Rabu, 19 September 2018

STRATEGI SYIAH SEMARANG MEMPERINGATI ASYURO AGAR TETAP BERJALAN (2)


Ormas Islam Datangi Markas Syiah di Semarang

Setelah usahanya meminta kepolisian untuk menggagalkan acara syiah belum berhasil, Laskar perwakilan ormas Islam di bawah bendera FUIS mendatangi markas Syiah di Layur, Semarang Utara, Jawa Tengah, Senin malam (17/09/2018).
Ratusan laskar dari perwakilan ormas Islam mendatangi markas Syiah di Layur, Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, semalam, Senin (17/09/2018).
Di bawah bendera Forum Ummat Islam Semarang (FUIS) mereka mengawal audiensi antara asatidz dengan para tokoh Syiah.
Tempat ibadah Syiah yang tertulis di plang dengan nama Masjid Nurul Tsaqolain ini sudah sepi dan terkunci rapat saat mereka datang.
“Padahal biasanya diadakan kajian dengan loud speaker luar yang aktif,” ujar Amur Yuda juru bicara laskar.
Menurutnya, aksi ini dilakukan sebagai bentuk show of force agar mereka tidak mengadakan perayaan Asyuro di Semarang.
Amir Jamaah Ansharusy Syari’ah (JAS) Mudiriyyah Semarang, Ustadz Danang tampak memberikan orasi di depan tempat yang dijuluki warga sekitar sebagai Masjid Lawang Ireng.
“Malam ini kami hanya datang ratusan laskar, sebagai bentuk peringatan agar Syiah tidak lagi melakukan perayaan Asyuro di Semarang,” tegasnya.
“Tapi kalau mereka tetap nekat, kami akan datangkan ribuan massa dari Semarang dan sekitarnya, untuk menyegel dan menutup Masjid Syiah ini,” lanjutnya.



Tidak Komunikatif, Syiah Semarang Enggan Berdialog terkait Perayaan Asyuro
Kedatangan Forum Umat Islam Semarang (FUIS) ke Masjid basis aliran Syiah yang berada di Jalan Raya Bom Lama, Semarang Utara untuk beraudiensi terkait perayaan tahunan Syiah, Senin (17/9/2018).
Sayangnya agenda tersebut tidak berjalan lancar, pihak panitia tidak mau menerima perwakilan dari FUIS, Masjid yang biasanya ramai pada malam hari itu terlihat sepi dan digembok rapat.
“Mereka tidak mau menerima, ini sebagai bukti mereka enggan untuk berdialog, padahal kami mengedepankan dialog dan komunikasi,” kata humas FUIS, Danang Setyadi dilokasi.
“Kalau kalian berada di jalan yang benar, mari kita dialog sehingga kedepannya ada komunikasi,” tambahnya.
Danang menegaskan, jika tidak ada dialog interaktif yang positif, agenda Asyuro syiah tersebut akan ditolak oleh sejumlah ormas Islam disetiap tahunnya.
“Kalau tiap tahun mereka mengadakan perayaan, maka kami tiap tahun akan menolak,” tegasnya
Dari hasil pantauan Jurnalislam, warga terlihat enggan dengan keberadaan Masjid Syiah tersebut. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya warga sekitar yang melaksanakan ibadah sholat dimasjid tersebut.
Infomasi yang beredar bahwa perayaan syiah yang akan dilaksanakan di Gedung MAC Majapahit kota semarang, pada 20 September 2018. Hari ini, (kamis, 20 Sep 2018) acara itu akan diselenggarakan. 

Selama syiah mengadakan ritual sesat, maka fuis akan selalu menolaknya

“Kalau tiap tahun mereka mengadakan perayaan, maka kami tiap tahun akan menolak,” tegas Humas FUIS, Danang Setyadi Masjid basis aliran Syiah yang berada di Jalan Raya Bom Lama, Semarang Utara dalam rangka audiensi terkait perayaan tahunan Syiah, Senin (17/9/2018).
Sayangnya agenda tersebut tidak berjalan lancar, pihak panitia tidak mau menerima perwakilan dari FUIS, Masjid yang biasanya ramai pada malam hari itu terlihat sepi dan digembok rapat.
“Mereka tidak mau menerima, ini sebagai bukti mereka enggan untuk berdialog, padahal kami mengedepankan dialog dan komunikasi,” kata Danang Setyadi sebagaimana dilansir Jurnalilam.com, (18/9/18).
Dari hasil pantauan, warga terlihat enggan dengan keberadaan Masjid Syiah tersebut. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya warga sekitar yang melaksanakan ibadah sholat dimasjid tersebut.  

STRATEGI PENGADAAN ACARA

Mengingat adanya penolakan tersebut, maka syiah semarang menggunakan acara tersebut dengan mengundang pihak-pihak yang tidak ada kaitannya dengan asyuro. Berikut adalah rundown acara yang mereka adakan. Tampak mereka memanfaatkan pemerintah Jateng dalam mengadakan acara tersebut. 



Diolah dari berbagai sumber (Syiahindonesia.com dan lain-lain)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar