Rabu, 02 Juli 2014

SYIAH JEPARA : MILAD FATIMAH BULAN MEI DIHADIRI BUPATI JEPARA

Gedung PGRI Bangsri terlihat ramai pada minggu siang (29/5). pasalnya, gedung tersebut merupakan tempat penyelenggaraan acara peringatan milad sayyidah Fathimah as. yang diselenggarakan oleh majlis taklim Fathimiyyah Bangsri. Acara ini merupakan acara tahunan dan merupakan komitmen majlis taklim yang bersekretariat di Jl. Seroja Kauman Bangsri Jepara itu. Hal ini diungkapkan oleh ketua panitia, bapak Abdurrahman Nuruddin dalam sambutannya. Pada acara kali ini, panitia mengambil tema ‘menapak jalan suci sayyidah Fathimah azzahra as, Ummu Abiha, wanita teladan sepanjang zaman.
Acara yang dimulai sekitar jam satu siang ini juga dihadiri wakil bupati Jepara, bapak Marzuki SE. dalam sambutannya, bapak Marzuki sangat antusias dan mendukung acara semacam ini. Beliau menjelaskan bahwa tahun ini kabupaten Jepara berhasil mencapai presentase kelulusan murid SMA atau sederajat yang sangat tinggi, yaitu 99,86 %. keberhasilan ini tak lepas dari peran majlis taklim yang menjamur di Jepara. ‘begitu banyaknya mejlis ta’lim di Jepara berdampak positif pada tingkat kelulusan murid sekolah tingkat atas atau sederajat.’ ungkap beliau. Lebih lanjut beliau menjelaskan, acara semacam ini merupakan hal baik yang harus dipertahankan. Beliau bersandar pada sebuah hadits yang menekankan pentingnya mencintai Ahlulbayt (keluarga) Nabi saw. Dan sayyidah Fathimah as merupakan sala satu keluarga Nabi.
Dalam acara yang dihadiri ratusan orang pecinta keluarga Nabi dari daerah Jepara dan sekitarnya seperti Demak dan Semarang itu, para hadirin menimba ilmu dari Alhabib Al-ustadz Hasan Dalil selaku pembicara. Dalam ceramahnya, beliau mengungkapkan beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang yang mengaku mencintai sayyidah Fathimah as. Namun ada satu yang menjadi tema pembicaraan beliau kali itu, yakni berbicara tentang sayyidah Fathimah bukan tentang menangis dan doa saja, tapi juga tentang perjuangan dan perlawanan. Sayyidah Fathimah selalu berjuang dengan cara mendidik keturunan Rasul saw. Sayyidah Fathimah yang besar didalam rumah tempat turunnya wahyu ilahi, mengerti benar makna ayat yang menjelaskan bahwa Allah sangat mencintai umat yang bersatu padu. Oleh karena itu, sayyidah Fathimah berusaha keras membina dan menyiapkan imam-imam yang sanggup merealisasikan ayat tersebut. ‘Rasul berdakwah diluar rumah, di gang-gang kota, di pasar-pasar. Sedangkan sayyidah Fathimah membimbing keturunan Rasul di dalam rumah.’ jelas beliau. Apa yang telah dilakukan oleh sayyidah Fathimah ini berdampak besar dalam penyebaran agama Islam yang dibawa oleh ayahnya, Rasulullah saw.
Dalam acara yang diselingi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dari Fathimiyah itu, beliau berpesan kepada para hadirin untuk berjuang dan mulai bergerak dari sekarang. Membentuk barisan yang kokoh. Karena, ‘membuat spanduk itu mudah. Melaksanakannya susah.’ ucap beliau.
Tidak sekedar teori, beliau lantas menjelaskan beberapa hal yang harus dilakukan sebagai ‘kado’ bagi sayyidah Fathimah as. Setidaknya ada tiga ‘kado’ bagi sayyidah Fathimah as. Yaitu, 1. Sering membaca alqur’an. Minimal 50 ayat dalam sehari, 2. Mempelajari dan mendalami ilmu tajwid. 3. Pelajari bahasa Arab. Dan kado yang terindah bagi sayyidah Zahra adalah membentuk barisan yang kokoh dalam menyambut kedatangan putranya, Imam Mahdi afs. Kenapa? Karena sayyidah Fathimah yang paling paham ayat yang menjelaskan bahwa Allah akan memenangkan agama Islam diatas semua agama, sangat ingin melihat janji Allah ini terjadi. Namun karena kesalahan kita, janji Allah ini belum juga tercipta. Oleh karena itu, sudah saatnya para pecinta sayyidah Zahra bangkit dan mulai bekerja keras merealisasikan janji Allah itu. Beliau mengimbau agar kita menjaga negara Indonesia ‘para pecinta sayyidah Fathimah hatus tampil terdepan untuk menjaga Indonesia tercinta ini’ pesan beliau pada ceramahnya yang dibuka dan ditutup dengan zairah kepada sayyidah Fathimah itu.
Acara yang diawali dengan pembacaan hadits kisa’ oleh sayyid Haidar alydrus itu pun lantas dilanjutkan dengan pembacaan doa wahdah setelah Ustadz Hasan Dalil merampungkan ceramahnya. Dengan berdiri dan saling berpegang-tangan, para hadirin bersama-sama melafadzkan doa persatuan itu. Para hadirin terlihat begitu khusyuk melafadzkan  doa yang dipimpin oleh ustadz Ahmad Hidayat itu.
Acara yang berlangsung hingga sore hari itupun selesai setelah para hadirin dipersilahkan duduk kembali setelah selesai membaca doa wahdah. Semoga acara ini mampu membuat sayyidah Fathimah tersenyum.
Disuasana yang membahagiakan itu,acara dimulai dengan pembukaan,tahlil,puisi dan dilanjutkan dengan ceramah oleh ustadz Hasan Musawa. Dengan ceramahnya yang singkat,beliau menjelaskan tentang keutamaan sholawat dan akhlaq Rosulullah yang harus kita tiru dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau juga menegaskan agar kita sebagai wanita agar bisa menciptakan suasana nyaman,tenang dan bahagia di dalam rumah tangga. Dan diakhir ceramah, beliau berpesan agar kita selalu mengisi hari hari kita dengan zikir dan bukan gibah sana sini.
setelah ceramah,acarapun dilanjutkan dengan lantunan maulid, ziarah dan ditutup dengan kuis sederhana agar ibu ibu bisa lebih mengenal Rosulullah.(DarutTaqrib/zahro insiye/sa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar