Kamis, 29 Maret 2018

PADA PROGRAM BANSER, SYIAH BOGOR IKUT NEBENG


Syiah berusaha agar diterima masyarakat Indonesia, meski secara akidah bertolak belakang. Dikalangan para petinggi syiah, mereka rajin merapat ke tokoh NU dan Muhammadiyah, dalam rangka mencari dukungan. Maka di kalangan bawah juga demikian.
Menurut pantauan kami, di kantong-kantong komunitas syiah, mereka melakukan kegiatan sosial. Jenis kegiatannya, ada yang dilakukan syiah sendiri, ada yang mendompleng ormas lokal.
Di Bogor dan beberapa tempat di Jawa Barat, mereka merapat ke Banser. Dalam sebuah program banser, syiah gabung di situ. Mereka memakai cover PERMABI. Dokumentasi berikut adalah menjadi bukti nyata, kelakuan syiah dalam mencari simpati masyarakat awam.






Kita sebagai muslim yang sadar akan bahaya syiah, harus tahu, bahwa syiah melakukan itu dalam rangka investasi dukungan, agar mereka tidak ditolak di masyarakat. Mengingat masyarakat Indonesia tidak akan menerima Aqidah sesat syiah, yang menganggap bahwa para sahabat RA telah kafir. (Ahmad Hasyim)

ICC, IJABI DAN ABI, PUSAT PENGENDALI SYIAH BERSATU


Jika selama ini, ormas syiah yang deket dengan ICC Jakarta adalah ABI, maka sekarang sudah ada perubahan strategi. Pada 30 Maret mendatang, akan ada acara di ICC yang pembicaranya adalah dari dua unsur ormas syiah militan. Ormas syiah nusantara yaitu IJABI, yang diwakili oleh pendirinya yaitu Jalaludin Rahmat. Dari ABI akan diwakili oleh Umar Syahab MA.

Ini mengindikasikan bahwa syiah sekarang sedang dibangun kesolidan, mengingat mereka sedang menghadapi ancaman di depan mata, yaitu penolakan masyarakat dengan aqidah syiah.

Jika dalam ekternal mereka sendiri akan terpecah belah maka mereka akan ditambah ditolak masyarakat. Meski sebagian syiah militan menolak buku SYIAH MENURUT SYIAH dengan memplesetkan SYIAH MENURUT ABI, maka perselisihan itu berusaha untuk mereka tutupi.

Kalian akan menyangka bahwa mereka bersatu, padahal pada kenyataanya mereka terpecah belah. Marja mereka berbeda dalam menjadikan pedoman amalan mereka. Makanya cara berjuangnya pun berbeda. Mari, waspadai syiah, apapun covernya, baik IJABI, ABI, YDM, ICC, VOP dll. Jika mereka berakidah syiah, maka pada hakikatnya mereka hanya sedang mengajak anda untuk keluar dari aqidah islam anda menuju ke akidah syiah. (Ahmad Hasyim)

SYIAH IKUT ACARA TELKOM, SIAPA DALANGNYA?


Pada tanggal 22-15 Maret 2018, berlangsung acara sebuah BUMN di JCC Jakarta. Acaranya adalah TELKOM CRAFT INDONESIA 2018. Entah dari mana sumbernya, sebuah LSM syiah YDM bisa ikut dalam acara tersebut. Tidak ayal, hal langsung dimanfaat oleh syiah dan diexpose oleh media mereka.






Syiah memanfaat moment tersebut untuk menaikkan brand LSM mereka. Ini menjadi sebuah peringatan bahwa LSM syiah sudah bisa masuk ke BUMN. Besar kemungkinan ini dikarenakan adanya penyusup dari kalangan syiah, atau ketidaktahuan panitia dengan masalah dan hakikatnya. (Ahmad Hasyim)

ALUMNI PESANTREN SYIAH MENJADI PRESIDEN IPI IRAN 2018-2019

Alumni sebuah pusat kaderisasi syiah, Ma'had YAPI Bangil Pasuruan, dalam orasi pasca terpilih sebagai Presiden IPI Iran mengatakan siap membangun IPI Iran untuk lebih dikenal dan menjadi perwakilan bangsa yang aktif mempromosikan budaya tanah air.
Bertempat di gedung serbaguna kantor KBRI Tehran di kota Tehran Republik Islam Iran, terselenggara Musyawarah Besar Ikatan Pelajar Indonesia Iran (MUBES IPI Iran) ke-7 pada Selasa, (20/3) pukul 9.30 waktu setempat. Dibuka oleh Kepala Duta Besar Indonesia untuk Iran Octaviano Alimuddin.

Dalam sambutannya, Octaviano mengingatkan agar pelajar Indonesia di Iran terus menjaga kebersamaan dan kekompakan. Ia juga sempat memesankan menyambut tahun politik, pelajar harus tetap menjaga kondisi yang kondusif dan menggunakan hak pilih dengan baik. 
Dihadiri kurang lebih 30 perwakilan mahasiswa dari berbagai kota di Iran seperti dari Qom, Esfahan, Masyhad, Ghurghan, Hamedan, Qeshm dan Tehran sendiri, MUBES berlangung alot sampai Rabu, (21/3) pukul. 3.30 dini hari.
MUBES IPI Iran ke 7 tersebut memutuskan Muhammad Ghiffari, mahasiswa Universitas Ferdowsi Masyhad sebagai Presiden IPI Iran periode 2018-2019 setelah meraih suara terbanyak, mengalahkan kedua rivalnya, Ismail Amin dari Universitas Internasional al-Mustafa Qom, seorang aktifis syiah yang aktif di medsos dan sering mengkampanyekan ajaran syiah dan Bahesty Zahra mahasiswi Universitas Tehran. 
Alumni Ma'had syiah YAPI Bangil Pasuruan, dalam orasi pasca terpilih sebagai Presiden IPI Iran mengatakan siap membangun IPI Iran untuk lebih dikenal dan menjadi perwakilan bangsa yang aktif mempromosikan budaya tanah air.


Sumber : media syiah ABNAIR

UMAT ISLAM MAKASSAR TOLAK SYIAH DENGAN MENDATANGI GEDUNG DPRD SULSEL

Sekitar ratusan orang yang mengatasnamakan Relawan Sosialisasi Fatwa (Resofa) MUI yang dipimpin Ust. KH. Said Abd. Samad (Ketua Resofa) melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Sulsel Jl. Urip Sumohardjo, Kota Makassar, Rabu, (21/03/2018).
Aksi damai tersebut meminta dan menolak dengan adanya ajaran Syiah yang tersebar di wilayah Sulsel, ini adapun aksi damai ini saat orasi dilakukan secara bergantian dengan membacakan beberapa pernyataan sikap diantaranya :
1. Meminta agar DPRD Sulsel dan Pemprov. Sulsel memperkuat Fatwa, rekomendasi dan Panduan MUI, sebagai acuan menilai aliran-aliran keagamaan (Islam) di tengah-tengah masyarakat.
2. Meminta agar DPRD Sulsel dan Pemprov Sulsel menerbitkan peraturan Gubernur (Perda Sulsel) untuk mewaspadai dan mengantisipasi ajaran-ajaran yang telah dinyatakan oleh MUI sebagai ajaran yang menyimpang atau sesat seperti Syiah, Ahmadiyah, Pluralisme, Islam Jamaah.
3. Meminta agar DPRD Sulsel dan Pemprov Sulsel menerbitkan surat edaran kepada Lembaga-lembaga Keagamaan dan Pendidikan supaya menghentikan segala bentuk kerja sama dalam bidang keagamaan dan pendidikan serta kebudayaan dengan pihak pemerintah Iran dan lembaga keagamaan dan pendidikan Iran sesuai pandangan MUI, dan membatasi hubungan itu dalam bidang ekonomi/perdagangan dan Politik.
4. Meminta agar DPRD Sulsel dan Pemprov Sulsel secepatnya mensosialisasikan surat edaran Pemprov Sulsel No. 450/0224/B kesejahteraan tanggal 12 Januari 2017 tentang mewaspadai dan mengantisipasi penyebaran Ajaran Syiah.





Aksi damai ini diterima oleh Imran Tenri Tata Amin (Ketua Komisi A DPRD Sulsel Fraksi Golkar), Kadir Halik (Ketua Komisi E DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar) dan Hj. Sri Rahmi (Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel dari Fraksi PKS) yang diterima di ruang rapat Kantor DPRD Sulsel dengan tanggapan menerima aspirasi pengunras.
“Kami berterima kasih telah hadir ditempat ini, serta menekankan bahwa kami di DPRD Sulsel juga mendukung dan berada di garis perjuangan yang sama,” kata Imran Tenri Tata Amin.

Selanjutnya, katanya, dalam waktu dekat akan merapatkan hal ini untuk kami usulkan supaya dilakukan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Anti Syiah tersebut.

Diketahui aksi tersebut merupakan aksi yang ke 2 kalinya dilaksanakan, dimana pertama kali dilaksanakan pada bulan Desember 2017 yang lalu.

Dimana aksi damai ini dilakukan kembali untuk mendesak Pemprov Sulsel agar mensosialisasikan surat Edaran Pemprov Sulsel No. 450/0224/B. Kesejahteraan tanggal 12 Januari 2017 tentang mewaspadai dan mengantisipasi penyebaran Ajaran Syiah.


Sumber : MITRAPOL.com

Senin, 12 Maret 2018

KORAN IRAN: 84% PEMUDA IRAN TELAH MENCOBA KAWIN MUTAH DI IRAN


Surat kabar Iran Shahrvand melaporkan pada awal Maret 2018 ini tentang penyebaran "Nikah Mut'ah/kawin kontrak" di Iran, terutama di kalangan remaja dan para pemuda.
Statistik menguatkan laporan tentang penyebaran kawin kontrak ini bahwa 84% pemuda Iran telah melakukannya.

Koran Shahrvand menyebutkan: "Hasil sebuah penelitian terhadap 216 orang mengenai kawin kontrak menunjukkan bahwa 36,84 persen dari mereka yang disurvei berusia di bawah 18 tahun," katanya. "Mereka juga mencoba kawin kontrak atau apa yang disebut nikah mut’ah di Iran."
Apa alasan yang menyebabkan para pemuda Iran melakukan kawin kontrak, Shahrvand mengatakan bahwa statistik menunjukkan bahwa 61% dari mereka yang mencoba kawin kontrak karena motivasi seksual.

ilustrasi : sumber foto : ABNA.IR 


Menurut sebuah studi dari surat kabar Shahrvand, 31,1% dari mereka yang berpartisipasi dalam survey melakukan kawin kontrak karena hubungan emosional antara kedua belah pihak, dan 9,8% adalah karena alasan keuangan, karena faktor kebutuhan keluarga.
Menurut Arab21, Shahrvand mengatakan bahwa penelitian tentang kawin kontrak didasarkan pada studi 216 kasus kawin kontrak, 35% kasus untuk pria, dan 65% untuk wanita. Penelitian tersebut diadakan di tiga kota besar Iran, yaitu Masyhad, Teheran dan Isfahan.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa ada berbagai alasan dan faktor berbeda yang mendorong kawin kontrak tersebut. Faktor utamanya adalah: ekonomi, psikologis, dan kewarganegaraan, yang kami lihat dari hasil investigasi tentang penyebaran kawin kontrak di tiga provinsi di Iran.
Shahrvand menyebutkan bahwa beberapa kawin kontrak dilakukan dalam rangka menghindari undang-undang Iran, yang melarang hubungan dua jenis di luar nikah, sehingga anak muda yang tidak memiliki kemampuan keuangan untuk menikah resmi, maka mereka melakukan kawin kontrak , yang mana itu merupakan pilihan termudah, dan sebagian besar dari mereka tidak percaya awalnya dengan kawin kontrak.

Mengenai kawin kontrak bagi anak di bawah umur, Shahrvand mengatakan: "Statistik menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku kawin kontrak masih berusia di bawah usia 18 tahun. "
Koran itu menegaskan tentang kawin kontrak di bawah umur, bahwa: Pasal 1041 KUH Perdata tentang akad perkawinan memerlukan persetujuan wali dalam menikahi gadis tersebut sebelum usia 13 tahun, dan kepada laki-laki sebelum usia 15 tahun. Terlepas dari adanya pasal ini, ada banyak kasus dalam kawin kontrak ini dilakukan di bawah usia yang ditetapkan oleh undang-undang Iran ini.

Mengenai pengaruh dari kawin kontrak ini Shahrvand mengatakan: "Banyak efek yang timbul dari kawin kontrak ini, yang paling penting dan paling nampak adalah mudahnya pernikahan usia anak-anak, kehamilan, aborsi, dan kerusakan psikologis para korban perkawinan anak-anak di bawah umur ini"
Sumber : http://www.dd-sunnah.net/news/view/action/view/id/25181/

PERMABI, ORMAS SYIAH BERPUSAT DI BOGOR

Ada sebuah ormas syiah yang bernama Permabi. Program utamanya adalah membersihkan masjid. Mereka terdiri dari beberapa orang saja. Jika dilihat secara rutin, mereka memang memiliki kepedulian pada masjid.

Tapi secara aqidah mereka adalah pengikut syiah. Apakah perlu kita tolak jika masjid kita dibersihkan oleh orang syiah? Jika syiah membantu kita dan menolong, maka sebagai sesama manusia itu tidak ada masalah. Lain halnya jika mereka mengajak pada ajaran syiah, maka akan kita tolak. Mengapa kita menolaknya, karena ajaran syiah adalah ajaran sesat. Mereka mengkafirkan para sahabat radliallahu anhum. Mana buktinya? Jangan asal nuduh. Buktinya adalah di dalam kitab-kitab induk mereka. Syiah di Indonesia beda lho dengan syiah yang suka melaknat. Beda dalam strategi saja. Mereka tidak akan berani melakukan itu karena mereka sedang dalam tahap mengenalkan.




Kembali ke masalah masjid. Jika mereka rajin membersihkan masjid, apakah mereka mau bergaul di masjid dan solat berjamaah 5 kali dalam sehari. Mereka tidak akan berani. Karena syiah melakukan solat zuhur dan asar dengan satu waktu. Mahrib dan isya juga satu waktu. Maka mereka akan bertentangan dengan ajrannya jika melakukan solat 5 kali dalam sehari dalam 5 waktu. (Ahmad Hasyim)

MUSLIMAH SYIAH SULSEL MENGADAKAN KEGIATAN SOSIAL, APA MISINYA?

Muslimah syiah Ahlulbait Indonesia (MAI) Sulawesi Selatan melakukan kegiatan sosial yaitu memberi bantuan pada hari Rabu (7/3/2018). Syiah memberikan bantuan kepada seorang warga di Pakatto, Gowa, Sulawesi Selatan setelah rumahnya habis terbakar kemarin sore.




Sekretaris Umum MAI Sulsel, Ibu Impa Azis Maiwa mengatakan, bantuan yang diberikan sebagai reaksi cepat tanggap untuk membantu segera mungkin terhadap sesama yang ditimpa musibah.

Ini merupakan salah satu program syiah kepada masyarakat. Meski hanya membantu seorang yang tertimpa musibah, ini adalah rangkaian dari program jangka panjang. Mengingat di daerah tersebut sedang dibangun markaz syiah. Jika tidak melakukan pendekatan kepada masyarakat, maka bisa terjadi penolakan. Mengingat jika sudah berdiri markaz syiah, maka ancaman aqidah di depan mata.
Syiah akan menyebarkan dakwahnya dengan segala cara. Masyarakat lemah adalah sasaran utama. Jika mereka secara materi kurang, maka syiah akan membantu secara materi. Mari selamatkan aqidah umat islam dari ajaran pelaknat Sahabat. Sebelum terlambat (Ahmad Hasyim)

MENILIK KEGIATAN PUSAT KADERISASI SYIAH TERBESAR DI INDONESIA

Berikut ini adalah dokumentasi pusat kader syiah di Jawa Timur. Mereka adalah para kader syiah yang sedang menempuh pendidikan di YAPI Jawa Timur. Mereka datang dari seluruh pelosok Indonesia.







Di sebuah pesantren terbesar milik syiah ini, mereka belajar dengan dua metode. Ada yang memakai kurikulum diknas dan depag. Dan ada yang memakai kurikulum Qum yaitu berupa Hauzah. Hauzah adalah model pendidikan ala syiah yang pusatnya ada di Iran. Tidak afdol bagi syiah jika tidak memiliki hauzah. Tercatat ada puluhan hauzah yang tersebar di Seluruh Indonesia. Beberapa ada di Jakarta, di Pekalongan, di Jepara dan di Jawa Timur. Penulis memiliki paman yang bermazhab syiah, pernah menyekolahkan anak-anaknya di Pekalongan dan di Jepara.

Tidak heran jika syiah akan terus berkembang, mengingat pengkaderan mereka tetap berjalan. Ini adalah calon para kader militan yang sudah terbukti di lapangan sebagai pengerak yayasan-yayasan syiah yang tersebar di seluruh nusantara.

PAKATTO CULTURAL CENTER (PCC), MARKAZ SYIAH TERBARU DI SULSEL


Pada awal bulan Maret ini, Direktur Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, Syeikh Dr. Abdul Majid Hakim Ilahiy (Syeikh Hakim) mengadakan kunjungan ke Yayasan Marajal Bahrain, sebuah yayasan syiah di Sulsel. Kunjungan ini dalam rangka memantau pembangunan Husainiah Pakatto Cultural Center di Pakatto Sulawesi Selatan hari Rabu, 7 Maret 2018.



Petugas Syiah dari Iran ini berpesan kepada pengelola markaz syiah empat hal :
1.       Agar yayasan syiah lebih meningkatkan pelayan kepada masyarakat.
2.       Agar yayasan syiah mempererat hubungan baik dengan tetangga apapun agama dan mazhabnya.
3.       Agar yayasan syiah melakukan pembinaan terhadap pemuda dan mengembangkan bakat serta potensi mereka.
4.       Agar yayasan menjadikan Husainiah sebagai pusat kegiatan syiah yang akan menjadi pilar dalam berdakwah.

Itu kesimpulan yang disampaikan oleh Ustad Mahdi selaku Ketua Yayasan.
Ustaz Mahdi, selain sebagai ketua yayasan, juga Sekretaris DPW ABI Sulawesi Selatan itu mengatakan bahwa Pakatto Cultural Center tengah menyiapkan tiga program utama yang akan dijalankan. Program yayasan syiah ini memiliki program utama yang hampir mirip dengan Program markaz syiah di ICC Jakarta.

Program yayasan ini adalah :
1.       Pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya dan masyarakat.
2.       Pengembangan pendidikan formal dan non formal.
3.       Pusat kegiatan ritual keagamaan.

Selain untuk memantau pembangunan, Ustaz Mahdi juga menjelaskan bahwa kunjungan Syeikh Hakim tersebut juga dalam rangka mempererat silaturrahmi dan kerjasama. Sudah pasti bahwa sesama yayasan syiah harus melakukan kerja sama. Apalagi, pengikut di Sulsel relatif banyak di banding dengan tempat lain. Hal ini bisa dilihat dari banyakanya kader syiah yang dikirim ke Iran dan juga banyaknya yayasan syiah yang tersebar di Sulsel.

Jika penyebaran syiah ini tidak dibendung, maka lampat laun akan terjadi konflik. Mengingat ajaran syiah secara pokok banyak bertentangan dengan pokok dalam ahlu sunnah. Mari kita jaga diri kita, keluarga kita, lingkungan kita dari pengaruh ajaran syiah. (Ahmad Hasyim – Peneliti Gerakan Syiah Indonesia )