya ke orang lain yang belum mengenal. Ini menjadi metode dakwah syiah dalam mengajak kepada para pengikutnya.
“Kita semua memiliki misi untuk mengenalkan putri Nabi, kita semua punya tugas mengenalkan pribadi mulia ini sebagai panutan keseharian kepada masyarakat di sekitar kita.” Tegasnya.
Acara syiah berlabel Peringatan Milad Sayyidah Fatimah adalah acara tahunan yang diselenggrakan oleh ibu-ibu Fatimiyyah di Kecamatan Bangsri Jepara. Acara yang dimulai jam satu siang itu juga dihadiri oleh Bupati Jepara KH. Ahmad Marzuki S.E. dan juga berkenan memberikan sambutan. Sementara ceramah disampaikan oleh Habib Abdillah Ba’bud dari Jawa Timur. Sudah menjadi hal yang lumrah, bahwa ketika syiah mengadakan acara, maka selalu melibatkan NU setempat. Mereka biasanya akan diberi ruang untuk memberi sambutan. Ini adalah bagian dari strategi syiah agar bisa menyebarkan ajarannya. Jika NU sendiri menolak syiah, maka otomatis syiah tidak akan berkembang.
Syiah di Jepara relatif berkembang. Banyak sayap syiah yang bergerak di bidang sosial. Menjadi relawan kemanusiaan, menyalurkan bantuan kepada masyarakat lemah, memberi bantuan kepada tokoh-tokoh yang bisa dijadikan syiah berlindung menjadi cara ampuh syiah menyebarkan dakwahnya ke masyarakat umum. Ini menjadi tugas berat buat para Ulama dan Kyai yang masih lurus di lokasi tersebut. Keberadaan Ulama yang berani menjelaskan kesesatan dan rencana terselebung syiah dalam menyebarkan mazhabnya kepada orang yang sudah bermazhab.

CARA SYIAH BANGSRI JEPARA MENYEBARKAN SYIAH


Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyebarkan ideologi syiah ke masyarakat. Seperti yang dilakukan Ibu-ibu Fatimiyyah, sebuah kelompok syiah yang terdiri dari para ibu, Kecamatan Bangsri Jepara.
Panitia peringatan Milad Sayyidah Fatimah membagikan roti dan stiker berisi biografi Fatimah as di jalan depan kantor Kecamatan Bangsri, Ahad pagi (3/3/2019). Ini adalah metode penyebaran syiah secara halus. Jika mereka terang-terangan menyebarkan syiah, maka akan mendapatkan penolakan tentunya. Sesuai dengan SOP penyebaran syiah yang sudah ditetapkan oleh para petinggi syiah, bahwa untuk menyebarkan syiah harus melalui pendekatan secara halus yaitu membawa sisi kecintaan kepada keluarga Rasulullah Saw.




Stiker yang berisi biografi itu dipilih sebagai media mengenalkan ibunda Hasan dan Husain, ujar ketua panitia ustadzah Khodijah.
“Kami membagikan 300 roti dan stiker pagi ini ke masyarakat di Kecamatan Bangsri sebelum acara nanti siang di gedung PGRI.
Tujuannya tiada lain untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang sosok mulia nan agung Sayyidah Fatimah as,” Tutur Khodijah. Dengan kegiatan tersebut tentunya mereka tidak akan mendapatkan penolakan dari masyarakat.
Menurut syiah, umat islam sekarang ini cenderung tidak mengenal para keluarga nabi. “Selama ini masyarakat kurang mengenal siapa Fatimah, padahal dia adalah putri nabi Muhammad yang sangat disayangi ayahnya. Ibarat pepatah, tak kenal maka tak sayang. Maka kami mengenalkan melalui stiker agar masyarakat mengenal dan akhirnya menyayangi kecintaan nabi ini,” Tambahnya.
Menurutnya, masyarakat sangat senang dengan kegiatan itu karena mereka akhirnya bertanya dan ingin mengenal siapa Fatimah. Ini adalah sebuah kemajuan dakwah syiah, jika dengan sarana mengenalkan dan mereka merespon, maka akan menjadi target dakwah yang ke depan akan mereka bidik menjadi pengikut syiah.
“Pagi itu, kami selain mengenalkan siapa Fatimah, kami juga mengajak mereka jika bisa ikut acara peringatan milad Sayyid Fatimah nanti siang. Syukur-syukur kalau mereka bisa hadir,” Papar Khodijah. Awalnya hanya memberi sovenir. Dalam interaksi tersebut akhirnya ditawari untuk ikut kedalam majlisnya. Bagi orang yang sedang dalam masa pencarian jati diri, maka akan sangat rawan tertarikl dengan syiah.
Panitia juga membawa banner yang bertuliskan tentang keutamaan istri Imam Ali itu, untuk menghindari anggapan masyarakat jika menyerupai kampanye di musim Pemilu ini, pungkas ketua MAI Kabupaten Jepara itu.

SYIAH PALU ADAKAN RITUAL PERINGATAN MILAD FATIMAH

Palu – Pandu Nusantara dan P3B ( Persatuan Pengungsi Panau Bangikit), sebuah wadah yang terindikasi syiah selenggarakan perlombaan dalam rangka memperingati Milad Sayidah Fathimah Az-Zahra di Kelurahan Panau, Palu Selawesi Tengah. kegiatan ini berlangsung 6 hari mulai 22 sampai 28 Februari 2019.

Adapun perlombaanya adalah menggambar dan menulis kehidupan pasca bencana tingkat anak, Lomba menulis Surah Al-Kautsar tingkat anak. “Ahamdulillah ada 70 anak yang mendaftar  dan mereka sangat berantusias mengikuti kegiatan ini”. Papar Faisal selaku ketua panitia. Ini adalah kegiatan yang lumayan banyak diikuti oleh anak-anak. Mereka jika diajak mengikuti lomba tentu akan senang, apalagi ada iming-iming hadiah.





Selanjutnya, Faisal mengatakan berakhirnya kegiatan ini insyaAllah akan ada perlombaan lagi namun masih dalam perencanaan.
Dalam mengenag sosok putri agung Rasulullah saw. “Harapanya untuk kegiatan selanjutnya, makin banyak adik-adik yang ikut dan aktif  dalam perlombaan”. Pungkas Faisal.
Acara ini diakhiri dengan pemberian hadiah dari kelompok syiah dan P3B sebagai refleksi kebahagiaan atas peringatan Milad Bunda Fatimah Az-Zahra. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa syiah sangat aktif menjalan ritual khas mereka. Baik di pusat maupun di daerah pelosok. Ini adalah menjadi pemupuk ideologi pengikutnya. Sekaligus menjadi sarana untuk menyebarkan doktrin kepada masyarakat awam yang belum tahu kejelekan syiah. Mereka secara halus akan diajak untuk mengenal para keluarga nabi yang akhirnya adalah menanamkan ideologi syiah. Waspadalah