Rabu, 03 Oktober 2012

Warga Syiah Sampang Tolak Disumpah

SAMPANG, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, untuk menyumpah pengikut Syiah Sampang agar kembali ke ajaran Sunni, ditolak keras warga Syiah. Mereka memandang, sumpah bukan hal yang sembarangan untuk diucapkan, karena menyangkut keyakinan seseorang terhadap agama.

Iklil Al Milal, tokoh Syiah Sampang, Rabu (5/9/2012) mengatakan, jika pengambilan sumpah itu mau dilaksanakan, maka warga Syiah tidak akan mengikutinya karena Syiah bukan ajaran sesat seperti yang dibicarakan Pemkab Sampang dan sejumlah ulama Madura.

"Kalau mereka memaksa mengambil sumpah sama saja mereka memaksakan keyakinan kepada seseorang. Itu juga melanggar konstitusi negara ini," kata Iklil.

Ditambahkan Iklil, Syiah di Indonesia diakui secara sah dan tidak ada yang mengatakan Syiah itu sesat. "Saya juga kecewa karena ada ulama di Madura yang mengatakan Syiah sesat," imbuhnya.

Sebelumnya, Noer Tjahja, Bupati Sampang, Jumat lalu dalam sebuah konferensi pers menyampaikan, akan menyumpah warga Syiah dan Sunni agar mereka tidak bertikai lagi. Sumpah itu direncanakan akan dilaksanakan di salah satu masjid di Sampang, di mana masjid tersebut kerap dijadikan tempat pengambilan sumpah pocong dan sumpah-sumpah lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar