Minggu, 04 Februari 2018

SEMINAR SUFI, MELIBATKAN TOKOH SYIAH, TAKTIK SYIAH MERANGKUL SUNNI

Telah dilakukan Seminar atas kerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jam`iyyah Ahlith Thariqah al-Mu`tabarah an Nahdliyyah (JATMAN ), Univerisitas As Syafiiyah Jakarta dan Yayasan Amanah Kita.

Ini adalah pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah Seminar Internasional Tasawuf. Kali ini Seminar Internasional yang berlangsung di Jakarta di ruangan Flores hotel Borobudur akan mengangkat tokoh tasawuf dunia yaitu Imam al Ghazali, Jumat (19/1).

Seminar Internasional yang berlangsung pada hari ini tanggal 19 Januari 2018 ini dihadiri oleh para ulama dari dalam maupun luar Negeri. Seminar dengan tema Peran dan Kontribusi Tasawuf Imam al Ghazali dalam Membangun Peradaban Dunia yang Damai dan Harmoni ini bertujuan untuk merespon dinamika global yang sarat dengan konflik dan perselisihan melalui pendekatan spiritual hingga dapat menciptakan suatu persatuan yang hakiki.

“Kita Mencari suatu titik temu dari perbedaan pemahaman keislaman umat Islam sedunia, atas dasar prinsip Islam yang menyatukan umat. Di samping itu kita ingin mengajak umat untuk lebih memahami aspek subtansi dalam ajaran Islam dan membangun harmoni sosial sesama umat manusia sebagai perwujudan dari Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Kita juga berkeinginan untuk memperkenalkan pemikiran Imam al Ghazali sebagai tokoh ulama dunia Islam yang diterima oleh semua Mazhab Islam dalam merespon persoalan dunia global,” ungkap Dr. Ali Abdillah, MA sekretaris panitia penyelenggara Seminar.

Akhirnya tujuan diadakannya Seminar Internasional ini akan membahas tiga poin penting:
1. Aspek Substansi, yaitu membahas pemikiran dan ajaran Imam al Ghazali dan kontribusinya dalam dunia Islam yang ajarannya bisa menjadi oase kegersangan spiritual umat Islam.
2. Aspek Transmisi, Yaitu membahas penyebaran dan pengaruh ajaran Imam al Ghazali di seluruh dunia, mulai dari Timur Tengah, Eropa, Afrika, China, Rusia, Asia dan Nusantara.
3. Deklarasi Dukungan, Para ulama tasawuf internasional –pengkaji tasawuf Imam al Ghazali- akan menyampaikan deklarasi dukungan terhadap pembangunan makam Imam al Ghazali di Thus, Iran dengan harapan semoga hal ini menjadi awal kebangkitan membangun peradaban dunia yang damai dan harmoni.
Adapun pembicara dalam Konferensi Internasional ini antara lain Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, pemimpin Am JATMAN, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, Dr. Mazen Sherif dari Tunisia, Dr. KH. Luqman Hakim, MA, Shaykh Fayegh Rostami Ulama Ahlu Sunnah Syafi’i dari Iran, Dr. Azis al-Qubaiti dari Maroko, Azis Abidin dari Amerika Serikat. Adapun pembicara yang lain adalah Dr. Ibrahim Abdulev dari Rusia, Prof. Dr. Mokhtari, Rektor Universitas Lintas Mazhab dari Iran dan Dr. H. Ilyas Ismail, MA.



Dan yang terakhir penandatanganan deklarasi hasil konferensi Internasional ini akan dilakukan oleh  Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA selaku ketua pelaksana Seminar dan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj sebagai perwakilah NU dengan Ayatollah Huseini Shahroudi selaku perwakilan resmi dari Negara Iran.

Seminar ini melibatkan pembicara dari Iran yang notabene adalah pusat Syiah dunia. Padahal kita memaklumi bahwa syiah sendiri bersikap tidak mendukung dengan imam Ghozali karena tidak bermazhab syiah.

Syiah sudah memiliki tokoh-tokoh yang mereka jadikan panutan. Mereka mengambil keuntungan dengan dilibatkan dalam acara tersebut bahwa, NU dan Sufi menerima keberadaan syiah. Ini menjadi metode dakwah syiah untuk menyebarkan ajaran syiah keseluruh dunia. Mereka berangkulan dengan aliran dalam islam yang kira-kira tidak mengusik akidahnya mereka. Waspadai misi terselibung syiah! (Ahmad Hasyim, Tim FAKTASYIAH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar