Rabu, 06 Juni 2012

Ini Kronologis Kerusuhan Sampang versi Syiah

Surabaya (beritajatim.com) - Koordinator Tim Advokasi Kasus Sampang sekaligus Ketua Tim Pembela Ahlulbait Indonesia Muhammad Hadun Hadar SH menjelaskan kronologis kejadian penyerangan dan pembakaran madrasah Syiah di Sampang.

Berikut kronologis peristiwa Sampang membara  yang dikirimkan kepada beritajatim.com:


Kejadian (29-Des-2011) bermula dari berita yang dikabarkan oleh ibu Misnawi, dari desa Karang Gayam kampung Nangkernang yang telah mendengar dari seorang yang berinisial BA, warga Ahlusunah tetangga Ust. Tajul Muluk alias Ali Murtadha (38 thn). Yang memberitahukan bahwa akan terjadi penyerangan ke kediaman Tajul oleh sejumlah masyarakat yang telah terkoordinir.

Kemudian, berita itu disampaikan kepada saudara Ust.Tajul, bernama Iklil Almilal (39 thn). Waktu itu, Ust.Tajul sendiri tidak berada di Madura. Setelah Tajul Muluk mendengar adanya isu penyerangan oleh masyarakat yang telah dimobilisir oleh sebagian orang di daerah itu, akhirnya dia selalu menghubungi sudaranya (Iklil) untuk mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan situasi lapangan yang berkembang.

Selain itu, dia juga selalu mengontak beberapa anggota kepolisian yang ada. Namun tidak satupun dari anggota keamanan yang dapat dihubungi. Setelah beberapa saat, akhirnya aparat keamanan dapat dihubungi. Akan tetapi karena mereka beralasan masih di jalan dan kurangnya personal, maka kejadian anarkispun terjadi tanpa reaksi apapun dari pihak keamanan.

Menurut kesaksian Iklil Almilal, pada pukul 10.00 WIB mulai nampak gerakan massa yang berjumlah kurang-lebih 500 orang dengan membawa senjata tajam menuju ke arah rumah Tajul Muluk. Karena jumlah yang begitu banyak dan bersenjata tajam, maka Iklil memerintahkan beberapa orang perempuan yang tinggal di rumah Tajul -yang selama ini telah dikosongkan oleh pemiliknya- untuk meninggalkan rumah tersebut.

Setelah massa penyerang tiba di lokasi, mereka mulai melakukan aksi pengrusakan dan mulai membakar asrama para Santri, yang kemudian dilanjutkan dengan membakar aset-aset lainnya, mulai Mushalla, ruang-ruang kelas dan warung. Pada saat kejadian, hanya ada 2 orang anggota kepolisian yang tidak bisa berbuat apapun.

Setelah selesai melakukan perusakan dan pembakaran di area rumah Tajul Muluk, massa mulai bergerak menuju kediaman Iklil Milal di desa Blu'uran kampung Geding Laok yang berada kurang-lebih 1 Km dari lokasi pertama. Sehingga pada pukul 11.00 WIB massa mulai melakukan penyerangan, perusakan dan pembakaran di rumah Iklil Almilal.

Setelah merusak dan membakar rumah Iklil, mereka bergerak menuju rumah Ummu Hani (27 thn) warga kampung Solong Berek desa Karang Gayam, saudari Tajul Muluk. Sesampai mereka di lokasi, pada pukul; 12.00 WIB massa mulai merusak dan membakar rumah Ummu Hani. Bukan hanya itu, massa juga sempat menjarah rumah seorang TKI yang baru datang dari Malaysia, Suhairi.

Peristiwa demi peristiwa yang terjadi (pembakaran tiga rumah terakhir) di wilayah kecamatan Omben kabupaten Sampang Madura tersebut telah dihadiri dan disaksikan oleh pihak-pihak dari aparat keamanan setempat, baik dari Polsek Karang Gayam maupun Koramil Omben sendiri. Namun lagi-lagi mereka tidak dapat melakukan reaksi apapun dengan alasan jumlah massa yang begitu besar, sementara personal mereka minim.

Kondisi terakhir yang kami dapati, evakuasi para korban telah dilakukan oleh pihak pemerintah daerah Sampang yang ditempatkan di GOR kota (depan gedung DPRD). Namun dikarenakan adanya kekhawatiran para pihak korban akan terjadinya kembali perusakan dan penjarahan aset-aset lain yang masih tertinggal seperti rumah beserta perabotnya, juga hewan-hewan ternak yang ada, maka kurang-lebih 100 orang masih tetap berada di lokasi kejadian dengan didampingi beberapa aparat dari kepolisian.

Di samping adanya pernyataan pihak berwajib yang  mengabarkan bahwa pihak aparat sendiri tidak dapat menjamin keamanan aset-aset korban tersebut. [kun]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar