Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen
Pol Achmat Juri mengimbau bagi warga Malut khususnya di Kabupaten Halmahera
Selatan (Halsel) agar tidak terpancing dengan kasus aliran Syiah di Desa Goro
Goro, Kabupaten Halsel.
"Penangkapan kelompok Syiah
yang beranggotakan 17 orang warga Goro Goro saat ini sedang ditangani pihak
Polres Halsel dan dalam penanganan kasus aliran Syiah ini katanya, Polres
Halsel akan melibatkan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Halsel
beserta stakeholder terkait di Halsel," katanya melalui Kabid Humas Polda
Malut, AKBP Hendri Badar di Ternate, Selasa (5/9/2017).
Dia menjelaskan, untuk kasus dugaan
pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga orang penganut Syiah terhadap salah satu
warga sunni Goro Goro Musrin Jamaludin pada Sabtu (2/9/2017) akan
ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Aparat kepolisian akan
berupaya untuk menghindari tindakan anarkis yang bisa mengganggu keamanan dan
ketertiban, sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan tindakan anarkis
terhadap masalah ini," ujarnya.
Oleh karena itu, ke depannya jika
ditemukan aktivitas Syiah di Malut agar warga yang merasa resah tidak main
hakim sendiri alias bertindak anarkis, melainkan melaporkan ke aparat
berwenang.
"Kalau di Maluku Utara kan
sudah dilarang oleh MUI. Untuk itu, imbauan dari Kapolda kepada masyarakat
khususnya di Maluku Utara silahkan melapor jangan main hakim sendiri, bisa
melapor ke aparat pemerintah desa, Babinsa, koramil supaya diambil langkah pencegahan,"
katanya.
Sementara itu, Kepala Kementerian
Agama Kabupaten Halsel, Hasyim H Hamzah ketika dihubungi secara terpisah
mengakui pihaknya telah mendapat laporan mengenai adanya kelompok Syiah di
Halsel.
"Tentunya kami akan mengambil
langkah dengan mengundang pihak terkait yakni MUI, FKUB, tokoh agama,
Kesultanan Bacan serta instansi terkait untuk berdialog dengan pengikut Syiah
dan rencana dialog akan dilakukan hari ini di kantor Kemenag Halsel,"
ujarnya.
Dia menambahkan, dialog ini untuk
memastikan kebenaran aliran itu, apakah benar Syiah masuk di desa Goro-goro,
siapa tokoh dibalik ajaran itu dan apakah ajarannya menyimpang dari ajaran
Islam atau tidak, sehingga tidak lagi terjadi masalah hingga mengganggu
kamtibmas di daerah ini.
Diolah dari beberapa sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar