Selasa, 30 Juli 2019

Tokoh Syiah Miqdad Turkan Muncul Pada Wisuda Madin Alhasanain Jepara



Madrasah Diniyah Alhasanain, sebuah madrasah syiah di Desa Guyangan Kecamatan Bangsri mengadakan acara akhirussanah (kenaikan kelas) dan wisuda. Acara yang dimulai jam dua siang itu dihadiri sesepuh setempat, pengurus madrasah, para guru, ketua yayasan Darut Taqrib Jepara, Abdun Nasir yang juga ketua DPD ABI Jepara, dan Ustaz Miqdad Turkan. Selasa, (25/06/2019).
Miqdad Turkan memberikan tausiyah di hadapan ratusan hadirin. Nasihat yang disampaikan ditujukan kepada tiga kalangan; santri, orang tua santri dan juga para guru.



Kepada para santri, tokoh syiah itu menyampaikan bahwa santri harus berilmu terlebih dahulu untuk menggapai cita-cita di dunia dan meraih keselamatan di akhirat.
“Untuk para santri supaya giat belajar agar tercapai cita-cita yang kalian inginkan, karena Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa menginginkan dunia maka dengan ilmu dan barang siapa menginginkan akhirat juga dengan ilmu.”
Menurutnya, anak-anak adalah aset masa depan orang tua. “Mereka penerus kalian, merekalah yang akan mendoakan kalian kelak ketika kalian sudah tiada.” Tegasnya.
Sementara nasihat untuk para guru, tokoh Syiah Jawa Tengah itu mengatakan bahwa tugas para guru amatlah mulia, Alquran menyebutkan bahwa guru itu penghidup manusia karena memberi kehidupan berupa pengetahuan. “Barangsiapa yang menghidupkan satu orang saja maka seakan-akan ia telah menghidupkan manusia semua.” (Almaidah:32).
“Para Guru mengemban tugas yang mulia. Ini adalah pahala bagi seorang pendidik maka hendaklah kalian bersabar, istiqomah, insyaAllah keberkahan Allah akan diturunkan pada kalian.” Pungkasnya
Acara pun selesai jam 4 sore. Wisuda kelulusan para santri ditutup dengan dibagikannya piagam kelulusan sebagai tanda bahwa gerbang pengetahuan makin terbuka untuk diraih lebih tinggi lagi.
Ini menunjukkan bahwa pengkaderan syiah di Jepara sudah dimulai dari usia dini. Jika yang belajar di madrasan tersebut anak-anak syiah, mungkin tidak terlalu meresahkan. Namun jika yang ikut belajar adalah anak-anak muslim sunni, maka ini akan menjadi bom waktu yang suatu saat akan meledak. Mengingat dalam doktrin aqidah syiah, banyak pokok-pokok ajaran yang bertentangan dengan ajaran islam seperti melaknat para Sahabat RA, meremehkan kaum muslimin diluar mereka. Di beberapa tempat ajaran syiah menjadi sumber pertikaian dan konflik karena aqidah sesat mereka. Mari bentengi anak-anak kita dari paham syiah.

Sumber : DarutTaqrib


Tidak ada komentar:

Posting Komentar